Foto Close-Up Matahari

Meskipun tampak seperti popcorn, sebetulnya ini adalah foto close-up Matahari yang paling jelas yang pernah dipotret!

Plasma panas yang mencapai permukaan Matahari yang berhasil dipotret DKIST. Kredit: NSO/AURA/NSF
Foto close-up Matahari. Kredit: NSO/AURA/NSF

Matahari adalah bintang terdekat dengan kita dan telah menjalani separuh hidupnya. Matahari telah bersinar selama sekitar 5 miliar tahun dan akan terus bersinar sekitar 4.5 miliar tahun lagi dari kala hidupnya.

Foto ini dipotret dengan menggunakan teleskop matahari dari puncak gunung di Hawaii. Foto ini memperlihatkan pola gas “mendidih” di permukaan Matahari. Masing-masing gelembung kira-kira sebesar pulau Kalimantan. Melalui gelembung-gelembung inilah panas dan energi dari kedalaman Matahari dibawa ke permukaan. Bintik-bintik terang dalam foto tersebut merupakan bagian atas gelembung tempat panas bergerak ke atas. Garis-garis gelap di sekeliling gelembung adalah tempat materi mendingin lalu bergerak turun.

Seperti di Bumi, Matahari memiliki cuaca buruk, seperti angin kencang dan hujan lebat. Tapi, berbeda dengan badai-badai yang sering melanda Bumi, hujan di Matahari bukanlah hujan air melainkan hujan gas bermuatan listrik dan superpanas, yang disebut plasma. Ketika letusan-letusan magnetik di Matahari melontarkan materi-materi matahari ke arah kita, materi-materi itu dapat berdampak pada penerbangan, mengganggu komunikasi satelit, dan mematikan gardu listrik sehingga menyebabkan putusnya arus listrik berkepanjangan dan merusak teknologi seperti GPS.

Bintik-bintik terang ini dapat membantu ilmuwan memahami bagaimana dan mengapa selubung gas panas Matahari, yang disebut korona, bertemperatur lebih dari sejuta derajat!

Fakta Menarik

Kita hanya bisa melihat korona Matahari pada saat gerhana matahari, ketika korona tampak di sekeliling Matahari seperti halo berwarna keperakan.

[divider_line]

Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang yang dikembangkan dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Ratna Satyaningsih

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.