Apakah Bidang Orbit Planet Sama Terhadap Matahari? Reviewed by Momizat on . Halo langitselatan, Mau nanya nih. Apa benar garis orbit planet-planet di tata surya itu semuanya berada dalam satu bidang terhadap matahari? Jika benar, apakah Halo langitselatan, Mau nanya nih. Apa benar garis orbit planet-planet di tata surya itu semuanya berada dalam satu bidang terhadap matahari? Jika benar, apakah Rating:

Apakah Bidang Orbit Planet Sama Terhadap Matahari?

Halo langitselatan, Mau nanya nih. Apa benar garis orbit planet-planet di tata surya itu semuanya berada dalam satu bidang terhadap matahari? Jika benar, apakah juga garis orbit satelit-satelit planet tersebut juga sebidang dengan garis orbit planet induknya terhadap matahari? Jika memang benar, bukankah seharusnya kita di bumi tak pernah bisa mengamati bulan purnama? Tapi, faktanya bulan purnama nyaris tiap bulan bisa dilihat kecuali sesekali terjadi gerhana bulan.

Mohon penjelasannya. Terima kasih. Salam.

(Billy – Malang)

Orbit planet-planet di Tata Surya memang semuanya berada dalam satu bidang. Demikian juga dengan orbit satelit dari planet-planet tersebut. Semuanya berada dalam satu bidang yang sama.  Semua planet bisa memiliki orbit pada bidang yang sama ini terkait dengan pembentukannya di dalam Tata Surya.

Ilustrasi pembentukan Tata Surya

Tata Surya terbentuk dari awan gas dan debu raksasa yang kita kenal sebagai nebula. Di dalam nebula inilah bintang dilahirkan. Atau kalau di dalam Tata Surya, Matahari lahir di dalam nebula ini. Awalnya partikel-partikel debu berkumpul membentuk awan sferis. Awan gas dan debu ini berputar dan kemudian menarik lebih banyak materi.Interaksi gravitasi partikel-partikel di awan menyebabkan awan berkondensasi. Pada saat itu radiusnya mengecil, tapi momentum sudutnya tidak mengecil sehingga rotasinya makin cepat. Awan pun mengalami keruntuhan.

Saat terjadi keruntuhan, rotasi awan semakin cepat. Tapi tidak semua bagian dari awan ini ditarik ke pusat. Partikel di sekitar bidang yang tegak lurus sumbu rotasi mengalami gaya sentrifugal yang membuat mereka tidak mendekati pusat melainkan melawan gravitasi.  Akibatnya awan memipih dan membentuk piringan yang berputar di sekeliling inti yang sangat rapat.

Semakin banyak massa yang dikumpulkan di pusat piringan, maka temperatur juga meningkat tajam sehingga memberi kemampuan yang cukup untuk terjadinya reaksi nuklir. Atom hidrogen kemudian mengalami pembakaran menjadi helium menandai kelahiran Bintang.

Sementara itu gas dan debu di piringan pipih yang berputar disekeliling bintang pun saling berinteraksi di dalam piringan. Bertabrakan dan berakumulasi membentuk planet-planet yang kemudian mengitari Bintang. Inilah yang menyebabkan planet-planet memiliki orbit pada bidang yang sama dengan Bintang.

Tapi, meskipun berada pada bidang yang sama, orbit setiap planet itu tidaklah benar-benar persis satu bidang. Masing-masing planet memiliki kemiringan orbit yang berbeda-beda.  (lihat tabel)

Inklinasi orbit planet-planet di Tata Surya. Kredit : Wikipedia

Orbit planet Merkurius

Orbit planet Venus

Untuk satelit, ada 2 teori yang berkembang terkait mengapa mereka memiliki orbit sebidang dengan planet induknya. Teori pertama terkait pembentukan seperti halnya pembentukan planet. Karena satelit-satelit juga terbentuk dari piringan awan gas yang sama sehingga mereka juga memiliki bidang orbit yang sama.

Teori lainnya adalah gaya pasang surut dari planet induk mengubah orbit satelitnya dalam jangka waktu lama agar berada pada area ekuator si planet.

Jika Satelit Sebidang dengan Bumi Mengapa kita melihat Purnama?

Bidah orbit Bulan memiliki kemiringan 5¬ļ terhadap orbit Bumi. Akibatnya pada saat Bumi dan Bulan segaris tidak selalu terjadi gerhana.¬† Sedangkan untuk satelit buatan manusia juga tidak semuanya memiliki bidang orbit 0¬ļ terutama satelit-satelit non geostasioner.

____

Punya pertanyaan tentang astronomi? Silahkan Tanya LS !

Profil Penulis

Pengelana yang telah banyak menjelajahi angkasa raya dan ingin membagi kisahnya dengan banyak orang. Senang pula mengamen dan nebeng kapal orang.

Tulisan di LS : 54

Tulis komentar dan diskusi...


3 Komentar di artikel ini

Log in | disclaimer | kontak kami | tanya LS © 2007 - langitselatan. All rights reserved

Scroll to top