Planet Laik Huni Yang Bukan Planet

Apakah ilmuwan selalu benar? Dan penelitian selalu menghasilkan sesuatu yang pasti? Tidak juga! Sebuah penelitian termasuk yang membuahkan penemuan tentu harus memenuhi kaidah penelitian dan pengujian. Tapi selalu saja ada pengujian kembali. Itulah yang terjadi dengan nasib dua exoplanet yang ditemukan oleh para astronom.

Gliese 581. Kredit ESO
Gliese 581. Kredit ESO

Adalah planet dari bintang katai merah Gliese 581 di rasi Libra yang jadi pengujian kembali. Gliese 581,  bintang katai merah yang massanya sepertiga massa Matahari merupakan bintang yang menyajikan keberadaan planet Bumi Super pertama di batas dalam zona laik huni sang bintang. Penemuan Gliese 581 c kemudian diikuti dengan penemuan planet lainnya di sistem tersebut. Tercatat ada 6 planet yang ditemukan di Gliese 581 dengan planet Gliese 581 g merupakan planet yang berada di tengah zona laik huni seperti halnya Bumi dan Gliese 581 d di batas luar zona laik huninya. Sayangnya planet Gliese 581 f masih belum dikonfirmasi dan Gliese 581 g masih menuai kontroversi keberadaannya.

Planet-planet Gliese 581 dalam peta zona laik huni bintang dibanding Tata Surya. Kredit: ESO
Planet-planet Gliese 581 dalam peta zona laik huni bintang dibanding Tata Surya. Kredit: ESO

Sistem Gliese 581 memang sistem pertama yang menjadi tonggak penemuan planet kebumian di zona laik huni, sekaligus sistem yang juga menuai kontroversi dengan keberadaan planet Gliese 581 g.

Tapi sepertinya jawaban dari pertanyaan tersebut sudah diperoleh lewat penelitian yang dilakukan oleh Penn State University.

Perbandingan jumlah planet Gliese 581 di tahun 2010 dan 2014. Gliese 581 d dan g dinyatakan sebagai sinyal yang salah dan bukan planet. Kredit: Penn State University
Perbandingan jumlah planet Gliese 581 di tahun 2010 dan 2014. Gliese 581 d dan g dinyatakan sebagai sinyal yang salah dan bukan planet. Kredit: Penn State University

Dalam rilis resminya, disebutkan bahwa untuk pertama kalinya para astronom berhasil membuktikan kalau sebagian sinyal yang diperkirakan datang dari dua planet yang mengorbit di zona laik huni si bintang induk, bukanlah sinyal dari planet itu sendiri. Ups!

Para astronom menemukan kalau dua planet di sistem Gliese 581 bukanlah planet karena sinyal yang diterima menunjukan kalau sinyal planet tersebut merupakan aktivitas yang terjadi di bintang.

Pencarian exoplanet termasuk di dalamnya planet di Gliese 581 dilakukan dengan deteksi kecepatan radial. Pendeteksian secara tak langsung tersebut dilakukan dengan melihat pergeseran pola pada spektrum cahaya. Pergeseran pada spektrum cahaya terjadi sebagai akibat gangguan gravitasi yang disebabkan oleh planet yang mengorbit sang bintang. Tapi, pergeseran Doppler dari grais serapan bintang juga bisa dihasilkan oleh peristiwa magnetik seperti bintik bintang yang terjadi pada bintang. Akibatnya muncul sinyal yang salah yang mengindikasikan keberadaan planet yang sesungguhnya tak pernah ada.

Dalam pencarian planet massa kecil, tanda-tanda dari peristiwa magnetik juga harus diperhitungkan untuk memperoleh pergeseran Doppler yang tepat dan bukan sinyal yang salah.  Peninjauan kembali pada pergeseran Dopler dari pengamatan spektroskopik Gliese 581 oleh spektograf HARPS di ESO dan HIRES di Keck, hanya 3 planet di Gliese 581 yang berhasil ditemukan kembali sedangkan dua planet lainnya yakni Gliese 581 d dan Gliese 581 g justru menghilang. Dari sini disimpulkan kalau kedua sinyal pada pengamatan awal bukan berasal dari planet melainkan dari aktivitas dan rotasi bintang.

Penelitian ini sekaligus menjadi tonggak lain untuk menemukan planet dan bisa memisahkan sinyal dari planet dan aktivitas di bintang sehingga di masa depan penemuan planet bisa lebih akurat dan menghindari sinyal yang salah dikonfirmasi sebagai planet. Akankah penemuan ini justru menempatkan lebih banyak planet sebagai sinyal yang salah ataukah semakin memperkukuh penemuan-penemuan lainnya?

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...