Kami dari langitselatan, mengucapkan Selamat Idul Fitri 1435 H. Minal 'Aidin wal-Faizin.
Peta Global Dampak Aktivitas Manusia pada ekosistem Laut Reviewed by Momizat on . Pada masa-masa kini, laut-laut di Indonesia berada pada fase yang berbahaya. Ombak-ombak tinggi dan angin yang kencang menyebabkan kegiatan pelayaran dan kehidu Pada masa-masa kini, laut-laut di Indonesia berada pada fase yang berbahaya. Ombak-ombak tinggi dan angin yang kencang menyebabkan kegiatan pelayaran dan kehidu Rating:

Peta Global Dampak Aktivitas Manusia pada ekosistem Laut



Pada masa-masa kini, laut-laut di Indonesia berada pada fase yang berbahaya. Ombak-ombak tinggi dan angin yang kencang menyebabkan kegiatan pelayaran dan kehidupan tepi laut terganggu, terutama bagi nelayan yang menggantungkan kehidupannya pada hasil laut. Apakah ini berkait dengan pemanasan global? Laporan dari IPCC menyatakan bahwa itu ada kaitannya. Tapi, hal itu tidak akan dibahas di sini, untuk saat ini.

Kehidupan manusia bergantung pada ekosistem laut, langsung atau tidak langsung. Makanan laut, garam, wisata laut hanyalah contoh dari kebergantungan manusia pada laut. Studi terkini menunjukkan bahwa kegiatan manusia pun memengaruhi laut, langsung maupun tidak langsung. Aktivitas daratan mendorong polutan dan sumber gizi menuju tepian pantai, mengakibatkan menghilangnya habitat, bahkan mengubah dan menghancurkan habitat alamiah. Aktivitas di laut pun mengambil sumber alam, menambah polusi, dan mengubah komposisi spesies.

Gambaran global dampak kumulatif aktivitas manusia pada 20 tipe ekosistem (A). Gambar dalam inset:Daerah yang dampaknya sangat tinggi pada Karibian Timur (B), Laut Utara (C), Lautan sekitar Jepang (D) dan di sekitar Indonesia dan Australia (E). Kredot gambar: Majalah Science

Aktivitas manusia sangat bervariasi dalam tingkat kegiatan dan dampaknya pada kondisi ekologi dan masyarakat, serta distribusinya sangat menyebar di berbagai wilayah laut. Oleh karena itu, studi tentang keterkaitan kegiatan manusia dan pengaruhnya pada laut sangat perlu dilakukan. Studi terkini dari National Center for Ecological Analysis and Synthesis (NCEAS) menunjukkan bahwa dampak aktivitas manusia pada lautan berlaku secara global (Gb.1), 41% berdampak menengah tinggi, dan 0.5% berdampak sangat tinggi. Tetapi, jumlah sekecil itu mencakup wilayah yang sangat luas (~2.2 juta km2). Daerah yang berdampak kecil, atau tidak berdampak merupakan daerah yang jauh dari aktivitas manusia, seperti pada daerah kutub.

Gambaran dampak yang terjadi pada lautan, garis abu-abu menyatakan daerah yang terkena dampak dalam kilometer persegi dan total nilai ancaman dalam garis hitam. Gambar A menunjukkan dampak yang ditimbulkan oleh manusia secara global, dan B untuk daerah sekitar pantai, dengan kedalaman < 200m. Nilai dalam tiap garis diskalakan dalam jutaan. Kredit gambar: Majalah Science

Kebanyakan dampak yang muncul (Gb.2) merupakan akibat dari kegiatan manusia, baik darat maupun laut. Daerah yang mengalaminya adalah bagian utara dekat lautan Norwegia, sekitar laut Cina daerah tenggara, Karibia timur, tepi timur Amerika Utara, Laut Tengah, Teluk Persia, Laut Bering, dan perairan sekitar Srilangka. Daerah-daerah tersebut merupakan daerah patahan dan pertemuan benua (continental shelf and slope). Gambar 2 menunjukkan bahwa dampak akibat perbuatan manusia berkaitan dengan perubahan iklim global yang distribusi secara luas, terutama pada ekosistem tepi laut. Yang pasti, terlihat bahwa dampak terbesar adalah meningkatnya temperatur air laut.Jika kemudian ekosistem laut menjadi berubah, dan tidak lagi memberikan manfaat bagi manusia, maka yang terjadi adalah bencana dari laut. Masih banyak studi yang harus dilakukan, untuk melihat setiap detail dari hubungan manusia dengan ekosistem laut. Tetapi ,sudah waktunya untuk memikirkan perlindungan pada alam lingkungan kita, dan melakukan pemberdayaan secara tepat sehingga bisa mengurangi dampak ekologi sekaligus mempertahankan kemanfaatan laut bagi manusia. Apalagi, Indonesia merupakan negara maritim.

Disadur dari laporan pada Majalah Sicence, 15 Februari 2008.

Profil Penulis

jebolan magister astronomi ITB, astronom yang nyambi jadi jurnalis & penulis. Punya hobi dari fotografi sampe bikin komik, pokoknya semua yang berhubungan dengan warna, sampai-sampai pekerjaan utamanya adalah seperti dokter bedah forensik, tapi alih-alih ngevisum korban, yang di visum adalah cahaya, seperti juga cahaya matahari bisa diurai jadi warna cahaya pelangi. Maka oleh nggieng, cahaya bintang (termasuk matahari), bisa dibeleh2 dan dipelajari isinya.

Tulisan di LS : 78

Tulis komentar dan diskusi...


3 Komentar di artikel ini

Log in | disclaimer | kontak kami | tanya LS © 2007 - langitselatan. All rights reserved

Scroll to top