Pelukan Terakhir Sepasang Bintang

Saat kita melihat ke langit malam, bintang-bintang akan tampak seperti titik-titik cahaya. Tahukah kamu kalau setengah dari titik – titik cahaya itu bukanlah bintang tunggal. Mereka adalah bintang berpasangan atau bahkan lebih dari dua bintang yang berputar mengelilingi satu sama lainnya!

Bintang ganda masif yang akan mengakhiri hidupnya dalam ledakan dasyat. Kredit: ESO/L. Calçada
Bintang ganda masif yang akan mengakhiri hidupnya dalam ledakan dasyat. Kredit: ESO/L. Calçada

Bintang punya saudara dan terbentuk bersama itu biasa, tapi bintang yang tampak di foto merupakan pasangan bintang yang paling panas dan masif yang pernah ditemukan, dan keduanya berada sangat dekat satu sama lainnya.

Pada umumnya, bintang berdua atau bintang ganda, terpisah cukup jauh sehingga untuk bisa mengelilingi satu sama lainnya butuh waktu beberpa bulan, tahun atau bahkan berabad-abad. Pasangan bintang di foto tersebut justru berbeda. Mereka saling mengitari satu sama lainnya dalam waktu satu hari lebih. Tidak sampai dua hari Bumi! (Jangan lupa, Bumi mengelilingi Matahari selama 365 hari)

Kedua bintang ini sangat besar dan panas. Kalau digabungkan, massanya akan sama dengan massa 60 Matahari dan pembakaran di dapur kedua bintang ini mencapai suhu 40000 derajat Celsius. Suhu di permukaan Matahari cuma 6000 derajat Celsius. Itu pun sudah sangat panas. Tak percaya? Manusia di Bumi yang jaraknya 150 juta kilometer saja bisa mengalami sengatan matahari!

Tidak banyak pasangan bintang seperti ini yang bisa kita lihat karena kejadiannya sangat cepat. Tidak mudah untuk bisa menangkap basah aksi mereka. Bahkan tak lama lagi, pasangan bintang ini akan menghadapi malapetaka yang akan mengakhiri hidup keduanya. Ada dua kemungkinan yang akan dihadapi pasangan bintang ini.  Ledakan supernova atau ledakan sinar gamma yang jauh lebih dasyat. Foto yang ditampilkan di laman ini memperlihatkan pelukan terakhir kedua bintang sebelum menemui ajalnya.

Fakta menarik: Seluruh ledakan sinar gamma yang berhasil diamati, terjadi di luar galaksi bima Sakti dan tidak berbahaya bagi Bumi. Akan tetapi jika ledakan sinar gamma (GRB) terjadi di lingkungan Matahari, efeknya akan sangat berbahaya bagi planet kita.

[divider_line]

Sumber: Dipublikasi kembali dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.