Gerhana Bulan Penumbra 11 Februari 2017

Musim gerhana 2017 dimulai dengan Gerhana Bulan Penumbra 11 Februari 2017. Saatnya untuk menikmati kehadiran bulan purnama sepanjang malam sambil menanti kontak pertama gerhana yang akan terjadi sebelum Matahari terbit.

Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 11 Februari 2017 mungkin bukan yang terbaik yang bisa dinikmati tahun ini. Tahun ini tidak ada gerhana matahari yang bisa diamati dari Indonesia. Dua gerhana bulan musim 2017 bisa diamati dari Indonesia meski tidak spektakuler.

Kontak Pertama Gerhana Bulan Penumbra 11 Februari 2017. Kredit: Star Walk
Kontak Pertama Gerhana Bulan Penumbra 11 Februari 2017. Kredit: Star Walk

Apalagi untuk gerhana bulan 11 Februari 2017, dimana hanya sebagian masyarakat Indonesia yang bisa mengamatinya.

Berbeda dari gerhana bulan total maupun gerhana bulan sebagian, Bulan tidak akan menghilang di langit malam. Bahkan tidak mudah untuk bisa mengetahui apakah Bulan sedang berada dalam kondisi Gerhana ataukah hanya Bulan Purnama biasa. Saat gerhana bulan penumbra, Bulan hanya tampak meredup atau berkurang kecerlangannya.

Geometri Gerhana Bulan. Kredit: langitselatan
Geometri Gerhana Bulan. Kredit: langitselatan

Gerhana bulan penumbra juga terjadi ketika Matahari – Bumi – Bulan mengalami kesejajaran. Dalam skema umum gerhana bulan, Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga cahaya Matahari terhalang dan tidak ada cahaya yang dipantulkan ke Bumi.

Saat Matahari – Bumi – Bulan sejajar dan Bumi menghalangi cahaya Matahari, Bulan akan memasuki bayangan Bumi. Posisi sejajar ketiga benda ini menyebabkan terbentuknya dua kerucut bayangan Bumi. Bayangan pada kerucut terluar adalah area bayangan penumbra dimana Bumi mengahalangi sebagian cahaya Matahari untuk mencapai Bulan. Sedangkan kerucut yang ada di dalam kerucut penumbra adalah kerucut umbra dimana Bumi menghalangi seluruh cahaya Matahari untuk mencapai Bulan.

Skema Gerhana Bulan Penumbra 11 Februari 2017. Kredit: langitselatan
Skema Gerhana Bulan Penumbra 11 Februari 2017. Kredit: langitselatan

 

Pada tanggal 11 Februari 2017, Bulan tidak akan masuk dalam umbra Bumi sehingga tidak terjadi gerhana bulan sebagian maupun total. Bulan akan berada dalam kerucut penumbra Bumi.

Akibatnya, Bumi hanya menghalangi sebagian cahaya Matahari untuk mencapai permukaan Bulan dan menutupi sebagian permukaan Bulan tersebut dalam bayangan Bumi. Sisa permukaan Bulan lainnya akan tetap menerima cahaya Matahari secara langsung. Akibatnya Bulan akan “tetap” tampak cemerlang seperti Bulan Purnama. Meskipun pada kenyataannya, cahaya yang dipantulkan Bulan akan mengalami peredupan.

Itu yang seharusnya bisa kita amati saat Gerhana Bulan Penumbra. Tapi, khusus untuk gerhana bulan penumbra 11 Februari 2017, masyarakat Indonesia tidak akan bisa melihat keseluruhan gerhana.

Wilayah dan Tahapan Gerhana

Visibilitas GBP 11 Februari 2017 dari Indonesia. Kredit: langitselatan
Visibilitas GBP 11 Februari 2017 dari Indonesia. Kredit: langitselatan

Gerhana Bulan Penumbra akan berlangsung selama 4 jam 19 menit 10 detik dengan kecerlangan -0,0354 magnitudo dan seharusnya dapat dengan mudah dilihat oleh mata tanpa alat sebagai bayangan gelap di bagian selatan Bulan. GBP 11 Februari 2017 bisa diamati oleh pengamat di wilayah Amerika, Eropa, Afrika, Timur Tengah, Asia.

Untuk pengamat di Indonesia, GBP 11 Februari 2017 hanya bisa dilihat dari sebagian wilayah Indonesia yakni wilayah Indonesia barat yang meliputi Sumatera, Jawa (kecuali sebagian Jawa Timur) dan sebagian Kalimantan.

Masyarakat Indonesia di daerah tersebut hanya bisa mengamati kontak pertama GBP saat bulan mulai masuk ke kerucut penumbra. Setelah itu, Bulan tenggelam dan Matahari terbit. Kontak pertama gerhana tidak akan memperlihatkan perubahan yang signifikan, apalagi sudah jelang fajar.

Kesulitan lain untuk bisa mengamati gerhana bulan penumbra kali ini, Bulan sudah berada di ufuk barat dan pengamat harus berada di lokasi yang horison barat bisa terlihat jelas tanpa terhalang gedung.

Wilayah lain Indonesia tidak akan dapat melihat gerhana bulan penumbra. Tahapan terjadinya gerhana pada tanggal 11 Februari 2017 adalah sbb:

Waktu Indonesia Bagian Barat
Awal Gerhana : 05:34:16 WIB
Puncak Gerhana : 07:45:03 WIB (tidak tampak, Bulan sudah terbenam)
Akhir Gerhana : 09:53:26 WIB (tidak tampak, Bulan sudah terbenam)

Waktu Indonesia Bagian Tengah (tidak tampak, Bulan sudah terbenam)
Awal Gerhana : 06:34:16 WITA
Puncak Gerhana : 08:45:03 WITA
Akhir Gerhana : 10:53:26 WITA

Waktu Indonesia Bagian Timur (tidak tampak, Bulan sudah terbenam)
Awal Gerhana : 07:34:16 WIT
Puncak Gerhana : 09:45:03 WIT
Akhir Gerhana : 11:53:26 WIT

Meskipun pengamat di Indonesia tidak bisa sepenuhnya menikmati kehadiran Gerhana Bulan Penumbra, kita bisa menikmati kawah-kawah di permukaan Bulan sepanjang malam. Selain itu parade planet sejak Matahari terbenam sampai fajar bisa jadi obyek menarik untuk diamati.

Setelah Matahari terbenam, ada Venus dan Mars di barat yang akan tenggelam pada pukul 20:36 WIB dan 21:00 WIB. Setelah kedua planet itu terbenam, si planet terbesar Jupiter akan mulai tampak di langit malam pukul 21:49 WIB.  Lewat tengah malam, atau tepatnya pada tanggal 11 Februari, Saturnus yang terkenal dengan cincinnya akan terbit pada pukul 01:57 WIB dini hari.

Komet 45P/Honda–Mrkos–Pajdušáková tanggal 11 Februari 2017 pukul 02:00 WIB. Kredit: Stellarium
Komet 45P/Honda–Mrkos–Pajdušáková tanggal 11 Februari 2017 pukul 02:00 WIB. Kredit: Stellarium

Jika ingin berburu komet, ada komet periode pendek 45P/Honda–Mrkos–Pajdušáková yang terbit pukul 01:30 WIB dini hari di kepala rasi Hercules di arah timur laut. Kecerlangan Komet 45P/Honda–Mrkos–Pajdušáková agak redup yakni 7,96 magnitudo. Dan sebelum fajar atau sebelum kontak pertama GBP, planet Merkurius akan terbit di ufuk timur pada pukul 04:46 WIB.

Clear Sky!

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.