Penemuan Manis Para Astronom

Tahukah kamu kalau gula itu terdiri dari beberapa komponen kehidupan yang penting? Tapi tidak berarti dengan memakan banyak gula maka kamu akan sehat. Gula yang kita kenal sehari-hari itu disusun oleh bahan kimia sederhana yang terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. Komponen-komponen tersebut sangat penting bagi kehidupan di Bumi karena hampir semua makhluk hidup di Bumi disusun oleh ketiga komponen kimia tersebut ditambah satu komponen lagi yakni Nitrogen.

Molekul gula dalam gas di sekeliling bintang muda serupa Matahari. Kredit: ALMA (ESO/NAOJ/NRAO)/L. Calçada (ESO) & NASA/JPL-Caltech/WISE Team

Dengan menggunakan teleskop yang canggih, tim astronom berhasil mendeteksi keberadaan gula di dalam gas yang mengelilingi bintang muda serupa Matahari. Gula di luar angkasa memang sudah pernah diketahui keberadaannya tapi penelitian ini menemukan gula untuk pertama kalinya berada dekat dengan bintang mirip Matahari. ( Jarak antara gula dan bintang yang dilihat sama dengan jarak antara Matahari – Uranus). Apa pentingnya melihat gula di dekat bintang mirip Matahari itu? Penjelasannya sederhana. Karena gula memiliki bahan penyusun kehidupan maka menemukannya di dekat Matahari merupakan sebuah “keberhasilan” – karena mungkin saja ada kehidupan di planet lain di Alam Semesta!

Astronom juga menemukan kalau gula tersebut bergerak ke dalam menuju bintang. Kalau kata astronom Cécile Favre, “Gula ini tidak hanya berada di tempat yang tepat menuju planet tapi juga berada di arah yang benar”.

Yuk ikut ambil bagian: Apa yang akan kamu amati jika kamu bertugas sebagai penanggungjawab teleskop canggih di Bumi? Untuk merayakan ulang tahun European Southern Observatory yang ke-50, ESO mengajak kamu semua untuk memilih obyek menarik yang akan diamati teleskop VLT milik ESO! Klik disini untuk informasi lebih lanjut.

Sumber: Universe Awareness Space Scoop. Versi Bahasa Indonesia dapat dilihat juga di sini

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...