Planet dan Bintang Pengembara

Planet mengitari bintang, dan bintang mengitari pusat galaksi. Tapi, ada yang mengembara sendirian di ruang antarbintang dan antargalaksi.

Ilustrasi planet pengembara di Asosiasi bintang Upper Scorpius OB. Kredit: NOIRLab/NSF/AURA/J. da Silva

Para astronom menemukan ada planet dan juga bintang yang mengarungi perjalanan sendirian di ruang antarbintang. Planet seperti ini dijuluki planet mengambang bebas atau planet nomad atau planet pengembara. 

Disebut pengembara karena planet ini memang tidak berada dalam sebuah sistem keplanetan dan tidak mengitari bintang. Mirip anak yatim piatu tanpa orang tua, planet pengembara juga tidak mengorbit bintang induk. Tidak ada bintang ataupun planet lainnya yang mengikat planet pengembara. 

Planet pengembara memang tak punya rumah. Tapi, dulu planet ini punya rumah. Sama seperti planet lainnya, sebelum menjadi planet pengembara, planet ini pun terbentuk dalam sebuah sistem keplanetan dengan bintang induk di pusat. Tapi, proses pembentukan yang penuh kekerasan pada akhirnya membuat planet kehilangan rumahnya dan mengembara di ruang antarbintang.

Seperti planet pada umumnya, planet pengembara terbentuk dari interaksi gas dan debu yang ada dalam piringan protoplanet di sekeliling bintang muda. 

Partikel-partikel di piringan bertabrakan dan bergabung membentuk cikal bakal planet yang terus bertumbuh sampai akhirnya terbentuklah planet yang mengitari bintang pusat.  

Selama proses pembentukan planet sampai sistem tersebut stabil, papasan dekat atau bahkan tabrakan antara planet-planet yang baru terbentuk umum terjadi. Ketika planet saling bertabrakan atau berpapasan sangat dekat, maka bisa saja planet hancur atau justru terlontar keluar dari sistem.

Planet memang bisa terlontar keluar dari sistem. Hal ini terjadi akibat gangguan gravitasi saat papasan dengan planet atau bintang lain. Tanpa bintang yang harus dikitari, planet-planet ini akan bergerak bersama bintang lain di dalam galaksi untuk mengitari pusat galaksi. 

Untuk membedakan planet pengembara dari bintang dalam hal ini katai coklat, maka kita bisa lihat dari massanya. Jika massa objek kurang dari 13 massa Jupiter, maka objek tersebut bisa digolongkan sebagai sebuah planet pengembara.

Tapi, planet pengembara bisa saja tidak selamanya mengembara di ruang antarbintang. 

Jika dalam pengembaraannya, planet nomad ini bertemu dengan bintang lain dan ditangkap oleh gravitasi bintang tersebut, maka planet pun menemukan rumah atau sistemnya yang baru. 

Tapi jika planet tak pernah tertangkap bintang maka planet ini akan terus berkelana di ruang antarbintang. 

Tidak mudah untuk menemukan planet pengembara. Planet tidak memiliki cahaya sendiri. Ketika planet ini sudah terlontar keluar dari sistem, maka planet hanya objek dingin tanpa memancarkan cahaya yang mengembara di ruang antarbintang yang gelap. Akibatnya, tidak mudah bagi astronom untuk menemukan planet pengembara.

Sampai saat ini ada 30 kandidat planet pengembara yang sudah ditemukan. Beberapa di antaranya diduga merupakan bintang katai coklat atau bintang yang gagal memicu pembakaran di dalam dirinya. 

Anomali juga terjadi pada bintang. 

Ada bintang-bintang yang mengembara sendirian di ruang antar galaksi atau sederhananya bintang-bintang ini tidak berada dalam sebuah galaksi. Bintang-bintang ini disebut sebagai bintang antargalaksi atau bintang pengembara.

Sama seperti planet pengembara, bintang antar galaksi atau bintang pengembara pada awalnya tidak terpisah dari rumahnya. Bintang-bintang ini terikat oleh gravitasi dalam sebuah galaksi dan mengitari pusat galaksi bersama bintang lainnya. 

Tapi, bintang-bintang ini kemudian terlontar keluar dari galaksi tempatnya berdiam. 

Ada dua cara bintang bisa terpisah dari galaksi. Yang pertama adalah tabrakan galaksi. Peristiwa ini merupakan hal yang umum terjadi di alam semesta. Ketika tabrakan antar galaksi terjadi, galaksi yang bertabrakan akan bergabung membentuk galaksi baru yang lebih besar. Saat proses tabrakan antar galaksi terjadi, interaksi gravitasi menyebabkan sebagian bintang terlontar ke ruang antargalaksi yang kosong. Pada umumnya, bintang yang terlontar keluar selama proses tabrakan merupakan bintang dari galaksi yang lebih kecil. 

Cara lainnya melibatkan lubang hitam supermasif dan bintang ganda. Ketika salah satu anggota bintang ganda yang berada dekat lubang hitam supermasif ditarik oleh lubang hitam, bintang pasangannya akan dilontarkan dengan kecepatan melebihi kecepatan lepas galaksi rumahnya. Akibatnya bintang tersebut terlepas dari pengaruh gravitasi yang mengikatnya di dalam galaksi dan mengembara di ruang antargalaksi. Bintang ini juga bergerak dengan kecepatan tinggi dan dikenal sebagai bintang kecepatan hiper.

Bintang antargalaksi bukan objek langka. Pengamatan Teleskop Hubble menemukan 600 bintang antargalaksi di gugus Virgo yang berlokasi 60 juta tahun dari Bumi. Selain itu, pada tahun 2015, para astronom menemukan 675 bintang antargalaksi di tepi Bima Sakti yang mengarah ke galaksi Andromeda. 


Artikel ini merupakan kerjasama detikEdu dengan langitselatan dan telah diterbitkan di portalĀ detikEdu. Artikel ini dibuat khusus untuk DetikEdu dari artikel di Tanya LS: Apa itu Planet Pengembara dan Apakah Bintang Pengembara itu Ada?

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...