Goldilocks dan Tiga Planet

‘Goldilocks dan Tiga Beruang’ adalah dongeng tentang seorang anak yang rewel. Dia tidak suka  buburnya terlalu manis, seperti bayi beruang, ataupun terlalu asin, seperti papa beruang. Dia tidak senang tempat tidurnya terlalu lembut ataupun terlalu keras. Dia menyukai yang sedang-sedang saja, seperti mama beruang: pokoknya yang pas deh.

Ilustrasi Gliese 667C. Kredit: ESO
Ilustrasi Gliese 667C. Kredit: ESO
Pita biru dalam ilustrasi ini menunjukkan zona Goldilocks di Tata Surya kita. Kredit: UNAWE.
Pita biru dalam ilustrasi ini menunjukkan zona Goldilocks di Tata Surya kita. Kredit: UNAWE.

Karena mirip dengan dongeng itu, kita menyebut daerah di sekeliling bintang, yang bertemperatur ‘pas’ untuk bisa ada air, dengan nama ‘Zona Goldilocks’. Zona ini tidak terlalu dingin yang bisa menyebabkan air membeku, dan juga tidak terlalu panas yang bisa menguapkan air. Keadaan yang demikian cocok untuk adanya kehidupan! Coba lihat gambar kedua. Pita biru menunjukkan Zona Goldilocks di Tata Surya kita. Untuk bintang yang lebih panas, zona tersebut akan berada lebih jauh dari si bintang, sedangkan untuk bintang yang lebih dingin, Zona Goldilocks berada lebih dekat.

Nah, astronom baru saja menemukan sistem keplanetan tetangga Tata Surya yang memecahkan rekor sejarah penemuan planet di luar Tata Surya. Bintang tetangga bernama Gliese 667C mempunyai setidaknya enam planet yang mengorbitnya. Tiga di antara enam planet tersebut duduk dengan nyaman di Zona Goldilocks! Belum pernah ada sebelumnya planet sebanyak ini ditemukan mengorbit bintang yang sama dan juga berpotensi mengandung air. Jika kita bisa menemukan planet ‘Goldilocks’ sebanyak ini di setiap bintang, maka jumkah planet yang kemungkinan dihuni makhluk hidup di galaksi kita jauh lebih banyak daripada yang kita duga. Dan begitu juga dengan kemungkinan menemukan bentuk kehidupan lain!

Fakta menarik : Tiga betul-betul angka ajaib bagi Gliese 667C. Tidak saja mempunyai tiga planet ‘Goldilocks’ mengorbitnya, bintang itu juga anggota dari sistem bintang triple. Kalau saja ada kehidupan di salah satu planet tersebut, mereka akan melihat di angkasa dua bintang lainnya itu sebagaimana kita melihat bulan di langit kita. Kalian bisa melihat ilustrasinya di gambar ini.

Sumber: Universe Awareness Space Scoop

Ditulis oleh

Ratna Satyaningsih

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.