Olimpiade Luar Angkasa Reviewed by Momizat on . Tidak ada apapun di luar angkasa yang diam, Pada kenyataannya sebagian besar bintang seperti pelari maraton jarak jauh yang bergerak terus menerus di luar angka Tidak ada apapun di luar angkasa yang diam, Pada kenyataannya sebagian besar bintang seperti pelari maraton jarak jauh yang bergerak terus menerus di luar angka Rating:

Olimpiade Luar Angkasa



Tidak ada apapun di luar angkasa yang diam, Pada kenyataannya sebagian besar bintang seperti pelari maraton jarak jauh yang bergerak terus menerus di luar angkasa sepanjang masa hidupnya. Tapi, ada yang berbeda. Para astronom menemukan sebuah bintang ( tampak seperti noda hijau di dalam kotak) yang jauh lebih baik sebagai pelari cepat.

Pulsar yang bergerak super cepat. Kredit : X-ray: NASA/CXC/UC Berkeley/J.Tomsick et al, Optical: DSS; IR: 2MASS/UMass/IPAC-Caltech/NASA/NSF

Untuk mengetahui kecepatan bintang tersebut, para astronom harus mengetahui berapa jauh ia sudah bergerak semenjak ia memulai pertandingannya dan berapa lama waktu yang ia butuhkan untuk menempuh jarak tersebut. Para astronom kemudian menemukan sebuah jawaban. Menurut mereka, bintang ini memulai perjalanannya dari pusat awan gas dan debu berwarna ungu di foto.  Ini dikarena bintang tersebut merupakan tipe yang spesial yang berputar sangat cepat dan disebut sebagai pulsar.  Dan pulsar ini terlontar pada saat ledakan yang menghasilkan awan gas dan debu.

Dari hasil perhitungan, para astronom menduga kalau pulsar bergerak dengan kecepatan yang super cepat antara 9 juta – 11 juta kilometer per jam ! Pulsar ini jadi pulsar yang bergerak paling cepat yang sudah pernah ditemukan! Tapi ada pesaing lainnya, karena ada pulsar lain yang bergerak antara 5 – 10 juta kilometer per jam.

Sayangnya, para astronom tidak bisa memasukkan kedua bintang tersebut dalam Olimpiade Luar Angkasa untuk menentukan siapa yang merupakan pelari cepat yang tercepat. Sebaliknya, mereka perlu bekerja lebih keras lagi untuk menyempurnakan hasilnya.

Fakta menarik : Jika pulsar bergerak dengan kecepatan 11 juta kilometer per jam, ia dapat mengelilingi ekuator Bumi hanya dalam 13 detik!

Sumber : Space Scoop Universe Awareness

Profil Penulis

Astronom Komunikator / Project Manager

astronom komunikator dan pengelola langitselatan yang lahir dan dibesarkan di Ambon. Menggemari sistem keplanetan sebagai kajian utama saat kuliah di Astronomi ITB dan akhirnya sadar ia lebih menyukai dunia komunikasi astronomi lewat media baru di dunia maya. Punya sampingan sebagai Project Manager 365 Days of Astronomy yang memperkenalkan astronomi lewat podcast & Editor Pelaksana di Majalah Astronomi. Jalan-jalan, nongkrong dan makan merupakan kegemarannya selain bermain game dan menulis cerita abstrak plus aktif di Astronomer Without Border, Galileo Teacher Training Project, Universe Awareness dan Global Hands on Universe.

Tulisan di LS : 742

Tulis komentar dan diskusi...


2 Komentar di artikel ini

Log in | disclaimer | kontak kami | tanya LS © 2007 - langitselatan. All rights reserved

Scroll to top