Beragam Wajah Langit Malam

Berbeda dari pengetahuan pada umumnya yang sering diperoleh atau cukup dipelajari lewat buku, maka sains bisa dipelajari juga lewat pengalaman sehari-hari. Bahkan, sains pada dasarnya merupakan pembelajaran tentang dunia di sekitar kita.

Messier 7, gugus bintang di alat penyengat rasi kalajengking. Kredit: ESO
Messier 7, gugus bintang di alat penyengat rasi kalajengking. Kredit: ESO

Lantas, bagaimana “mengalami” astronomi? Caranya sama seperti sains di bidang lainnya, yakni lewat pengamatan. Contohnya Messier 7, si gugus bintang dalam foto, bisa dilihat dengan mata tanpa alat.  Gugus bintang tersebut bisa ditemukan di “bagian penyengat” dari rasi bintang yang oleh sebagian besar orang dikenal dengan nama Scorpius aka si Kalajengking.

Sebagian besar orang, karena rasi bintang itu mirip agen rahasia, yang punya banyak nama dan karakter ketika berkeliling dunia. Contihnya di Indonesia, khususnya masyarakat di Jawa, mereka mengenal Scorpius sebagai bintang “Kelapa Doyong”. Atau penduduk asli Amerika Selatan yang melihat bintang-bintang di rasi bintang tersebut berbentuk “ular air”.

Tapi, tampaknya Scorpio atau Kalajengkin merupakan identitas tertua dan yang paling banyak dikenal masyarakat dunia. Nama tersebut pertama kali digunakan bangsa Sumer, yang hidup 5000 tahun lalu.

Fitur menarik yang tampak pada foto ini adalah debu kosmik yang tampak melesat di latar belakang. Dan para astronom pun teroda untuk menyimpulkan kalau debu tersebut merupakan sisa dari awan yang membentuk Messier 7. Sayangnya, garis-garis tersebut tidak punya hubungan apapun dengan bintang-bintang yang ada di situ.

Semenjak gugus bintang tersebut terbentuk 200 juta tahun lalu, galaksi Bimasakti sudah hampir menyelesaikan satu putaran terhadap dirinya sendiri. Pergerakan Bima Sakti telah menyebabkan terjadinya pergeseran dan juga pengorganisasian ulang bintang dan debu, serta memisahkan dan menghamburkan debu yang ada selama ribuan tahun.

Fakta menarik: Bagaimana kalau kamu keluar dan melihat sendiri rasi bintang di langit? Ada banyak situs web yang bisa menunjukkan obyek apa saja yang bisaditemui di langit malam. Salah satunya adalah Planetarium yang bisa dilihat di http://neave.com/planetarium/.

Sumber: Universe Awareness Space Scoop

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.