Fenomena Langit Bulan Februari 2017

Cerita dari langit bulan Februari akan mengajak pengamat untuk melihat 5 planet yang dapat dilihat oleh mata tanpa alat, baik setelah Matahari terbenam maupun sebelum fajar menyingsing. Bulan Februari diawali oleh kehadiran Bulan, Venus dan Mars di langit senja. Memasuki pertengahan Februari, ada Gerhana Bulan Penumbra sebelum fajar menyingsing. Jelang akhir Februari ada atraksi cincin api di langit yang hanya bisa dinikmati masyarakat yang tinggal di Amerika Selatan.

Kontak Pertama Gerhana Bulan Penumbra 11 Februari 2017. Kredit: Star Walk
Kontak Pertama Gerhana Bulan Penumbra 11 Februari 2017. Kredit: Star Walk

Planet

Merkurius & Saturnus. Selama bulan Februari, planet Merkurius dan Saturnus masih hadir sebelum Matahari terbit. Dua minggu pertama bulan Februari merupakan kesempatan terbaik untuk bisa mengamati planet Merkurius di rasi Capricornus. Setelah itu, Merkurius akan tenggelam dalam pendar cahaya Matahari seiring waktu terbitnya yang semakin mendekati fajar dan planet kecil ini sudah bergeser ke rasi Aquarius.

Selain Merkurius, ada planet cincin Saturnus yang juga bisa dinikmati kehadirannya sebelum fajar menyingsing. Di awal bulan Februari, Saturnus terbit sekitar jelang dini hari dan bisa dinikmati kehadirannya sebelum Matahari bangun dari peraduannya.

Tanggal 21 Februari, Bulan akan berkonjungsi dengan Saturnus. Di sepanjang Februari, Saturnus akan tampak di rasi Ophiuchus dan kemudian bergerak ke rasi pemanah Sagittarius. Waktu terbit Saturnus akan bergeser dari pukul 02:50 WIB ke 01:12 WIB di penghujung Februari.

Venus & Mars. Si bintang kejora dan planet merah akan setia menemani setelah Matahari terbenam. Keduanya akan tampak selama beberapa jam sampai kedua planet ini terbenam di ufuk barat sekitar pukul sembilan malam. Tanggal 1 Februari, Venus, Mars dan Bulan akan tampak sejajar di langit senja. Keesokan harinya si bintang kejora akan berpasangan dengan si planet Merah setelah Matahari terbenam.

Selama bulan Februari, Venus akan tampak dengan kecerlangan -4,6 magnitudo di rasi Pisces bersama Mars.

Jupiter. Planet terbesar di Tata Surya ini akan tampak sepanjang bulan Februari di rasi Virgo mulai jelang tengah malam sampai fajar menyingsing. Pada tanggal 15 Februari, Jupiter dan Bulan akan berkonjungsi sejak keduanya terbit jelang pukul 10 malam.

Uranus & Neptunus. Planet Uranus dan Neptunus juga dapat dinikmati sepanjang bulan Februari setelah Matahari terbenam. Uranus akan tampak di rasi Pisces dan Neptunus di rasi Aquarius. Di akhir Februari, Neptunus terbenam tak lama setelah Matahari terbenam.

Untuk bisa menikmati kedua planet es raksasa ini harus menggunakan alat bantu berupa teleskop ataupun binokuler.

Bulan

Skema Fase Bulan di bulan Februari 2017. Kredit: Wicak Soegijoko / langitselatan
Skema Fase Bulan di bulan Februari 2017. Kredit: Wicak Soegijoko / langitselatan

Awal bulan Februari akan ditandai dengan kehadiran Bulan sabit tipis yang sedang menuju fase seperempat awal.

4 Februari. Bulan Kuartir Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari sambil menikmati kehadiran Jupiter, Saturnus dan Merkurius.

6 Februari. Bulan di perigee. Bulan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 368.816 km.

11 Februari. Bulan Purnama. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.

18 Februari. Bulan Kuartir Akhir. Bulan terbit tengah malam dan terbenam siang hari pada pukul 12:51 WIB. Bulan tampak dari tengah malam sampai jelang fajar.

18 Februari. Bulan di titik apogee. Bulan mencapai jarak dari Bumi pada jarak 404.376 km.

26 Februari. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Jadi Bulan dan Matahari akan tampak sepanjang hari.

Komet

Komet 45P/Honda–Mrkos–Pajdušáková
Komet periode pendek ini ditemukan oleh Minoru Honda pada tanggal 3 Desember 1948. Komet ini akan selalu mendekati titik terdekatnya dengan Matahari setiap 5,25 tahun. Komet 45P/Honda–Mrkos–Pajdušáková merupakan komet keluarga Jupiter yang berasal dari Sabuk Kuiper. Saat masuk ke area dalam Tata Surya, orbit komet 45P mengalami perubahan setelah bertemu Jupiter. Dan sejak itulah komet 45P berada dalam pengaruh gaya tarik Jupiter. Komet 45P mencapai titik terdekatnya dengan Matahari pada tanggal 31 Desember 2016 dan akan berpapasan dengan Bumi pada tanggal 11 Februari.

Sampai pertengahan Februari, komet 45P masih tampak di ufuk barat setelah Matahari terbenam. Komet 45P akan terbenam pada pukul 19:00 WIB dan terus bergeser ke pukul 18:00 WIB di akhir bulan Februari. Kecerlangan komet 45P di awal Februari masih 7,5 magnitudo dan semakin redup. Tidak mudah untuk bisa mengamati komet 45P di bulan Februari mengingat setelah Matahari terbena, komet 45P juga sudah terlalu rendah di horison, apalagi jika horison tertutup kabut dan awan.

Gerhana

Februari menandai awal musim gerhana tahun 2017, dimulai dengan Gerhana Bulan Penumbra dan dua minggu kemudian Gerhana Matahari Cincin.

11 Februari – Gerhana Bulan Penumbra
GBP 11 Februari jadi pembukan untuk musim gerhana tahun 2017. Berbeda dari gerhana bulan total maupun gerhana bulan sebagian, Bulan tidak akan menghilang di langit malam. Bahkan tidak mudah untuk bisa mengetahui apakah Bulan sedang berada dalam kondisi Gerhana ataukah hanya Bulan Purnama biasa. Saat gerhana bulan penumbra, Bulan hanya tampak berubah sedikit gelap, atau berkurang kecerlangannya.

Skema Gerhana Bulan Penumbra 11 Februari 2017. Kredit: langitselatan
Skema Gerhana Bulan Penumbra 11 Februari 2017. Kredit: langitselatan

Ketika Gerhana Bulan Penumbra, Bulan akan masuk dalam kerucut penumbra Bumi, dan tetap menerima sebagian cahaya Matahari untuk dipantulkan. Kontak pertama Gerhana Bulan Penumbra 11 Februari terjadi pukul 05:34:16 WIB. Setelah itu pengamat tidak lagi berkesempatan melihat puncak gerhana karena Matahari sudah terbit. Untuk informasi, puncak GBP terjadi pukul 07:43:52 WIB dan gerhana berakhir pukul 09:53:26 WIB.

Untuk Gerhana Bulan Penumbra 11 Februari 2017, sebagian masyarakat Indonesia bisa mengamati gerhana ini. Atau lebih tepatnya masyarakat yang berada di Sumatera, sebagian Jawa, dan sebagian kecil Kalimantan. Itupun hanya sesaat, karena gerhana dimulai ketika Bulan akan terbenam dan fajar menyingsing.

26 Februari – Gerhana Matahari Cincin
Cincin api Matahari akan menghiasi langit dan membuat takjub semua orang yang melihatnya. Gerhana Matahari Cincin akan mengawali gerhana matahari di tahun 2017. Proses terjadinya gerhana matahari cincin sama saja dengan gerhana matahari total. Bedanya, Bulan sedang berada pada posisi yang jauh dari Bumi maka tidak seluruh piringan Bulan menutupi piringan Matahari. Karena itulah, piringan Bulan tampak lebih kecil dari piringan Matahari sehingga memberi bentuk cincin atau mungkin donat buat kita yang melihatnya.

Peristiwa

1 Februari — Bulan — Venus — Mars

Konjungsi Bulan, Venus dan Mars tanggal 1 Februari untuk pukul 19:00 WIB: Kredit: Star Walk
Konjungsi Bulan, Venus dan Mars tanggal 1 Februari untuk pukul 19:00 WIB: Kredit: Star Walk

Atraksi langit malam Februari dimulai dengan konjungsi Bulan sabit, Venus dan Mars. Ketiganya akan tampak beriringan di arah barat sejak Matahari terbenam sampai ketiganya juga terbenam. Venus akan terbenam lebih dahulu pada pukul 20:51 WIB disusul Mars pada pukul 21:13 WIB dan Bulan 21:41 WIB.

2 Februari — Venus — Mars

Konjungsi Venus dan Mars tanggal 2 Februari untuk pukul 19:00 WIB: Kredit: Star Walk
Konjungsi Venus dan Mars tanggal 2 Februari untuk pukul 19:00 WIB: Kredit: Star Walk

Bintang kejora dan planet merah, Mars akan jadi pasangan di langit setelah Matahari terbenam dengan jarak 5,4º. Keduanya bisa dilihat dengan mata tanpa alat di ufuk barat sampai Venus dan Mars terbenam pada pukul 20:50 WIB dan 21:12 WIB.

6 Februari — Bulan — Aldebaran
Bulan yang sedang berada di titik terdekat dengan Bumi, akan berkonjungsi dengan bintang Aldebaran aka Alpha Tauri di langit malam. Keduanya tampak berpasangan di rasi Taurus pada jarak 0,2º sejak Matahari terbenam sampai keduanya tenggelam di ufuk Barat.

11 Februari — Bulan — Regulus
Bulan Purnama dan Regulus, bintang paling terang di rasi Leo ini akan tampak berpasangan dan terpisah 0,8º sejak Matahari terbenam. Keduanya terbit setelah Matahari terbenam dan akan tampak sepanjang malam sampai Matahari terbit.

15 Februari — Bulan — Jupiter

Konjungsi Bulan dan Jupiter tanggal 15 Februari untuk pukul 23:00 WIB: Kredit: Star Walk
Konjungsi Bulan dan Jupiter tanggal 15 Februari untuk pukul 23:00 WIB: Kredit: Star Walk

Jupiter terbit pukul 21:29 WIB disusul Bulan pada pukul 21:31 WIB dan keduanya akan berpasangan di langit hanya terpisah 2,9º sampai Matahari terbit keesokan harinya. Jupiter dan Bulan bisa diamati di ufuk timur saat terbit sampai Matahari terbit.

21 Februari — Bulan — Saturnus

Konjungsi Bulan dan Saturnus tanggal 21 Februari untuk pukul 03:00 WIB: Kredit: Star Walk
Konjungsi Bulan dan Saturnus tanggal 21 Februari untuk pukul 03:00 WIB: Kredit: Star Walk

Bulan sabit tipis akan tampak berpasangan dengan Saturnus sejak keduanya terbit di ufuk timur dan hanya terpisah 3,9º. Bulan terbit lebih dahulu pada pukul 01:10 WIB disusul Saturnus 7 menit kemudian pada pukul 01:17 WIB. Keduanya bisa diamati sampai Matahari terbit pukul 05:55 WIB.

Rasi Bintang & Bima Sakti

Awal dan akhir bulan Februari menjadi waktu terbaik untuk bisa menikmati keindahan langit malam. Bimasakti dapat diamati membentang dari Timur Laut ke Barat Daya.

Bintang Sirius di rasi Canis Major, Betelguese dan Rigel di rasi Orion juga Aldebaran di rasi Taurus sebagai panduan.

Peta Bintang 1 Februari 2017:

Peta Bintang 1 Februari 2017 pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium
Peta Bintang 1 Februari 2017 pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium
Peta Bintang 1 Februari 2017 pukul 23:00 WIB. Kredit: Stellarium
Peta Bintang 1 Februari 2017 pukul 23:00 WIB. Kredit: Stellarium

Peta Bintang 15 Februari 2017:

Peta Bintang 15 Februari 2017 pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium
Peta Bintang 15 Februari 2017 pukul 19:00 WIB. Kredit: Stellarium
Peta Bintang 15 Februari 2017 pukul 23:00 WIB. Kredit: Stellarium
Peta Bintang 15 Februari 2017 pukul 23:00 WIB. Kredit: Stellarium

Kampanye Langit Gelap

Di bulan Februari, kampanye Globe At Night atau Kampanye langit gelap untuk untuk membangun kesadaran akan pentingnya langit gelap dan efek dari polusi cahaya diadakan dari 18 – 27 Januari. Pengamat di langit utara dan langit selatan diajak untuk mengamati rasi Orion dari berbagai lokasi untuk mengenali bintang yang bisa dilihat di rasi tersebut. Pengamatan bisa dilakukan di area tanpa polusi cahaya maupun area perkotaan yang penuh polusi cahaya.

Pengamat bisa menggunakan modul yang sudah disediakan untuk melakukan identifikasi bintang dan melihat tingkat polusi cahaya di lokasinya.

Seluruh fenomena langit di bulan Februari bisa disimak di Almanak.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.