Semburan Dahsyat dari Pusat Galaksi

Sebuah quasar dengan semburan yang sangat dahsyat berhasil ditemukan oleh para astronom. Kedahsyatannya lima kali lebih kuat dari yang sudah pernah diamati sebelumnya. Semburan luar biasa ini berasal dari quasar yang merupakan pusat galaksi yang sangat terang dan ditenagai oleh sebuah lubang hitam supermasif.
Kok bisa ditenagai lubang hitam? Bukankah lubang hitam sfatnya menarik dan menghisap materi di sekitarnya?

Lubang hitam dalam kesehariannya memang menarik materi yang ada di dekatnya kemudian dihisap masuk ke dalam dirinya. Tapi, sebelum seluruh materi itu terhisap mereka membentuk piringan yang berputar mengelilingi si lubang hitam. Materi di piringan ini mengalami percepatan menyebabkan materi di piringan menjadi panas dan kemudian menyemburkan cahaya dan melontarkan materi ke luar sehingga tampak seperti semburan.

Semburan tersebut seringnya terjadi pada pusat galaksi yang memiliki lubang hitam yang super masif dan tampak di area pusat galaksi yang paling terang. Inilah Quasar yang diyakini memegang peran penting dalam evolusi galaksi.

Semburan dahsyat yang ditemukan astronom di quasar SDSS J1106+1939. Kredit : ESO

Quasar SDSS J1106+1939
Para astronom yang dipimpin oleh Nahum Arav (Virginia Tech, USA) melakukan pencarian obyek yang menjadi pusat galaksi jauh tersebut. Yup.. pekerjaan mereka memang mencari quasar dan salah satu yang mereka lihat dan pelajari adalah SDSS J1106+1939. Quasar memang tidak dapat dilihat secara kasat mata. Tapi, para astronom punya alat yang bisa digunakan untuk melihat quasar yakni intrumen spektograf X-shooter yang dipasang di teleskop VLT milik ESO Observatory di Paranal, Chile.  Dengan alat ini cahaya dapat dipisah dalam komponen-komponen warna sehingga dapat dipelajari oleh astronom. Pemisahan warna yang sangat detil dari spektograf inilah yang membantu astronom untuk menyimpulkan kecepatan maupun sifat materi yang berada di dekat quasar.

Quasar SDSS J1106+1939 merupakan quasar yang sangat energetik alias sangat dahsyat. Bagaimana tidak? Laju energi yang dibawa lontaran massa materi tersebut setidaknya sama dengan dua juta juta kali energi yang dikeluarkan Matahari. Atau dengan kata lain, semburan dahsyat tersebut sama kekuatannya dengan 100 kali energi seluruh bintang di Galaksi Bimasakti yang digabungkan! Semburan ini bak monster yang sedang mengalir keluar dari pusat galaksi!

Dan berita gembira lainnya, ini pertama kalinya aliran para astronom mengukur quasar yang memiliki energi yang sangat tinggi seperti yang diprediksi teori yang ada. Menurut teori dan simulasi yang dibuat, dampak dari aliran semburan quasar terhadap galaksi di sekitarnya akan dapat memecahkan beberapa teka teki dalam kosmologi modern. Di antaranya adalah hubungan antara massa galaksi dan massa lubang hitam supermasif juga mengapa hanya ada sedikit galaksi besar di alam semesta.

Semburan yang dilihat oleh para astronom tersebut berada sekitar 1000 tahun cahaya dari lubang  hitam super masif di jantung quasar SDSS J1106+1939 dan ia juga jadi pemegang rekor terkuat saat ini.  Rekor sebelumnya berhasil dipecahkan karena semburan yang baru ini kekuatannya 5 kali lebih kuat dari pemegang rekor sebelumnya.

Analisa yang dilakukan juga menunjukkan kalau materi yang dilontarkan dari quasar setiap tahunnya cukup untuk membuat 400 Matahari dengan kecepatan 8000 km/detik.

Selain SDSS J1106+1939, para astronom juga mengamati quasar lain dan menemukan kalau keduanya memiliki semburan yang kuat. Keduanya kemudian dimasukkan sebagai contoh yang sebelumnya belum banyak dipelajari. Tapi apakah kedua kasus ini termasuk umum atau tidak masih akan terus diselidiki.  Dan tim astronom yang sama masih akan mencari dan mempelajari lusinan quasar yang mirip untuk mengetahui apakah kasus yang mereka temukan sekarang memang umum terdapat di dalam quasar.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...