Planet Yatim Piatu, Pengembara di Ruang Angkasa

Ada planet tanpa bintang induk di Alam Semesta. Kita mengenalnya dengan sebutan planet mengambang bebas atau planet pengembara

Ilustrasi planet pengembara. Kredit: Universitas Bordeaux
Ilustrasi planet pengembara. Kredit: Universitas Bordeaux

Planet-planet ini mengembara dan “melayang” di ruang antar bintang tanpa mengorbit bintang. Terdengar aneh tapi planet-planet ini ada. Dan para astronom menemukan setidaknya ada 70 dan bahkan bisa sampai 170 planet tipe ini di wilayah dekat Bima Sakti. 

Penemuan ini merupakan yang terbanyak ditemukan dalam satu kelompok. Bahkan jumlah planet dalam kelompok ini hampir dua kali lipat dari jumlah seluruh planet pengembara yang sudah ditemukan sampai saat ini!

Asosiasi Bintang OB

Kelompok planet pengembara ini berada tidak jauh dari Bima Sakti, pada wilayah yang kita kenal sebagai asosiasi bintang OB Upper Scorpius. Lokasinya 420 tahun cahaya di rasi Scorpius dan Ophiuchus. Asosiasi bintang OB merupakan kelompok bintang yang terdiri dari perpaduan bintang tipe O dan tipe B. 

Bintang tipe O merupakan bintang yang sangat panas dan terang, serta sebagian besar cahaya yang dipancarkan adalah sinar ultraungu. Sedangkan bintang tipe B juga merupakan bintang yang sangat terang dan berwarna B. Bintang-bintang tipe ini juga sangat panas. Nah, bintang-bintang tipe O dan B memang melepaskan energi yang sangat besar sehingga usianya juga tidak panjang. Bintang-bintang ini biasanya ditemukan pada lingkungan yang sama. 

Asal Mula

Kelompok planet pengembara yang baru ditemukan, tidak berada di dekat orbit bintang-bintang ini. Planet-planet itu merupakan planet penyendiri yang mengembara di ruang angkasa. Dari data pengamatan selama lebih dari 20 tahun, para astronom menemukan paling banyak ada 170 planet pengembara di kelompok ini. Dan planet-planet ini seukuran Jupiter! 

Jika planet terbentuk dari cakram gas dan debu di sekeliling bintang, bagaimana planet-planet ini terbentuk dan kemudian terlontar keluar dari bintang induknya?

Perkiraannya, planet-planet ini terbentuk pada bintang tipe O atau B yang usianya pendek dan pada akhirnya meledak sebagai supernova. Tampaknya, planet-planet ini kemudian terlontar dari sistem saat bintang meledak. 

Ada banyak area pembentukan bintang seperti Upper Scorpius, dan itu artinya bisa jadi ada lebih banyak lagi planet pengembara di alam semesta yang belum ditemukan. 

Para astronom berharap, dengan beroperasinya Observatorium Vera C. Rubin dekade ini maka akan lebih banyak lagi planet pengembara yang ditemukan. 

Fakta keren:

Planet pengembara pertama kali ditemukan pada tahun 1990-an. Untuk bisa menemukan 70 planet ini, para ilmuwan melakukan pencarian dalam 80.000 citra medan-lebar yang dipotret selama lebih dari 20 tahun.

Observatorium Vera Rubin yang sedang dibangun di Chile dinamai Vera C. Rubin dari nama astronom perempuan yang punya peran penting pada abad-20.  Vera Rubin dikenal sebagai ibu dari materi gelap. Penelitian yang dilakukan Vera Rubin mengonfirmasi keberadaan materi gelap, materi misterius yang tidak bisa dilihat keberadaannya. Alam semesta kita didominasi oleh energi gelap dan materi gelap. 


Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang yang dikembangkan dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...