Astronom telah menemukan lubang hitam supermasif yang melanggar segala aturan!

Sebagian besar galaksi memiliki lubang hitam supermasif di pusatnya. Lubang hitam ini tumbuh dengan melahap awan-awan debu dan gas di sekitar layaknya mesin penyedot debu raksasa. Saat lubang hitam makan, gas berpusar masuk dan memanasi sekelilingnya sehingga tampak “memendarkan” berbagai macam cahaya. Kadang-kadang astronom melihatnya sebagai suar sinar-X yang terang, dan kadang-kadang berupa semburan gelombang radio.
Seperti terbatasnya jumlah permen yang boleh dimakan setiap hari, ada pula batas kecepatan makan untuk lubang hitam supermasif. Batas ini disebut batas Eddington. Kalau lubang hitam makan terlalu cepat, gas akan memanas dan energi yang dilepaskan dari gas panas itu akan mendorong gas-gas yang mengalir masuk. Akibatnya, aliran gas akan melambat. Di sinilah perbedaannya! Lubang hitam supermasif yang baru ditemukan ini melanggar batas kecepatan makan.
Dengan menggunakan Teleskop Subaru, tim astronom internasional menemukan lubang hitam supermasif dari masa ketika alam semesta masih sangat muda. Lubang hitam ini tumbuh pesat dengan melahap gas 13 kali lebih cepat dari batas Eddington. Selain itu, lubang hitam tersebut memancarkan sinar-X dan gelombang radio dalam waktu bersamaan, hal yang tidak mungkin terjadi secara teori. Benar-benar pelanggar aturan!
Para astronom menduga lubang hitam supermasif ini sedang dalam fase khusus di kehidupannya, yaitu fase melahap banyak gas dengan sangat cepat, melanggar batas Eddington, lalu memancarkan sinar-X dan gelombang radio, sebelum akhirnya tenang dan stabil. Ini mirip dengan bayi ketika tinggi dan beratnya bertambah pesat.
Para astronom senang sekali akhirnya dapat melihat pertumbuhan lubang hitam dari waktu ke waktu di alam semesta dini. Dengan penemuan ini, mereka selangkah lebih maju dalam memahami cepatnya pembentukan lubang hitam masif di alam semesta dini.
Fakta Keren
Massa lubang hitam supermasif jutaan bahkan miliaran kali massa Matahari. Sagittarius A* adalah lubang hitam supermasif di pusat Galaksi Bimasakti.















Tulis Komentar