Makemake, Planet Katai Tanpa Atmosfer

Selain Pluto, di dalam keluarga planet katai ada yang namanya Makemake. Saudara Pluto yang satu ini ditemukan pada tahun 2005 dengan nama 2005 FY9.

Makemake

Planet katai Makemake

Planet katai yang sekeluarga dengan Pluto itu ditemukan beberapa hari setelah Paskah sehingga sempat diberi nama panggilan Kelinci Paskah oleh Mike Brown yang menemukannya.  Baru bulan Juli 2008, 2005 FY9 secara resmi diberi nama Makemake oleh IAU.

Makemake adalah dewa kemanusiaan dan dewa kesuburan dalam mitologi di Kepulauan Pasifik Selatan yakni di pulau Rapa Nui. Di sana Makemake dikenal sebagai dewa yang memimpin suku manusia burug Tangata dan ia adalah dewa yang berbentuk burung laut. Menurut legenda si burung laut ini adalah inkarnasi dari makemake. Simbol makemake adalah manusia berkepala burung dan bisa ditemukan di petrolypse di kepulauan tersebut.

Planet katai Makemake memiliki ukuran 2/3 ukuran Pluto dan bergerak mengelilingi Matahari pada jarak terjauh yang melebihi Pluto tapi ia akan mencapai posisi terdekatnya dari matahari lebih dekat dari Eris, si planet katai paling masif di Tata Surya.

Selimut Atmosfer Makemake
Pengamatan Makemake memang menunjukkan kalau planet katai ini serupa dengan rekan-rekannya di dalam keluarga planet kerdil. Karena itu para astronom pun menduga kalau ia memiliki atmosfer yang mirip dengan Pluto. Tapi ternyata Makemake tidaklah semirip itu dengan Pluto melainkan mirip dengan Eris yang tidak dilingkupi atmosfer.

Ilustrasi Makemake, si plane katai yang jauh. Kredit: ESO/L. Calçada/Nick Risinger

Adalah tim astronom yang dipimpin oleh José Luis Ortiz (Instituto de Astrofísica de Andalucía, CSIC, Spanyol) yang melakukan pengamatan untuk mencari tahu keberadaan atmosfer di Makemake.

Mereka menggabungkan berbagai pengamatan yang menggunakan 3 teleskop milik ESO di La Silla dan Paranal, Chile yakni Very Large Telescope (VLT), New Technology Telescope (NTT), dan TRAPPIST (TRAnsiting Planets and PlanetesImals Small Telescope) – dengan data dari teleskop kecil lain di Amerika Selatan untuk melakukan pengamatan Makemake saat transit di depan bintang jauh NOMAD 1181-0235723 (Naval Observatory Merged Astrometric Dataset) pada tangga; 23 April 2011.

Ketika Makemake melintas di depan bintang, maka ia akan menghalangi cahaya bintang sehingga si bintang akan menghilang dari pandangan dan kemudian muncul lagi.

Jika Makemake punya atmosfer maka ketika ia melintas di depan bintang, si bintang akan secara perlahan menghilang dan kemudian kembali bersinar secara bertahap ketika Makemake meninggalkannya.  Tapi ternyata, saat Makemake transit, bintang NOMAD 1181-0235723 ini langsung menghilang dan muncul begitu saja ketika proses transit dimulai dan berakhir.  Artinya, tidak ada atmosfer yang menyelimuti si planet.

Makemake yang berada jauh dari Matahari memang merupakan planet kerdil yang sangat misterius. Ia tidak punya bulan dan jaraknya yang jauh tentu saja menjadi kendala untuk mempelajarinya. Tapi hasil pengamatan José Luis Ortiz dan timnya berhasil memberikan informasi yang lebih banyak tentang Makemake.

Informasi yang didapat dari pengamatan menunjukkan kalau albedo atau kemampuan planet untuk memantulkan cahaya Matahari yang diterima adalah 0,77 ( lebih besar dari Pluto tapi lebih kecil kemampuannya dibanding Eris). Sebagain informasi, albedo 1 menunjukkan kalau obyek tersebut bisa memantulkan cahaya dengan sempurna sedangkan 0 merupakan representasi dari benda hitam yang tidak bisa memantulkan cahaya.

Kerapatan Makemake juga berhasil diukur yakni 1,7 gram / cm3 dan diperkirakan makemake memiliki bentuk bulat pepat – bola yang pipih pada kedua kutubnya. Dan meskipun tidak ada tanda-tanda keberadaan atmosfer, tapi para astronom meyakini kalau makemake memiliki atmosfer yang hanya melingkupi sebagian pemrukaan. Dalam hal ini atmosfer lokal yang secara teori mungkin bisa terjadi.

Pluto, Eris dan Makemake merupakan planet katai terbesar di dalam keluarga obyek es yang mengitari Matahari dari kejauhan. Dan kalau selama ini planet-planet kerdil yang jauh ini merupakan misteri bagi astronom karena “sulit” dipelajari, maka metode yang digunakan untuk menguak misteri Makemake bisa digunakan untuk mempelajari obyek lainnya di area tersebut.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.