langitselatan
Beranda » Fenomena Langit Bulan April 2026

Fenomena Langit Bulan April 2026

Jangan lewatkan konjungsi segitiga Merkurius, Mars, dan Saturnus, serta peristiwa okultasi asteroid 1201 Strenua. 

Astrofotografi Gugus Bintang  Pleiades (M45)

Planet

Merkurius, Mars, Saturnus. Fajar di bulan April masih akan ditemani tiga planet ini. Ketiganya juga akan berpapasan dengan Bulan pada pertengahan April. Dan yang dinantikan, jelang akhir April, ketiga planet ini akan berkonjungsi sangat dekat dan tampak membentuk segitiga di langit fajar. 

Di bulan April, Merkurius tampak menanjak naik di awal bulan sampai ke titik tertingginya dan kemudian turun mengejar Matahari di langit fajar. Sementara itu Mars juga menanjak naik seakan ingin menemui Merkurius. Jelang tengah April, Saturnus ikut hadir mewarnai fajar dan terus menanjak naik dari hari ke hari di langit timur. Merkurius dan Saturnus tampak seperti sedang berkejaran menemui Mars dan mengapit planet merah tersebut sampai akhirnya ketiganya berpapasan membentuk segitiga di langit fajar sebelum meneruskan perjalanannya. Merkurius terus turun ke ufuk timur, Mars dan Saturnus menanjak naik. 

Selama April, Merkurius dan Mars bisa diamati rasi Akuarius saat awal bulan, dan terus ke Pisces saat pertengahan sampai akhir Bulan. Sementara itu, si planet Cincin Saturnus berada di rasi Pisces di awal April dan terus mengembara ke Cetus saat pertengahan sampai akhir April. 

Venus. Bintang Kejora ini bisa diamati selama bulan April setelah Matahari terbenam. Planet ini bisa diamati sampai satu jam setelah Matahari terbena. Pertengahan April, Venus berpapasan dengan Bulan dan membentuk segitiga di langit senja dengan gugus Pleides. Dan jelang akhir April, bintang Kejora ini berpapasan dekat dengan Pleiades kala senja. Venus bisa diamati di rasi Aries sampai pertengahan April sebelum planet ini akhirnya tiba di rasi Taurus di akhir bulan. 

Jupiter. Planet terbesar di Tata Surya ini bisa diamati sampai jelang tengah malam di rasi Gemini. Jupiter berpapasan dekat dengan Bulan jelang penghujung April. Di bulan April, planet Jupiter bisa diamati di rasi Gemini.

Uranus & Neptunus. Planet es raksasa ini terlalu redup untuk diamati dengan mata tanpa alat. Siapkan teleskop jika ingin melihat kedua planet es tersebut.

Selama bulan April, Uranus tampak setelah Matahari terbenam dan bisa diamati sampai planet ini terbenam beberapa jam kemudian. 

Sementara itu, Neptunus bisa diamati di rasi Pisces sebelum Matahari terbit mulai pertengahan April meskipun masih sangat rendah di langit fajar. Neptunus sudah lebih tinggi di ufuk timur di penghujung bulan April. 

Bulan

Fase Bulan April 2026. Kredit: Fajar Ariadi/langitselatan

Bulan tetap jadi atraksi menarik untuk dilihat karena kecerlangannya. Selain itu, konjungsi Bulan dan planet juga jadi suguhan menarik lainnya. 

2 April. Bulan Purnama. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.

7 April. Bulan di titik apogee. Bulan di titik terjauh dari Bumi dengan jarak 404.970 km

10 April. Bulan Separuh Akhir. Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.

17 April. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Pengamat bisa menikmati planet-planet tanpa gangguan cahaya Bulan.

19 April. Bulan di perigee. Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 361.630 km.

24 April. Bulan Separuh Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari.

Komet

4–5 April — C/2026 A1 (MAPS)

C/2026 A1 (MAPS), komet ini merupakan komet pelintas dekat Matahari atau sungrazer. Pada tanggal 4 April, komet MAPS mencapai jarak terdekat dengan Matahari pada jarak 0,02 sa. Jika komet ini tidak hancur, maka MAPS akan menjauh dari Matahari dan mencapai perige atau jarak terdekatnya dengan Bumi pada tanggal 6 April. 

Jika komet ini selamat dari perihelion, maka MAPS akan tampak di langit senja di rasi Cetus dan menjadi objek yang bisa diamati dengan mata tanpa alat selama beberapa hari. Komet ini diperkirakan bisa mencapai kecerlangan -4 magnitudo. Mulai tanggal 9 April, komet ini bisa diamati sampai akhir bulan meskipun kecerlangannya makin meredup. 

26—27 April — C/2025 R3 (PanSTARRS) 

C/2025 R3 (PanSTARRS) mencapai jarak terdekat dengan Matahari pada 19 April, dan setelah itu komet ini akan berpapasan dengan Bumi pada 26 April. Selama bulan April, komet C/2025 R3 (PanSTARRS) akan tampak sebelum fajar di awal sampai pertengahan April saat komet sedang mendekati Matahari. Semakin dekat dengan Matahari sampai saat perihelion, komet akan menghilang dari langit, tenggelam dalam cahaya Matahari. Setelah melewati perihelion dan meninggalkan Matahari, komet akan tampak kala senja setelah Matahari terbenam. 

Para astronom memperkirakan komet ini bisa mencapai magnitudo ~2.8, cukup untuk naked-eye di langit gelap.  Dalam skenario terbaik, bisa muncul hingga 100× lebih terang, mendekati magnitudo 1.0, setara kecerlangan planet.  Setelah perihelion, Belahan Bumi Selatan mendapat giliran terbaik, komet akan menjadi objek langit sore di akhir April dan awal Mei. 

Hujan Meteor

21 – 22 April – Hujan Meteor Lyrid

Hujan meteor Lyrid tanggal 21 April 2026 pukul 01:00 WIB. Kredit: langitselatan
Hujan meteor Lyrid tanggal 21 April 2026 pukul 01:00 WIB. Kredit: langitselatan

Hujan meteor yang berasal dari debu ekor komet Thatcher C/1861 G1 akan mencapai puncak tanggal 21-22 April.  Di tahun 2026, hujan meteor Lyrid berlangsung dari 14 — 30 April dan bisa diamati setelah rasi Lyra yang jadi arah datangnya, terbit pukul 22:09 WIB. Bulan dalam fase jelang seperempat awal terbenam jelang tengah malam, sehingga pengamatan Lyrid bisa bebas dari cahaya Bulan. 

Saat Lyrid mencapai intensitas maksimum, pengamat hanya bisa melihat 18 meteor per jam yang bergerak dengan kecepatan 49 km/detik

Peristiwa

4 April — Elongasi Barat Maksimum Merkurius

Merkurius saat Matahari terbit 4 April 2026. Merkurius berada pada elongasi maksimumnya dari Matahari. Kredit: Stellarium
Merkurius saat Matahari terbit 4 April 2026. Merkurius berada pada elongasi maksimumnya dari Matahari. Kredit: Stellarium

Merkurius dan Matahari membentuk sudut maksimal terhadap Bumi. Elongasi barat maksimum yang dicapai Merkurius 27,6º. Artinya, Merkurius akan berada 27,6º di arah barat Matahari. Merkurius yang berada di rasi Libra bisa diamati dengan kecerlangan -0,4 magnitudo. Merkurius terbit pukul 04:07 WIB.

6 April — Bulan — Antares

Pasangan Bulan dan bintang Antares tanggal 6 April 2026 pada pukul 23:00 WIB. Kredit: Stellarium
Pasangan Bulan dan bintang Antares tanggal 6 April 2026 pada pukul 23:00 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan berpapasan dekat dengan bintang Antares, bintang paling terang di rasi Scorpius. Keduanya berpapasan sangat dekat hanya 0,5º. Bulan terbit pukul 20:54 WIB disusul Antares pukul 21:05 WIB

16 April — Bulan — Merkurius — Mars — Saturnus

Papasan Bulan dengan Merkurius, Mars, dan Saturnus jika diamati tanggal 16 April 2026 pukul 05:00 WIB. Kredit: Stellarium
Papasan Bulan dengan Merkurius, Mars, dan Saturnus jika diamati tanggal 16 April 2026 pukul 05:00 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan sabit tipis berpapasan dekat dengan Merkurius, Mars, dan Saturnus, kala fajar. Bulan dan Merkurius berjarak 5,7º, sementara jarak Bulan dengan Mars 2,7º, dan jarak Bulan dan Saturnus 4º. Ketiganya bisa diamati sebelum fajar menyingsing. Ketiga objek ini masih rendah di ufuk timur sehingga tidak mudah diamati. Merkurius terbit pukul 04:19 WIB, disusul Bulan pada pukul 04:28 WIB, Mars pada pukul 04:31 WIB dan Saturnus pada pukul 04:43 WIB. Matahari terbit pukul 05:51 WIB.

19 April — Bulan — Venus — Pleiades

Papasan Bulan, Venus, dan Pleiades untuk tanggal 19 April 2026 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium
Papasan Bulan, Venus, dan Pleiades untuk tanggal 19 April 2026 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium

Bulan sabit tipis berpapasan dengan Bintang Kejora dan Lintang Kartika. Bulan hanya terpisah 2,5º dari Pleiades si Lintang Kartika dan terpisah 4,8º dari Venus. Pasangan bulan dan Venus bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai saat keduanya terbenam beriringan. Venus terbenam pukul 19:19 WIB disusul Bulan tiga menit kemudian.  Pleiades terbenam pukul 19:38 WIB. 

20 April — Merkurius — Mars — Saturnus

Papasan Merkurius, Mars, dan Saturnus jika diamati tanggal 20 April 2026 pukul 05:00 WIB. Kredit: Stellarium
Papasan Merkurius, Mars, dan Saturnus jika diamati tanggal 20 April 2026 pukul 05:00 WIB. Kredit: Stellarium

Merkurius berpapasan dekat dengan Mars serta Saturnus, dan ketiganya membentuk segitiga di langit fajar. Merkurius terpisah 1,6º dari Mars, dan 0,7º dari Saturnus. Ketiga planet terbit beriringan sebelum fajar menyingsing. Merkurius terbit lebih dahulu pada pukul 04:26 WIB, disusul Mars satu menit kemudian, dan Saturnus dua menit kemudian setelah Mars terbit. Ketiga planet masih sangat rendah di ufuk timur hingga tidak mudah untuk diamati. 

21 April — Mars — Saturnus

Papasan Mars, dan Saturnus jika diamati tanggal 21 April 2026 pukul 05:00 WIB. Kredit: Stellarium
Papasan Mars, dan Saturnus jika diamati tanggal 21 April 2026 pukul 05:00 WIB. Kredit: Stellarium

Setelah papasan dekat Merkurius dengan Mars dan Saturnus, kali ini justru mars yang berpapasan dekat dengan Saturnus. Keduanya hanya terpisah jarak 1º. Meskipun demikian, Merkurius masih berada dekat dengan kedua planet ini dan membentuk segitiga kala fajar. Saturnus terbit lebih dahulu pada pukul 04:23 WIB disusul Mars satu menit kemudian. Bulan terbit 4 menit setelah Mars terbit. 

24 April — Venus — Pleiades

Papasan Venus, dan Pleiades untuk tanggal 24 April 2026 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium
Papasan Venus, dan Pleiades untuk tanggal 24 April 2026 pukul 18:30 WIB. Kredit: Stellarium

Venus berpapasan dengan gugus bintang Pleiades (M45) si Lintang Kartika dan terpisah 3º. Keduanya bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai saat kedua objek tersebut juga terbenam. Pleaides terbenam 19:18 WIB dan disusul Bulan enam menit kemudian.

26 April — Okultasi Asteroid Strenua

Peta lintasan Okultasi Asteroid Strenua. Kredit Observatorium Bosscha/ITB

Asteroid 1201 Strenua, penghuni sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter yang selama ini nyaris tak dikenal, akan melintas tepat di depan bintang HIP 35933 di rasi Gemini, sebuah bintang bermagnitude ~10,6 yang jaraknya sekitar 180 tahun cahaya dari Bumi.

Selama maksimal 2,8 detik, cahaya bintang itu akan padam seketika: anjlok sekitar 4,4 magnitudo saat bayangan asteroid selebar puluhan kilometer menyapu permukaan Bumi. Jalur bayangan itu, luar biasanya, melintas tepat di atas Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, NTB, dan NTT, menjadikan Indonesia salah satu tempat terbaik di dunia untuk merekamnya.

Pengamatan memerlukan teleskop berdiameter minimal 6 cm yang diarahkan ke HIP 35933, yang pada akhir April akan terbenam sekitar pukul 21:00–22:00 WIB. Ini artinya jendela pengamatan sempit dan persiapan harus matang jauh sebelumnya. Kamera CMOS monokrom berkecepatan minimal 30 fps wajib digunakan untuk menangkap kilatan yang nyaris tak kasat mata itu.

Rasi Bintang & Bima Sakti

April 2026 adalah bulan peralihan di langit malam dengan waktu terbaik pengamatan saat Bulan berada pada fase Bulan Baru.

Rasi-rasi musim kemarau: Orion, Canis Major, Taurus, perlahan bergeser ke barat dan terbenam semakin awal setiap malam. Sementara itu, bintang-bintang musim hujan yang baru, Arcturus, Spica, dan Regulus, mulai mendominasi langit atas kepala. Menjelang dini hari, penanda awal musim panas astronomi (Vega, Deneb) mulai muncul di ufuk timur laut.

Panduan ini mencantumkan 16 bintang terang yang berguna sebagai penunjuk arah di langit selama malam-malam April 2026.

BintangMagRasi BintangTerbitTransitTerbenam
Sirius?1,46Canis Major10:5117:0223:11
Canopus?0,74Carina10:0016:4023:19
Alpha Centauri?0,27Centaurus18:0101:0007:53 (+1)
Arcturus?0,05Boötes18:3900:3406:26 (+1)
Vega0,03Lyra23:1104:5610:34 (+1)
Capella0,08Auriga10:0015:3421:07
Rigel0,13Orion09:2615:3221:36
Procyon0,34Canis Minor11:5717:5623:54
Betelgeuse0,42Orion10:1416:1222:09
Aldebaran0,86Taurus08:5914:5420:46
Spica0,97Virgo17:3323:4005:51 (+1)
Antares1,06Scorpius20:2902:4809:04 (+1)
Pollux1,14Gemini12:1518:0223:48
Fomalhaut1,16Piscis Austrinus02:5809:1615:32
Deneb1,25Cygnus01:2507:0012:33
Regulus1,35Leo14:2820:2402:24 (+1)

Bintang-bintang tersebut cukup terang untuk dapat dijadikan panduan dalam pengamatan. 

Peta Bintang 1 April 2026

Peta Bintang 15 April 2026

Kampanye Langit Gelap

9-18 April — Kampanye Globe At Night

Di bulan April, Kampanye Globe At Night atau Kampanye langit gelap untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek dari polusi cahaya diselenggarakan dari 9-18 April. Pengamat diajak untuk mengamati rasi bintang yang sudah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang yang bisa dilihat di rasi tersebut. Berapa banyak bintang yang bisa dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di area tersebut.

Pengamat di utara bisa mengamati rasi Leo, sedangkan pengamat di selatan mengamati rasi Crux. Pengamatan dilakukan mulai pukul 20:00 – 22:00 waktu lokal.

Tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak bintang di rasi tersebut yang tampak.

Pengamat bisa menggunakan modul yang sudah disediakan untuk melakukan identifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasinya. 

13-20 April — Pekan langit gelap Internasional

Pekan langit gelap internasional ini bertujuan untuk mendorong masyarakat untuk mengurangi polusi cahaya, melindungi ekosistem malam hari, dan terhubung kembali dengan bintang-bintang. Aktivitas yang bisa dilakukan adalah mengenali tingkat polusi cahaya lewat kampanye Globe at Night, menyelenggarakan Star Party, merancang kegiatan bersama komunitas, mereduksi cahaya artifisial dengan memperbaharui penerangan di luar rumah yang bisa mengurangi polusi cahaya.

Clear Sky!

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai konsultan di Planetary Science Institute sebagai Project Manager 365 Days Of Astronomy.

Tulis Komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini

Kanal LS

Toko LS
tanya LS

Paling Banyak Dicari

Fenomena Langit Bulan April 2026
Bagaimana Tata Surya Terbentuk?
Berapa Lamakah Satu Hari di Bumi?
Planet Bumi, Si Kelereng Biru Rumah Kita
Fenomena Langit 2026: Gerhana Matahari & Gerhana Bulan
Tahun Cahaya: Satuan Waktu atau Jarak?

Langanan LS