P5, Satelit Baru Pengiring Pluto

Siapa sangka Pluto, si planet kerdil ini punya keluarga besar? Setidaknya sampai dengan tahun 2011 ia memiliki 4 buah satelit pengiring. Yang ternyata terus bertambah…Hari ini, sebuah berita mengejutkan kembali datang dari Pluto. Alan Stern (SWRI)  mengumumkan lewat twitternya @alanstern kalau Pluto memiliki satelit ke-5 yang mengitari dirinya.

Satelit ke-5 Pluto

Pluto dan ke-5 satelit pengiringnya. Kredit : Hubble

Bulan ke-5 yang mengiring Pluto tersebut berhasil ditemukan menggunakan Teleskop Hubble dan diperkirakan memiliki bentuk yang tidak teratur dengan diameter sekitar 9 – 24 km.  Satelit yang disebut P5 atau S/2012 (134340) 1  mengorbit pada jarak 48000 km dari Pluto dan memiliki orbit lingkaran dengan diameter 93341 km di sekeliling Pluto.

Penemuan ini jelas menambah jumlah anggota keluarga Pluto menjadi lima setelah Charon, Hydra, Nix dan P4.  Penemuan ini tidak hanya menarik untuk tahu bahwa Pluto ternyata punya 5 satelit pengiring melainkan juga jadi perhatian karena obyek sekecil itu bisa memiliki koleksi satelit yang cukup kompleks.

Tahun 2006 menjadi tahun ketika PLuto tidak lagi menempati klasifikasi planet. Ia diklasifikasi ulang ke dalam kelas planet kerdil karena area disekelilingnya belum bersih. Ini ditandai dengan keberadaan obyek-obyek sabuk kuiper di sekelilingnya. Hal ini dikarenakan Pluto tidak memiliki kemampuan untuk mengakresi ataupun melontarkan mereka keluar dari orbitnya seperti halnya planet mayor lainnya.

Tapi, tidak berarti Pluto jadi tidak istimewa. Jika Bumi hanya ditemani sebuah Bulan, Pluto yang awalnya hanya ditemani Charon mulai menunjukkan kalau ia masih punya beberapa pengiring lainnya. Satelit pertama Pluto, Charon ditemukan pada tahun 1978 dalam pengamatan di United States Naval Observatory, Washington, D.C. Puluhan tahun kemudian, di tahun 2006 ketika gonjang ganjing status Pluto sebagai planet dipertanyakan, Nix dan Hydra ditemukan oleh teleskop Hubble.  Di tahun 2011, satelit P4 berhasil ditemukan dalam data Hubble. Dan selang setahun kemudian,P5 juga ditemukan oleh teleskop Hubble dalam 9 set citra yang diambil menggunakan kamera medan lebar 3 milik Hubble. Pengamatan dilakukan pada tanggal 26, 27 dan 29 Juni 2012 serta pengamatan pada tanggal 7 dan 9 Juli 2012.

Penemuan P5 juga memberikan petunjuk tambahan untuk mengungkap pembentukan sistem Pluto dan bagaimana mereka berevolusi.  Diperkirakan semua satelit di Pluto ini terbentuk bersamaan ketika terjadi tabrakan antara Pluto dan obyek besar lainnya di Sabuk Kuiper milyaran tahun yang lalu.

Menurut Harold Weaver dari Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory di Laurel, Md, “Keberadaan sedemikian banyak satelit kecil disekeliling Pluto sekaligus memberi informasi kalau masih ada banyak partikel kecil yang tak terlihat sedang mengintai di sistem Pluto”. Tak heran memang kalau masih banyak partikel kecil yang mengintai di sistem Pluto.

New Horizon

Ilustrasi Wahana New Horizon. Kredit : Wikipedia

Tahun 2015, wahana New Horizon akan melakukan terbang lintas di Pluto yang jaraknya 4,7 milyar km. Keberadaan P5 jelas menjadi informasi penting bagi para astronom untuk mengemudikan New Horizon saat melakukan terbang lintas. Kalau tidak, keberadaan satelit ini bisa membahayakan wahana New Horizon juga.

New Horizon akan melakukan perjalanan ke Pluto dan ia akan bergerak melintasi planet kerdil ini dalam kecepatan 48200 km per jam. Dengan kecepatan seperti ini tabrakan dengan puing – puing kecil di orbit tentunya akan menghancurkan wahana tersebut. Karena itulah para astronom menggunakan penglihatan Hubble untuk melihat potensi bahaya bagi New Horizon.  Hasil pengamatan Hubble yang melihat keberadaan obyek-obyek kecil disekeliling Pluto akan membantu tim New Horizon untuk merancang rute yang aman bagi perjalanan wahana tersebut.

Tapi ada pertanyaan lain yang juga muncul. Kalau Pluto bukan planet kenapa dia punya banyak satelit pengiring? Apakah keberadaan satelit ke-5 akan membawa Pluto jadi planet lagi?

Sayangnya harapan itu tidak akan tercapai. Pluto akan tetap menjadi planet kerdil dan tentu saja setiap obyek di luar angkasa bisa memiliki pengiring yang mengorbit dirinya. Dan  jika massa Pluto beserta seluruh satelitnya digabungkan, total massanya masih lebih kecil dari Eris dan satelitnya. Bahkan diperkirakan masih akan ada satelit kecil lainnya yang juga bergerak mengelilingi planet kerdil yang satu ini.

Sumber : HubbleSite

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.