Putri Tidur yang Terjaga dari Tidurnya di Angkasa

500 juta mil dari Bumi, kala ia menjelajah angkasa dan mencapai daerah pinggiran Tata Surya, alarm berbunyi. Dentang yang membangunkan wahana ruang angkasa kecil itu dari tidurnya selama 2,5 tahun.

Ilustrasi saat Rosetta mendekati komet 67P/Churyumov-Gerasimenko. Kredit:  ESA–C. Carreau/ATG medialab
Ilustrasi saat Rosetta mendekati komet 67P/Churyumov-Gerasimenko. Kredit: ESA–C. Carreau/ATG medialab

Si wahana kecil itu bernama Rosetta. Setelah 10 tahun menjelajah angkasa dan melintasi lebih dari 800 juta kilometer, 20 Januari 2014, Rosetta bangun dan siap untuk melaksanakan misinya menuju komet 67P/Churyumov-Gerasimenko.

Rosetta ditenagai oleh sinar Matahari, atau yang kita kenal sebagai energi solar. Karena itu, semakin jauh Rosetta dari Matahari, semakin sedikit pula energi yang ia terima. Tiga puluh satu bulan lalu, Rosetta  menjelajah dekat dengan planet raksasa Jupiter, sehingga ia harus ditidurkan sejenak untuk bisa menyimpan tenaganya.

Perjalanan satu dekade melintasi Tata Surya, terbang beberapa kali di antara Mars dan Bumi bahkan juga mengunjungi beberapa asteroid, Rosetta akhirnya akan menjalani misi terakhirnya di tahun ini.

Di bulan Agustus, Rosetta akan mencapai komet dan mulai mengorbit komet tersebut. Selama dua bulan ia akan memetakan permukaan komet, dan mencari lokasi pendaratan bagi penjejak Philae (FEE-lay) yang ia bawa. Pendaratan direncanakan akan dilakukan tanggal 11 November yang sekaligus menjadi pendaratan pertama di komet!

Jika misi beresiko tinggi ini berhasil, maka akan ada imbalan yang besar.  Komet itu ibarat kapsul waktu, peninggalan dari masa ketika Tata Surya baru terbentuk. Dngan mempelajari komet, kita akan bisa memahami bagaimana rumah kita di Tata Surya bisa terbentuk.

Fakta menarik: Karena jarak Rosetta yang jauh dari Bumi, butuh waktu 50 menit bagi Bumi untuk bisa menerima pesan dari Rosetta.

Sumber: Universe Awareness Space Scoop

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.