IAU Siapkan 20 Dunia Asing Untuk Dinamai

Tahun 2014 International Astronomical Union dan Zooniverse meluncurkan kontes penamaan dunia asing yang diberi nama kontes NameExoWorlds. Kontes tersebut saat ini sudah memasuki tahap berikutnya dimana 20 dunia baru sudah dipilih untuk dinamai oleh klub maupun organisasi non profit yang sudah terdaftar di direktori IAU.

nameexoworld
Di masa lalu, benda-benda langit diberi nama oleh masyarakat dan pada umumnya setiap negara dan budaya memiliki penamaan yang berbeda. Bagi para astronom, sistem keplanetan baru yang ditemukan sejak tahun 1995 memiliki nama ilmiah yang mungkin bagi masyarakat terdengar aneh. Karena itulah IAU memutuskan untuk mengajak masyarakat terllibat dalam memberi nama populer bagi 20 sistem keplanetan yang sudah dikonfirmasi keberadaannya dan sudah dipelajari selama 20 tahun ini.

Dua puluh sistem yang dapat diberi nama oleh publik. Kredit: NameExoWorld
Dua puluh sistem yang dapat diberi nama oleh publik. Kredit: NameExoWorld

Ke-20 sistem yang dipilih berasal dari 20 sistem yang ditemukan sampai dengan 31 Desember 2008. Salah satu syarat penentuan ke-20 sistem ini adalah, mereka sudah ditemukan lebih dari 5 tahun. sistem yang bisa dinamai ini dipilih dari sistem exoplanet yang ditemukan lewat berbagai metode antara lain metode kecepatan radial, transit, lensamikro, dan pemotretan secara langsung.  Kontes NameExoWorlds memberikan kesempatan kepada masyarakat global untuk turut serta ambil bagian dalam penamaan dunia baru yang ditemukan para astronom. Penamaan ini tidak hanya untuk menamakan exoplanet melainkan juga bintang yang menjadi induk sistemnya.

Ke-20 sistem yang bisa dinamai tersebut tidak hanya terdiri dari sistem tunggal dengan satu planet melainkan juga sistem multipel dengan beberapa planet. Setiap organisasi diperkenankan untuk mengajukan 1 nama untuk 1 ExoWorld. Jumlah nama yang bisa diajukan akan disesuaikan dengan sistem yang dipilih. Untuk sistem tinggal maupun multipel, nama yang diajukan disesuaikan dengan jumlah planet ditambah dengan nama bintang induknya.

exoworld
Daftar 20 sistem ExoWorld untuk diberi nama. Kredit: NameExoWorld

Dari 20 sistem yang bisa dinamai, ada 5 bintang yang sudah memiliki nama populer dan tidak diperkenankan untuk diberi nama baru. Kelima bintang itu adalah Fomalhaut (alpha Piscis Austrini) yang merupakan satu dari empat bintang kerajaan Persia kuno bersama Aldebaran, Antares dan Regulus. Bintang kedua adalah Pollux (beta Geminorum), saudara kembar dari Castor. Pollux dan Castor adalah putra Zeus (Jupiter) dan Leda dari mitologi Yunani dan Romawi. Rasi Gemini diberi nama berdasarkan kisah si kembar ini. Tiga bintang lainnya yang sudah memiliki nama populer adalah gamma Cephei (Errai, yang artinya gembala dalam bahasa Arab), epsilon Tauri (Ain, mata kerbau dalam bahasa Arab), dan iota Draconis (Edasich, dari bahasa Arab). Bintang-bintang ini juga memiliki nama populer lain dalam berbagai budaya.

Secara keseluruhan ada 15 bintang dan 32 planet (47 Obyek) yang dapat diberi nama populer. Penjelasan terkait ke-20 bintang dan juga pesan dari para penemunya bisa dibaca di laman ExoWorlds.

Untuk dapat berpartisipasi, klub dan organisasi non profit harus terdaftar di Directory of World Astronomy selambat-lambatnya tanggal 1 Juni 2015. Setelah terdaftar, pengajuan nama sistem baru dapat didaftarkan di laman NameExoWorlds selambat-lambatnya tanggal 15 Juni jam 23:59 UTC. Pengajuan nama harus memenuhi persyaratan yang diberikan yakni:

  • Penamaan tidak lebih dari 16 karakter
  • Dalam satu suku kata
  • Mudah diucapkan dalam berbagai bahasa
  • Tidak menyinggung jika diadaptasi dalam semua bahasa dan budaya
  • Tidak mirip dengan nama obyek astronomi yang sudah ada.

Sebagai Tambahan:

  • Nama hewan tidak diperkenankan.
  • Nama yang secara prinsip maupun yang murni memiliki keterkaitan komersil tidak diperkenankan.
  • Nama perorangan, tempat dan kejadian yang memiliki keterkaitan dengan politik dan militer tidak diperbolehkan dan tidak cocok untuk digunakan.

Proses penamaan maupun penamaan benda langit harus memenuhi hak intelektual:

  • Harus mendapat persetujuan dari penemu, yang juga berpartisipasi dalam proses penamaan.
  • Nama yang akan digunakan saat diajukan harus bebas digunakan oleh publik ( tidak terdaftar memiliki copyright dan memiliki royalti seperti nama yang diciptakan dalam fiksi, buku, permainan, film dll)

Setelah tahap ini selesai, masyarakat global akan dapat melakukan voting untuk memilih nama favorit mereka dari nama populer yang sudah diajukan. Hasil dari kontes ini akan diumumkan dalam  IAU XXIX General Assembly di Honolulu, USA, tanggal 3–14 Agustus 2015.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.