Tarian Waltz Bintang & Lubang Hitam

Ada tiga objek yang sedang menari di sistem bintang dekat. Lebih tepatnya ada dua bintang yang sedang menari waltz bersama lubang hitam. Yang lebih keren, lubang hitam tersebut adalah yang terdekat dari Bumi!

Sistem bertiga HR 6819 yang terdiri dari dua bintang (warna biru) dan sebuah lubang hitam (warna merah). Kredit: ESO/L. Calçada
Sistem bertiga HR 6819 yang terdiri dari dua bintang (warna biru) dan sebuah lubang hitam (warna merah). Kredit: ESO/L. Calçada

Penemuan ini tidak disengaja!

Awalnya, para astronom melakukan pengamatan sistem HR 6819 yang dikira pasangan bintang ganda di rasi Teleskopium dengan teleskop 2,2 meter milik ESO di Observatorium La Silla, Chili.

Pasangan bintang ganda yang diamati merupakan bintang masif dan panas, yang lebih terang dari Matahari. Salah satu bintang masih membakar hidrogen jadi helium, sedangkan satu bintang lainnya adalah bintang raksasa yang sedang membakar helium jadi karbon. Jika demikian, bintang ini sudah termasuk tua dan akan segera mengakhiri hidupnya.

Pengamatan memperlihatkan bukti keberadaan objek misterius yang tidak tampak

Dalam pengamatan, para astronom melihat ada tarian spesial dari kedua bintang. Salah satu bintang seperti sedang menari mengelilingi objek tak terlihat setiap 40 hari. Bintang kedua yang lebih terang justru tidak ikut menari setiap 40 hari. Bintang terluar ini bergerak sangat lambat mengelilingi pasangan di dalamnya dari jarak yang sangat jauh.

Ternyata, bintang di dalam itu sedang berdansa bersama lubang hitam. Jarak kedua objek ini 35 juta km dan keduanya saling mengelilingi setiap 40 hari. Yang paling mengejutkan, sistem bintang bertiga tersebut termasuk dekat dari Bumi. Jaraknya hanya 1000 tahun cahaya dari Bumi!

Hasil ini sekaligus mengonfirmasi bahwa lubang hitam dalam sistem HR 6819 merupakan lubang hitam terdekat dari Bumi yang kita ketahui!

Tak cuma itu, sistem bintang yang menjadi rumah bagi lubang hitam tersebut bisa dilihat dengan mata tanpa alat, dari Bumi belahan selatan jika langit cerah dan sangat gelap! Jika demikian, kita di Indonesia pun bisa melihat kedua bintang dalam sistem tersebut.

Monster Yang Jinak

Penemuan lubang hitam di sistem HR 6819 memang tidak terduga. Lubang hitam dikenal sebagai monster di alam semesta yang melahap materi atau objek di dekatnya. Hampir semua lubang hitam yang sudah ditemukan memerlihatkan pola yang sama. Menarik materi di sekelilingnya sebagai mangsa yang siap dilahap. ketika materi tersebut jadi panas, maka terjadilah semburan sinar-X yang sangat kuat. Peristiwa ini menjadi tanda keberadaan lubang hitam.

Tapi kasus serupa tidak tampak pada sistem HR 6819.

Lubang hitam dalam sistem bertiga tersebut justru lebih tenang. Tidak terjadi kekerasan pada lingkungan sekitar. Karena itu, si objek misterius ini benar-benar gelap. Tapi, jejaknya masih ada sehingga para astronom bisa menemukan monster di alam semesta tersebut. Lubang hitam yang massanya 4 massa Matahari.

Para astronom menduga sejak Bima Sakti terbentuk sampai sekarang, sudah banyak bintang yang menjadi lubang hitam saat mengakhiri hidupnya. Diduga ada ratusan juta lubang hitam di Bima Sakti, tapi sampai saat ini hanya sedikit yang sudah ditemukan.

Penemuan lubang hitam yang tenang seperti pada sistem HR 6819 merupakan petunjukpenting untuk mencari lubang hitam lainnya di Bima Sakti.

Selain di sistem HR 6819, para astronom menduga ada lubang hitam serupa di sistem LB-1. Diduga, LB-1 juga merupakan sistem bertiga, meski masih perlu dilakukan pengamatan untuk memastikan.

Jika lubang hitam yang tenang tersebut bisa ditemukan, para astronom bisa memelajari proses pembentukan dan evolusi bintang-bintang yang memulai hidupnya sebagai bintang masif. Bintang yang akhir hidupnya menjadi lubang hitam memiliki massa lebih dari 8 massa Matahari. Saat bintang sudah tua dan meledak, bintang yang awalnya masif itu akan menyisakan lubang hitam.

Itu artinya, para astronom akan berburu lubang hitam dan tarian kosmis yang ada di dekat kita!

Fakta keren:

Meskipun jaraknya paling dekat di antara semua lubang hitam yang sudah ditemukan, tidak ada yang perlu ditakuti. Lokasinya sekitar 9.000.000.000.000 kilometer dari Bumi, atau sekitar satu miliar Tembok Raksasa China yang disambung!


Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang yang dikembangkan dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.