Kenalkan, Bayi Raksasa Saat Alam Semesta Muda

Kalau kamu punya tongkat swafoto yang cukup besar untuk memotret alam semesta dari luar, apa yang akan tampak?

Supergugus Hyperion saat Alam Semesta masih muda. Kredit: ESO/L. Calçada & Olga Cucciati et al.
Supergugus Hyperion saat Alam Semesta masih muda. Kredit: ESO/L. Calçada & Olga Cucciati et al.

Alam semesta diisi oleh sesuatu yang disebut “jejaring kosmis”. Sebuah jejaring raksasa yang terbentuk oleh bintang yang saling terhubung dalam galaksi. Galaksi-galaksi yang ada juga terikat dalam sebuah grup dan grup galaksi itu membentuk jejaring yang dikenal sebagai gugus galaksi. Ketika gugus galaksi saling terhubung dan membentuk struktur sangat besar, kita menyebutnya supergugus.

Supergugus membentang ratusan juta tahun cahaya di angkasa.  Hampir 50 supergugus galaksi sudah ditemukan. Tapi, para astronom menduga kalau masih ada jutaan supergugus di Alam Semesta. Supergugus galaksi yang ada di alam semesta inilah yang membentuk jejaring raksasa yang dikenal sebagai jejaring kosmis.

Minggu ini, ada penemuan spuergugus baru di galaksi jauh berhasil ditemukan!

Supergugus galaksi yang diberi nama Hyperion ini masih bayi, dan kita sedang melihatnya terbentuk pada jarak 11 miliar tahun cahaya. Meskipun sedang bertumbuh, supergugus ini merupakan yang terbesar yang ditemukan pada jarak sedemikian jauh dari Bumi.

Jaraknya yang sangat jauh, membuat kita bisa melihat  supergugus ini ketika alam semesta masih muda. Ini karena cahaya yang datang dari supergugus itu butuh waktu untuk berkelana di alam semesta.

Untuk objek-objek jauh seperti supergugus ini, cahaya butuh waktu miliaran tahun untuk sampai ke Bumi. Jadi, yang sedang kita lihat adalah supergugus galaksi jutaan atau miliaran tahun lalu, saat Alam Semesta masih muda.

Bagi para astronom, penemuan ini tentu mengejutkan. Bagaimana ada struktur raksasa seperti supergugus ketika Alam Semesta masih sangat muda. Itu artinya dalam waktu yang cukup singkat, supergugus ini bisa terbentuk dan bertumbuh jadi struktur raksasa. Bahkan materi yang berhasil dikumpulkannya mencapai lebih dari satu juta miliar Matahari. Hampir sama dengan ukuran struktur terbesar yang ada di alam semesta sekarang!

Fakta Keren:

Supergugus dimana Bima Sakti berada adalah Laniakea, yang disusun oleh 100.000 galaksi!

[divider_line]
Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.