Padang Memandang Matoari

Bulan Desember 2019 menjadi bulan yang istimewa bagi pecinta Astronomi. Momen Gerhana Matahari Cincin yang menyambangi beberapa kota di Indonesia menjadi kado manis di akhir tahun. Berbeda dengan momen-momen gerhana matahari sebelumnya, kali ini saya tidak turut dalam ekspedisi gerhana matahari langitselatan. Tim langitselatan mengamati gerhana matahari cincin di daerah Singkawang, tepatnya di Dayang Resort.

Saya tinggal di kota Padang. Kota ini memang tak dilalui cincin api matahari. Namun, saya tak berkecil hati. Piringan bulan yang menutupi matahari hingga 89 % sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Mengamati proses gerhana sendirian di halaman rumah pun rasanya seperti kurang pas. Alhasil, saya  mencari komunitas yang kira-kira berminat mengamat gerhana bersama-sama.  Pilihan saya jatuh pada sebuah kampung literasi yang bernama Bukik Ase.

Sebenarnya jauh-jauh hari, saya sudah memutuskan Bukik Ase sebagai lokasi pengamatan gerhana. Permintaan saya untuk melakukan pengamatan pun disetujui oleh admin Bukik Ase. Kami berkomunikasi melalui facebook sekitar bulan oktober.  Namun menjelang pengamatan gerhana, pesan saya tertanggal 26 dan 27 November 2019 tidak berbalas lagi. Hal ini berlangsung hingga bulan Desember.

Beruntung salah seorang pegiat home schooling di kota Padang, Miya Maharani, mengontak saya. Hingga akhirnya saya bisa bertemu dengan penggagas dan penggerak kampung literasi Bukik Ase, Yuzrizal KW. Di Sumatra Barat, beliau biasa dikenal dengan sebutan Uda KW atau Da KW. Dari informasi Uda KW ternyata admin Bukik Ase yang dulu pernah saya kontak ternyata sudah tidak aktif lagi. Hal inilah yang menyebabkan komunikasi saya kepada admin bukik ase di bulan November tidak berbalas.

Kegiatan pengamatan gerhana matahari sebagian pun akhirnya disusun dengan melibatkan komunitas yang lebih luas yaitu KOMBATS -komunitas belajar asyik tidak (di) sekolah-, Bukik Ase beserta para relawannya yang rata-rata masih mahasiswa, serta saya sendiri sebagai kontributor langitselatan. Dari hasil rapat yang berlangsung kurang dari satu jam, diputuskan kegiatan akan berlangsung selama dua hari.

Belajar Gerhana Matahari

Kegiatan pertama dilakukan pada tanggal 22 Desember 2019, hari minggu sore sekitar pukul 4. Cuaca di sore itu sedang gerimis. Namun hal ini tidak menyurutkan para relawan Bukik Ase, siswa siswa KOMBATS, serta peserta yang mayoritas adalah anak-anak untuk mengetahui tentang fenomena gerhana matahari. Beberapa orangtua tampak menemani putra-putri mereka yang antusias mengikuti materi. Materi yang diberikan meliputi proses terjadinya gerhana matahari, jalur gerhana matahari cincin, waktu pengamatan gerhana matahari sebagian di kota Padang, serta cara aman mengamatinya. Tak lupa di akhir kegiatan, peserta membuat pinhole camera dari kardus-kardus yang telah mereka bawa.

Gambar 1. Suasana saat pemaparan materi di saung Bukik Ase. Kredit: Bukik Ase
Gambar 1. Suasana saat pemaparan materi di saung Bukik Ase. Kredit: Bukik Ase
Gambar 2. Praktik Pembuatan Pinhole Camera menggunakan kardus bekas. Kredit: Bukik Ase
Gambar 2. Praktik Pembuatan Pinhole Camera menggunakan kardus bekas. Kredit: Bukik Ase
Gambar 3. Ujicoba pinhole camera di lapangan. Kredit: Bukik Ase.
Gambar 3. Ujicoba pinhole camera di lapangan. Kredit: Bukik Ase.

 

Pengamatan Gerhana Matahari Sebagian

Cuaca di tanggal 26 Desember 2019 sungguh berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Jika sebelumnya langit tertutupi awan kelabu, kini cuaca demikian cerah. Langit tampak membiru. Kegiatan di Bukik Ase dimulai sekitar pukul 09.00. Setelah acara dibuka oleh Uda KW,  Ibu Miya Maharani mendapat giliran berikutnya untuk memaparkan tentang kegiatan pengamatan kali ini. Usai pengagas KOMBATS berbicara, kini giliran saya memaparkan proses terjadinya gerhana matahari yang merupakan materi ulangan yang telah dilakukan di hari Minggu. Hal ini dilakukan karena banyak peserta yang tidak ikut dalam kegiatan sebelumnya. Namun, saya tak bisa berlama-lama menjelaskan. Tak terasa waktu kontak 1 untuk daerah kota Padang hampir tiba yaitu pukul 10:19.

Sekitar pukul 10:10 saya membagi 3 pos pengamatan. Pos pertama yaitu pengamatan dengan menggunakan kacamata matahari langitselatan. Pos ini dipercayakan pada Tya, salah seorang relawan Bukik Ase. Pos kedua yaitu pos pengataan gerhana dengan pinhole camera. Pos ini dipegang oleh anak-anak KOMBATS yaitu Hadi, Lucky, dan Pasha. Pos ketiga adalah pos teleskop yang dipegang oleh saya sendiri. Saya dibantu dengan salah seorang relawan Bukik Ase, Sonya. Di pos ini peserta tidak hanya mengamati gerhana saja, tetapi diberi kesempatan untuk mengabadikan momen gerhana sebagian dengan menggunakan ponsel cerdasnya. Kegiatan ini ditutup dengan pelaksanaan Sholat  Zuhur dan Sholat Gerhana di mushola Bukik Ase.

Gambar 4. Suasana saat pemaparan ulang tentang gerhana matahari. Kredit: Bukik Ase
Gambar 4. Suasana saat pemaparan ulang tentang gerhana matahari. Kredit: Bukik Ase
Gambar 5. Pengamatan gerhana matahari dengan teleskop. Kredit: AldinoAB
Gambar 5. Pengamatan gerhana matahari dengan teleskop. Kredit: AldinoAB
Gambar 6. Anak-anak antusias mengamati gerhana matahari dengan teleskop. Kredit: AldinoAB
Gambar 6. Anak-anak antusias mengamati gerhana matahari dengan teleskop. Kredit: AldinoAB
Gambar 7. Seorang anak mencoba mengabadikan gerhana matahari dengan ponsel. Kredit: AldinoAB
Gambar 7. Seorang anak mencoba mengabadikan gerhana matahari dengan ponsel. Kredit: AldinoAB
Gambar 8. Pengamatan dengan pinhole camera. Kredit: AldinoAB
Gambar 8. Pengamatan dengan pinhole camera. Kredit: AldinoAB
Gambar 9. Citra gerhana matahari sebagian yang terproyeksikan pada pinhole camera. Kredit: AldinoAB
Gambar 9. Citra gerhana matahari sebagian yang terproyeksikan pada pinhole camera. Kredit: AldinoAB
Gambar 10. Pengamatan dengan menggunakan kacamata matahari. Kredit: AldinoAB
Gambar 10. Pengamatan dengan menggunakan kacamata matahari. Kredit: AldinoAB

Ditulis oleh

Aldino Adry Baskoro

Aldino Adry Baskoro

alumnus astronomi ITB yang saat ini berprofesi sebagai pendidik di sekolahalam Minangkabau dan penulis di langitselatan.