Starkiller Base Telah Ditemukan!

Starkiller Base adalah markas First Order dalam film Star Wars: The Force Awakens. Markas tersebut tak hanya dua kali besarnya Death Star, tapi juga lebih kuat. Kita menontonnya di film saat menghancurkan lima planet sekaligus.

Seluruh kekuatan itu mestinya berasal dari suatu tempat, tapi dari mana Starkiller Base mendapatkan energi sebesar itu? Dari reaktor nuklir terbesar di galaksi: bintang-bintang.

Markas itu disebut “Starkiller” karena memang menguras kekuatan dari bintang-bintang untuk mengisi muatan meriamnya. Energi itu kemudian dilepaskan sebagai semburan radiasi yang mematikan.

Untungnya, baik First Order maupun Starkiller Base tidaklah nyata, tapi para astronom baru saja mendeteksi senjata-berbasis-sinar yang sebenarnya dan sama kuatnya.

Gambar berikut menunjukkan sistem biner (bintang ganda) yang terdiri atas dua bintang yang saling mengitari. Bintang katai merah di sebelah kiri dan bintang katai putih di sebelah kanan.

Gambar ini mengilustrasikan bintang katai putih sedang menyemburkan radiasi yang menyerang bintang katai merah pasangannya. Kredit: M. Garlick/University of Warwick/ESO.
Gambar ini mengilustrasikan bintang katai putih sedang menyemburkan radiasi yang menyerang bintang katai merah pasangannya. Kredit: M. Garlick/University of Warwick/ESO.

Meskipun bersama-sama menjelajah alam semesta, hubungan kedua bintang itu tidaklah akur.

Seperti halnya Starkiller Base, bintang katai putih mempercepat partikel-partikel hingga mendekati kecepatan cahaya (kecepatan tertinggi di alam semesta) dan mengarahkan partikel-partikel itu pada bintang pasangannya dengan pancaran yang mematikan. Ledakan terjadi begitu dahsyatnya hingga seluruh sistem bintang itu tampak bersinar terang dalam waktu singkat.

Kecerlangan tiba-tiba/denyutan ini menyebabkan para astronom dalam jangka waktu lama mengira sistem itu adalah bintang variabel. (Bintang variabel menjadi cerlang dan meredup secara bergantian sepanjang waktu.)

Meskipun kita telah mengetahui bahwa bintang neutron bisa berdenyut selama hampir lima puluh tahun, ini pertama kalinya bintang katai putih memperlihatkan perilaku yang sama!

Fakta menarik: Sistem bintang ganda ini bisa menjadi terang empat kali lipat hanya dalam waktu 30 detik!

[divider_line]

Sumber: Dipublikasi kembali dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia

Ditulis oleh

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.

Tulis komentar dan diskusi...