Dari Manakah Asal Kehidupan di Bumi?

By ivie • Mar 14th, 2008 at 11:02 am • Category: Astrobiologi, Meteor

Hujan Meteor di masa awal Tata Surya. Ilustrasi artis. Kredit gambar : NASA
Hujan Meteor di masa awal Tata Surya. Ilustrasi artis. Kredit gambar : NASA
Bagaimana kehidupan di Bumi bisa muncul? Apakah sup organik di Bumi saja yang menjadi benih kehidupan itu? Ataukah bahan lainnya seperti asam amino dihantarkan ke Bumi oleh tabrakan meteorit besar-besaran di masa lalu?

Sup organik yang menjadi benih kehidupan di Bumi sepertinya tidak sendirian tapi mendapat bantuan dari luar angkasa. Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Carniege Institution menunjukan adanya konsentrasi tinggi dari asam amino pada dua meteorit yakni 10 kali lebih tinggi dari penelitian sebelumnya untuk meteorit sejenis. Hasil ini menunjukan Tata Surya dini jauh lebih kaya akan materi organik yang bisa membentuk kehidupan dan bisa jadi batuan dari luar angkasa yang jatuh ke Bumi inilah yang menjadi kaldu bagi tumbuhnya kehidupan di Bumi.

Penelitian yang dilakukan oleh Marilyn Fogel dari Carnegie’s Geophysical Laboratory dan Conel Alexander dari Department of Terrestrial Magnetism with Zita Martins of Imperial College London beserta dua koleganya ini akan dipublikasikan di Meteoritics and Planetary Science.

Asam amino merupakan molekul organik yang membentuk tulang belakang protein yang kemudian membentuk berbagai macam struktur dan mengendalikan berbagai reaksi kimia didalamnya termasuk sel kehidupan. Produksi dari protein dipercaya sebagai salah satu langkah awal yang menyusun komponen-komponen penting dalam kehidupan. Para peneliti juga memperkirakan asam amino bisa terbentuk pada beberapa kondisi di awal Bumi, namun keberadaan senyawa-senyawa tersebut pada meteorit -meteorit tertentu justru membawa kita pada kemungkinan lain, yakni ruang angkasa sebagai sumber dari asam amino tersebut. Meteorit yang digunakan dalam penelitian ini diambil di Antartika pada tahun 1992 dan 1995.

Dalam studi asam amino ini, diambil contoh dari 3 meteorit untuk tipe yang jarang yakni CR chondrite, yang diperkirakan mengandung materi organik tertua dan juga paling primitif di meteorit. CR chondrites merupakan meteorit yang memang sudah ada semenjak awal pembentukan Tata Surya. Nah, pada fasa awal sejarah, meteorit ini merupakan bagian dari sebuah objek yang besar yang menjadi induknya, mungkin asteroid yang kemudian terserak akibat tabrakan.

Analisis pada ketiga meteorit ini, satu diantaranya menunjukan kelimpahan asam amino yang rendah sementara 2 meteorit lainnya justru memiliki kandungan asam amino yang sangat tinggi yang pernah ditemukan pada meteorit purba yakni sekitar 180 - 249 ppm (parts per million). Penelitian yang pernah dilakukan pada meteorit primitif lainnya menunjukan secara umum konsentrasi asam amino hanyalah 15 ppm atau kurnag dari itu. Di sisi lain. molekul organik dari sumber exra-terrestrial biasanya memiliki perbandingan isotop karbon yang berbeda dari sumber biologi di Bumi. Dengan demikian para ilmuwan akan bisa memisahkan faktor kontaminasi dari hasil yang mereka dapatkan.

Asam amino pada kedua meteorit yang diteliti tersebut diperkirakan terbentuk dalam objek induknya sebelum terpecah akibat tabrakan. Sebagai contoh, amonia dan bahan kimia perintis dari nebula Matahari atau juga medium antar bintang bisa saja telah tercampur dengan air sehingga membentuk asam amino. Setelah terpecah, sebagian pecahannya sepertinya menghujani Bumi dan planet kebumian lainnya. Komponen-komponen perintis ini juga diperkirakan ada pada objek primitif lainnya seperti komet, yang juga menghujani material-nya ke Bumi di masa lalu.

Sumber : Carnegie Institution for Science

Share/Save/Bookmark
Share/Save/Bookmark



Tagged as: , ,

ivie Astronom komunikator yang aktif menulis di langitselatan.com. Tahun 2005, bersama beberapa alumni astronomi membuat majalah Centaurus. Menyelesaikan tahap sarjana dan pasca sarjana dari Astronomi ITB dengan topik kajian Tata Surya dan Extrasolar Planet khususnya tentang dinamika sistem planet. Terlibat dalam riset KK Tata Surya Astronomi ITB untuk tinjauan pembentukan sistem Tata Surya dan Extrasolar Planet. Saat ini ia sedang melakukan riset dinamika sistem planet dan mengelola langitselatan.
Email this author | All posts by ivie

«« Menginspirasikan Astronomi Untuk Anak Melalui UNAWE
Mungkinkah AA Tauri Menjadi Kunci Kehidupan Lain? »»

2 Responses »

  1. wow……….

    pdhl

    mnrt q

    bumi itu diciptakan TUHAN

  2. asal kehidupan di Bumi itu air…
    beberapa ayat dalam qur’an sendiri mengatakan seperti itu, tapi surat berapa ayat berapa, kalo nggak salah surat 21 ayat 30, 24 ayat 45

    coba deh buka ulang qur’annya,
    kalo menurutku di qur’an sendiri banyak sekali penjelasan tentang jagad raya, tapi aku sendiri
    bukan orang eksak jadi ya… ga tau istilah-istilahnya
    kaya misal arsy-nya allah itu ada di atas al maa’

    ternyata setelah dikomparasikan antara satu ayat dengan ayt yang lain diketahui bahwa Arsy itu kekosongan di luar galaksi-galaksi alam semesta ini
    begitu juga dengan keberadaan antara surga dan neraka.
    tapi selama ini orang kenapa toh, mereka yang berumat islam keder dengan teknologi,
    padahal qur’an sendiri buuuuuuuuuuuanyak sekali menjelaskan tentang itu

    sayang, aku dari sastra arab, yang gak tahu menahu tentang istilah-istilah itu…

Leave a Reply