Semburan Sampah Radioaktif Akibat Tabrakan Bintang

Kita tentu pernah dengar tentang materi radioaktif yang mengubah Dr. Jon Osterman menjadi Dr. Manhattan dalam dunia Watcmen, maupun Banner yang berubah jadi Hulk dalam dunia Marvel.

Kenyataannya, radioaktivitas terjadi ketika partikel yang sangat kecil dalam elemen kimia memancarkan energi yang disebut radiasi.

Setiap hari, kita semua terpapar sejumlah kecil radiasi ini. Batu, kaca, bahkan pisang, secara alami memiliki sedikit sifat radioaktif (tidak cukup untuk bisa melukai). Radiasi biasanya digunakan di Rumah Sakit untuk mendiagnosa penyakit maupun menyembuhkan penyakit. Itu radioaktif yang bisa ditemui sehari-hari. Tapi, setiap tahunnya, ada ratusan bahkan ribuan ton sampah radioaktif yang diproduksi oleh reaktor nuklir.

Itu di Bumi. Radioaktif juga ditemukan di luar angkasa. Jumlahnya luar biasa besar dan tersebar di Bima Sakti. Hal ini sudah diketahui selama beberapa dekade. Yang masih jadi misteri adalah asal usul radioaktif yang ada di Bima Sakti tersebut.

Materi radioaktif ditemukan dalam sisa tabrakan sisa tabrakan dua bintang. Kredit: ALMA (ESO/NAOJ/NRAO), T. Kami?ski & M. Hajduk; Gemini, NOAO/AURA/NSF; NRAO/AUI/NSF, B. Saxton
Materi radioaktif ditemukan dalam sisa tabrakan sisa tabrakan dua bintang. Kredit: ALMA (ESO/NAOJ/NRAO), T. Kami?ski & M. Hajduk; Gemini, NOAO/AURA/NSF; NRAO/AUI/NSF, B. Saxton

Foto di atas memang sekilas tampak seperti gumpalan buram. Tapi yang ada di foto itu adalah puing-puing tabrakan kosmik dasyat.

Bertahun-tahun lampau, ada dua bintang seperti Matahari yang bertabrakan dan melontarkan materi ke angkasa (tampak yang berwarna oranye). Tabrakan yang terjadi tahun 1670 ini sangat terang dan tampak seperti bintang terang di langit malam selama beberapa bulan.

Tabrakan seperti ini memang sangat langka. Dari tabrakan itu terbentuk bintang redup CK Vulpeculae (CK Vul ) yang dikelilingi halo materi yang bercahaya. Bintang ini berada 2000 tahun cahaya dari Bumi. Tapi ada hal lain yang lebih menarik. Materi yang bersinar di sekeliling bintang itu ternyata mengandung materi radioaktif

Untuk pertama kalinya materi radioaktif di alam semesta bisa dideteksi secara langsung. Yang dieteksi adalah alumunium radioaktif (26Al, sebuah atom dengan 13 proton dan 13 neutron). Komponen kimia ini mirip materi yang digunakan untuk kertas aluminium, CD, dan rangka sepeda.

Jumlah aluminium radioaktif diperkirakan setara dengan tiga buah Matahari. Sebagian di antaranya terbentuk dari tabrakan bintang. Tabrakan dua Matahari yang reruntuhannya ditemukan ini hanya mengandung sedikit aluminium radioaktif. Karena itu, para astronom menduga masih ada sumber lain yang bersembunyi dan menunggu untuk ditemukan.

Fakta Keren

Ketika materi radioaktif memancarkan radiasi, maka materi itu mengalami peluruhan dan berubah jadi komponen kimia yang berbeda. Aluminium radioaktif yang ditemukan ini ternyata meluruh jadi magnesium dan bisa ditemukan pada sejumlah makanan yang berfungsi untuk menjaga tubuh tetap sehat.

[divider_line]
Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.