Kehidupan di Venus?

Astronom dan juga kita tentu ingin tahu apakah ada kehidupan lain di planet lain di Alam Semesta. Hari ini ada pengumuman penting tentang tanda kehidupan dari planet tetangga Bumi.

Fosfin yang ditemukan di atmosfer Venus. Kredit: ESO/M. Kornmesser/L. Calçada & NASA/JPL/Caltech
Fosfin yang ditemukan di atmosfer Venus. Kredit: ESO/M. Kornmesser/L. Calçada & NASA/JPL/Caltech

Molekul Spesial

Hari ini, tim astronom internasional mengumumkan penemuan fosfin di atmosfer Venus. Fosfin adalah molekul langka yang dianggap sebagai tanda kehidupan!

Di Bumi, molekul ini biasanya diproduksi oleh mikroba khusus yang hidup pada lingkungan tanpa oksigen. Tentu saja ini bukan hal biasa karena makhluk hidup di Bumi memerlukan oksigen untuk bisa bertahan hidup.

Sudah lama memang para astronom menduga bahwa awan tinggi di Venus bisa menjadi rumah bagi mikroba. Ini karena semakin tinggi dari permukaan Venus, suhunya semakin hangat. Kalau tetap berada di permukaan, tentu saja kehidupan tidak bisa bertahan karena suhunya sangat panas.

Meskipun pada awan tinggi suhunya cukup hangat yakni 30ºC, bagian mengandung asam yang sangat tinggi. Karena itu, lokasi ini pun masih tidak nyaman untuk mikroba yang sedang mencoba bertahan hidup.

Kolaborasi dan Eksplorasi Masa Depan

Molekul fosfin pertama kali dideteksi saat para astronom melakukan pengamatan dengan Teleskop James Clerk Maxwell di Hawai’i. Penemuan mengejutkan ini kemudian dikonfirmasi oleh teleskop radio Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) di Chili.

Penemuan ini penting karena para astronom bisa mengesampingkan kemungkinan lain pembentukan fosfin. Akan tetapi, mereka juga memahami bahwa untuk mengonfirmasi penemuan kehidupan di Venus masih butuh waktu dan penelitian yang lebih akurat. Jadi di masa depan, akan ada lebih banyak penelitian yang dilakukan baik dari Bumi maupun oleh wahana yang dikirimkan untuk mempelajari Venus. Dan pastinya masih akan ada banyak penemuan menarik.

Fakta keren

Venus adalah salah satu objek paling terang di langit malam! Tapi, hanya bisa dilihat untuk rentang waktu yang pendek, sebelum Matahari terbit (di timur) atau setelah Matahari terbenam (di barat).


Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang yang dikembangkan dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.