Jangan lewatkan Gerhana Bulan Total yang bisa diamati dari seluruh Indonesia. Selain itu masih ada planet yang menemani di malam hari.

Planet
Merkurius & Mars. Jelang pertengahanMaret, kedua planet ini mulai menampakkan diri di ufuk timur sebelum fajar. Akan tetapi keduanya masih sangat rendah sehingga tidak mudah diamati. Merkurius dan Mars terus menanjak naik di ufuk timur dan sudah lebih tinggi saat akhir Maret. Di awal Maret, Merkurius berada di rasi Pisces dan terus bergeser ke rasi Aquarius saat pertengahan Maret dan terus mengembara di rasi pembawa air itu sampai akhir bulan. Mars bisa diamati di rasi Aquarius di sepanjang bulan Maret. Pada pertengahan Maret, kedua planet berpapasan dengan Bulan, tapi terlalu rendah untuk bisa diamati.
Venus. Bintang Kejora ini bisa diamati selama bulan Maret setelah Matahari terbenam. Planet ini terbenam satu jam setelah Matahari terbenam. Di awal bulan Maret, Venus berpapasan sangat dekat dengan Saturnus dan jelang akhir bulan, planet ini berpapasan dengan Bulan. Venus terus menanjak naik di ufuk barat dan bisa diamati di rasi Pisces di awal bulan. Venus terus bergeser ke rasi Aquarius saat pertengahan bulan, dan di rasi Aries di akhir Maret.
Jupiter. Planet terbesar di Tata Surya ini bisa diamati sampai lewat tengah malam di rasi Gemini. Jupiter berpapasan dekat dengan Bulan di penghujung Maret. Di bulan Maret, planet Jupiter bisa diamati di rasi Gemini.
Saturnus. Planet yang terkenal karena cincinnya ini bisa diamati setelah Matahari terbenam. Saturnus bisa diamati sampai pertengahan Maret saat planet yang terus turun mengejar Matahari ini tenggelam di balik cahaya sang Surya saat planet ini mencapai jarak terjauh dari Bumi.
Uranus & Neptunus. Planet es raksasa ini terlalu redup untuk diamati dengan mata tanpa alat. Siapkan teleskop jika ingin melihat kedua planet es tersebut.
Selama bulan Maret, kedua planet bisa diamati setelah Matahari terbenam. Uranus di rasi Taurus bisa diamati setelah Matahari terbenam sampai jelang tengah malam. Sementara itu, Neptunus bisa diamati di rasi Pisces setelah Matahari terbenam sampai planet ini terbenam satu jam kemudian di awal Maret dan terus bergeser sampai terbenam beriringan dengan Matahari. Neptunus tidak tampak di langit malam di akhir bulan Maret karena berada pada jarak terjauh dari Bumi.
Bulan

Bulan tetap jadi atraksi menarik untuk dilihat karena kecerlangannya. Selain itu, konjungsi Bulan dan planet juga jadi suguhan menarik lainnya.
3 Maret. Bulan Purnama. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.
Saat Purnama, Bulan juga mengalami gerhana total karena masuk dalam umbra Bumi. Peristiwa ini bisa diamati dari Indonesia.
10 Maret. Bulan di titik apogee. Bulan di titik terjauh dari Bumi dengan jarak 404.384 km
11 Maret. Bulan Separuh Akhir. Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.
19 Maret. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Pengamat bisa menikmati planet-planet tanpa gangguan cahaya Bulan.
22 Maret. Bulan di perigee. Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 366.857 km.
26 Maret. Bulan Separuh Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari.
Gerhana
3 Maret — Gerhana Bulan Total

Dua minggu setelah Gerhana Matahari, para pengamat di area malam bisa menyaksikan Gerhana Bulan. Gerhana Bulan pertama tahun ini merupakan Gerhana Bulan Total yang terjadi tanggal 3 Maret 2026. Gerhana Bulan ini bisa diamati oleh seluruh masyarakat Indonesia dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Gerhana Bulan Total 3 Maret sudah berlangsung sejak sore hari dengan kontak pertama atau Gerhana Penumbra dimulai pada pukul 15:44 WIB. Pengamat di sebagian besar wilayah Indonesia yakni di Indonesia bagian tengah dan barat masih sore. Sementara untuk wilayah Indonesia timur, Bulan terbit dalam kondisi gerhana penumbra. Karena itu untuk pengamat di Indonesia timur, gerhana bisa diamati sejak gerhana penumbra sampai seluruh proses gerhana berakhir.
Saat kontak kedua atau saat gerhana sebagian dimulai pada pukul 16:50 WIB, pengamat di Indonesia tengah akan melihat Bulan terbit dalam kondisi gerhana sebagian. Dan saat gerhana Bulan total dimulai atau kontak ketiga pada pukul 18:04 WIB, saatnya tiba untuk pengamat di Indonesia bagian barat untuk bisa menyaksikan peristiwa ini saat Bulan terbit dalam kondisi gerhana total.
Puncak gerhana total terjadi pukul 18:33 WIB. Gerhana total berlangsung selama 58 menit 19 detik dan berakhir pukul 19:02 WIB. Gerhana sebagian terus berlangsung saat Bulan meninggalkan umbra atau bayang-bayang inti Bumi. Gerhana sebagian berakhir pukul 20:17 WIB saat Bulan masuk dalam bayang kabur atau penumbra. Seluruh proses gerhana berakhir pada pukul 21:22 WIB saat Bulan meninggalkan penumbra Bumi.
Untuk mengamati peristiwa ini, yang diperlukan adalah area timur yang bebas dari bangunan tinggi dan pohon karena Bulan sudah dalam kondisi gerhana saat terbit. Itu artinya kita akan menyaksikan gerhana sejak saat Bulan terbit dan masih rendah di ufuk timur.
| Tahapan Gerhana | WIB | WITA | WIT |
|---|---|---|---|
| GBP dimulai | 15:44 WIB | 16:44 WIB | 17:44 WIB |
| GBS dimulai | 16:50 WIB | 17:50 WIB | 18:50 WIB |
| GBT dimulai | 18:04 WIB | 19:04 WIB | 20:04 WIB |
| Maksimum | 18:34 WIB | 19:34 WIB | 20:34 WIB |
| GBT berakhir | 19:02 WIB | 20:02 WIB | 21:02 WIB |
| GBS berakhir | 20:17 WIB | 21:17 WIB | 22:17 WIB |
| GBP berakhir | 21:22 WIB | 22:22 WIB | 23:22 WIB |
Peristiwa
2 Maret — Bulan — Regulus

Bulan tampak berpasangan dengan Regulus, bintang paling terang di rasi Leo, satu hari sebelum purnama. Keduanya hanya terpisah 0,75º dan bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai jelang fajar. Regulus terbenam pukul 05:13 WIB keesokan harinya, disusul Bulan pukul 05:31 WIB.
8 Maret — Venus — Saturnus

Venus berpapasan dengan Saturnus dan hanya terpisah 0,5º. Keduanya bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai saat keduanya terbenam. Venus terbenam pukul 18:55 WIB disusul Saturnus 2 menit kemudian. Saat Matahari terbenam, kedua planet ini berada 12º di atas horison, cukup rendah tapi masih bisa diamati.
10 Maret — Bulan — Antares

Bulan berpapasan dekat dengan bintang Antares, bintang paling terang di rasi Scorpius. Keduanya berpapasan sangat dekat hanya 3º. Antares terbit pukul 22:47 WIB disusul Bulan pukul 23:01 WIB.
15 Maret — Merkurius — Mars

Merkurius dan Mars berpapasan dekat hanya terpisah 3,5º sebelum fajar menyingsing. Kedua planet ini sangat rendah di ufuk timur sehingga tidak mudah diamati. Merkurius terbit pukul 04:59 WIB disusul Mars satu menit kemudian. Matahari terbit pukul 05:54 WIB.
18 Maret — Bulan — Merkurius — Mars

Bulan sabit tipis berpapasan dekat dengan Mars hanya terpisah 1,6º dan membentuk segitiga dengan Merkurius yang terpisah 4,6º dari Bulan. Ketiganya bisa diamati sebelum fajar menyingsing. Ketiga objek ini masih rendah di ufuk timur sehingga tidak mudah diamati. Merkurius terbit pukul 04:42 WIB disusul Mars pada pukul 04:57 WIB dan Bulan pada pukul 05:01 WIB. Matahari terbit pukul 05:54 WIB.
20 Maret — Bulan — Venus

Bulan sabit tipis satu hari setelah Bulan baru berpapasan dengan Venus dan terpisah 4º. Keduanya bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai saat keduanya terbenam beriringan. Bulan terbenam pukul 18:42 WIB disusul Venus pukul 19:01 WIB.
20 Maret – Ekuinoks
Matahari berada di ekuinoks atau di atas garis khatulistiwa. Lamanya siang dan malam menjadi sama yakni 12 jam. Bagi masyarakat di belahan bumi utara, tanggal 20 Maret merupakan Vernal Ekuinoks atau titik balik musim semi yang menandai awal musim semi. Di belahan Bumi selatan, ekuinoks di bulan Maret merupakan ekuinoks musim gugur yang menandai awal musim gugur.
Vernal Ekuinoks akan terjadi tanggal 20 Maret pukul: 21:45 WIB, ketika Matahari berada di rasi Pisces.
23 Maret — Bulan — Pleiades

Bulan berpapasan dengan gugus bintang Pleiades (M45) si Lintang Kartika dan terpisah 1,5º. Keduanya bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai jelang tengah malam di horison utara-barat. Pleaides terbenam 21:24 WIB dan disusul Bulan sepuluh menit kemudian.
26 Maret — Bulan — Jupiter

Bulan berpapasan dengan planet Jupiter dan bisa diamati setelah Matahari terbenam sampai tengah malam. Jupiter terbenam pukul 00:35 WIB disusul Bulan dua menit kemudian.
29 Maret — Bulan — Regulus

Bulan tampak berpasangan dengan Regulus, bintang paling terang di rasi Leo. Keduanya hanya terpisah 2,7º dan bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai jelang dini hari. Bulan terbenam pukul 03:25 WIB keesokan harinya, disusul Bulan dua menit kemudian.
Rasi Bintang & Bima Sakti
Pertengahan Maret menjadi waktu terbaik untuk bisa menikmati keindahan langit malam saat Bulan berada pada fase Bulan Baru dari tanggal 12 – 22 Maret.
| Bintang | Kecerlangan (Mag) | Rasi bintang | Waktu terbit (WIB) | Waktu terbenam (WIB) |
|---|---|---|---|---|
| Shaula | 1.60 | Scorpius | 00:26 | 13:11 |
| Rasalhague | 2.10 | Ophiuchus | 00:55 | 12:44 |
| Kaus Australis | 1.80 | Sagittarius | 01:19 | 13:59 |
| Vega | 0.00 | Lyra | 02:13 | 13:30 |
| Altair | 0.80 | Aquila | 03:09 | 15:02 |
| Deneb | 1.20 | Cygnus | 04:23 | 15:28 |
| Fomalhaut | 1.20 | Piscis Austrinus | 05:55 | 18:29 |
| Alpheratz | 2.10 | Andromeda | 07:41 | 19:07 |
| Achernar | 0.46 | Eridanus | 08:10 | 21:35 |
| Aldebaran | 0.90 | Taurus | 12:00 | 23:42 |
| Rigel | 0.20 | Orion | 12:26 | 00:32 (+1) |
| Capella | 0.10 | Auriga | 13:02 | 00:01 (+1) |
| Canopus | -0.74 | Carina | 13:03 | 02:15 (+1) |
| Betelgeuse | 0.50 | Orion | 13:15 | 01:05 (+1) |
| Sirius | -1.46 | Canis Major | 13:52 | 02:07 (+1) |
| Procyon | 0.38 | Canis Minor | 14:57 | 02:50 (+1) |
| Regulus | 1.40 | Leo | 17:29 | 05:15 (+1) |
| Acrux | 1.30 | Crux | 18:45 | 08:39 (+1) |
| Gacrux | 1.60 | Crux | 19:02 | 08:31 (+1) |
| Mimosa (? Cru) | 1.30 | Crux | 19:14 | 08:53 (+1) |
| Beta Centauri | 0.60 | Centaurus | 20:28 | 10:10 (+1) |
| Spica | 1.00 | Virgo | 20:34 | 08:47 (+1) |
| Alpha Centauri | 0.00 | Centaurus | 21:03 | 10:47 (+1) |
| Arcturus | -0.05 | Boötes | 21:40 | 09:22 (+1) |
| Antares | 1.10 | Scorpius | 23:29 | 11:59 (+1) |
Bintang-bintang tersebut cukup terang untuk dapat dijadikan panduan dalam pengamatan.
Peta Bintang 1 Maret 2026
Peta Bintang 15 Maret 2026
Kampanye Langit Gelap
10–19 Maret — Kampanye Globe At Night
Di bulan Maret, Kampanye Globe At Night atau Kampanye langit gelap untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek dari polusi cahaya diadakan dari 10–19 Maret. Pengamat diajak untuk mengamati rasi bintang yang sudah ditentukan dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang yang bisa dilihat di rasi tersebut. Berapa banyak bintang yang bisa dikenali akan menjadi indikasi tingkat polusi cahaya di area tersebut.
Pengamat di utara bisa mengamati rasi Orion dan rasi Leo, sedangkan pengamat di selatan mengamati rasi Canis Mayor. Pengamatan dilakukan mulai pukul 20:00 – 22:00 waktu lokal.
Tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak bintang di rasi tersebut yang tampak.
Pengamat bisa menggunakan modul yang sudah disediakan untuk melakukan identifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasinya.
28 Maret — Kampanye Earth Hour
Kampanye Earth Hour aka Jam Bumi juga akan berlangsung pada tanggal 28 Maret 2026. Masyarakat yang ingin ikut serta bisa mematikan lampunya selama satu jam dari pukul 20:30 – 21:30 waktu lokal. Tujuan kampanye Earth Hour memang untuk penghematan energi, namun para pecinta langit bisa menggunakan kesempatan ini untuk melihat perbedaan kondisi langit saat lampu dimatikan.
Clear Sky!















Tulis Komentar