fbpx
langitselatan
Beranda » Langit Biru di Exoplanet GJ 3470b

Langit Biru di Exoplanet GJ 3470b

Ada planet yang juga memiliki langit biru seperti halnya Bumi. Planet itu mengitari sebuah bintang yang dalam skala astronomi cukup dekat dengan Bumi. Bintang tersebut jaraknya hanya 100 tahun cahaya dari Bumi.

Ilustrasi Bumi-super GJ3470b, yang mengorbit sebuah bintang nun jauh di ruang angkasa. Ukuran planet dan bintang pada ilustrasi ini menunjukkan perbedaan ukuran yang sebenarnya antara kedua objek. Kredit: NAOJ.
Ilustrasi Bumi-super GJ3470b, yang mengorbit sebuah bintang nun jauh di ruang angkasa. Ukuran planet dan bintang pada ilustrasi ini menunjukkan perbedaan ukuran yang sebenarnya antara kedua objek. Kredit: NAOJ.

Planet tersebut adalah planet GJ 3470b yang mengitari bintang katai merah. Bintang yang lebih dingin dari Matahari ini memiliki massa hanya setengah massa Matahari dan suhu hanya 3600 K. Satu tahun di planet GJ 3470b berlangsung cepat, hanya 3,3 hari.

Pengamatan planet GJ 3470b oleh dua teleskop di OAO (Okayama Astrophysical Observatory, NAOJ) pada tahun 2013, mengungkap keberadaan atmosfer tebal di exoplanet yang berukuran 4 kali Bumi tersebut. Massa exoplanet GJ 3470b diketahui 14 kali massa Bumi, melampaui batas massa planet Bumi super yang 10 massa Bumi. Karena itu ia digolongkan sebagai planet gas raksasa seukuran Neptunus. Ada yang menarik dari pengamatan para astronom Jepang terkait atmosfer GJ 3470b. Meskipun memiliki atmosfer tebal, planet ini tidak terlalu berawan.

Menyelidiki Atmosfer GJ 3470b
Meskipun para astronom yang melakukan pengamatan tersebut berhasil mengetahui kondisi atmosfer di GJ 3470b, akan tetapi tidak dengan komposisinya. Mengetahui komposisi planet menjadi penting untuk mengetahui bagaimana GJ 3470b bisa terbentuk. Apakah ia terbentuk pada posisinya saat ini yang berada sangat dekat dengan bintang induknya, hanya 0,03 AU atau dulunya terbentuk jauh dari bintang ban kemudian bermigrasi ke posisinya sekarang. Indikasinya adalah keberadaan elemen kimia yang bisa membeku pada temperatur rendah. Jika ada elemen seperti itu, artinya planet  GJ 3470b bermigrasi ke bagian dalam sistem. Jika tidak ada maka planet  GJ 3470b memang sejak awal terbentuk pada lokasinya saat ini.

Awan menjadi faktor penentu penting bagi pengamatan atmosfer di exoplanet. Dan demikian juga halnya dengan exoplanet GJ 3470b yang ternyata berawan dan berkabut tebal.

Planet GJ 3470b merupakan salah satu exoplanet yang ditemukan lewat metode transit dan keberadaannya yang sangat dekat dengan bintang induk menjadikan ia sebagai salah satu planet raksasa yang panas. Peristiwa transit atau gerhana terjadi ketika exoplanet melintas di depan bintang induknya dari sudut pandang pengamat. Ketika exoplanet melintas di depan bintang induk, exoplanet akan menyebabkan cahaya bintang meredup sesaat. Dari peristiwa transit ini jugalah para astronom bisa menentukan ukuran planet pada berbagai panjang gelombang untuk memperoleh spektrum atmosfernya. Spektrum inilah yang akan mengungkap komposisi atmosfer exoplanet GJ 3470b. Untuk exoplanet, pengukuran pada umumnya dilakukan pada panjang gelomvang inframerah ketika planet tampak sangat terang dan mudah diamati.

Kendala dari pengamatan ini adalah keberadaan awan yang menghalangi pandangan ke atmosfer atau memang pengukuran belum benar-benar presisi. Inilah yang menjadi problem para astronom yang selama ini mempelajari atmosfer beberapa exoplanet kecil dengan teleskop yang ada di Bumi dan di angkasa.

Baca juga:  Mari Kita Namai Dunia Asing di Bintang Lain!

Pengamatan untuk mempelajari atmosfer juga dilakukan oleh Diana Dragomir dari Universitas Chicago. Tujuan pengamatan ini untuk menyelidiki hasil pengamatan astronom lain terkait hamburan rayleigh yang terjadi di atmosfer GJ 3470b. Diana dan rekan-rekannya menggunakan teleskop pada jaringan LCOGT (Las Cumbres Observatory Global Telescope Network) untuk mengetahui apakah terjadi hamburan oleh partikel kecil melalui atmosfer GJ 3470b. Untuk keperluan ini, seluruh teleskop dalam jaringan LCOGT (Hawaii, Texas, Chile, Australia dan Afrika Selatan) diarahkan untuk mengamati transit planet  GJ 3470b. Hasil pengamatan transit dari semua teleskop kemudian digabung untuk mengkonfirmasi hamburan rayleigh di planet tersebut.

Hasil pengamatan memberikan cerita yang menarik. Planet GJ 3470b memiliki atmosfer tebal yang kaya hidrogen di bawah laposan kabut yang menghamburkan cahaya biru. Informasi ini seklaigus mengkonfirmasi kalau exoplanet GJ 3470b memiliki langit yang biru.

Hal lain yang menarik dari penelitian ini bukanlah pada penemuannya saja. Melainkan bagaimana pengamatan ini dilakukan, Jaringan teleskop LCOGT yang digunakan untuk mengamati transit exoplanet GJ 3470b merupakan jaringan teleskop kecil berukuran 1 dan 2 meter. Selain itu, data tambahan juga diperoleh dari pengamatan dengan teleskop Kuiper 1,5 meter di Arizona.

Artinya, teleskop-teleskop berukuran kecil juga mampu memainkan peran penting dalam perburuan exoplanet dengan teknologi tinggi saat ini.

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis Komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini