Mengapa Bulan / Matahari tampak lebih besar di cakrawala?

Mengapa bulan/matahari kelihatan lebih besar pada waktu pagi atau sore hari?

Gejala bulan/matahari lebih besar pada saat dekat dengan cakrawala hanyalah ilusi, karena otak kita berpikir bahwa arah cakrawala lebih jauh daripada di titik kulminasi / zenith. Karena itu ketika kamu melihat Bulan / Matahari terbit di cakrawala dan perlahan -lahan naik ke zenith ia akan tampak semakin mengecil.

Matahari tampak lebih besar di cakrawa. Kredit : wallpaper4me.com

Fenomena ini juga dikenal sebagai Ilusi Bulan dan juga sama kasusnya dengan Matahari. Ilusi ini terjadi karena ketika Bulan / Matahari sedang di cakrawala secara tidak sadar kita membandingkannya dengan obyek latar depan seperti pohon, rumah, gunung atau kadang dengan cakrawala itu sendiri sehingga Bulan / Matahari tampak lebih besar dibanding ketika Bulan / Matahari menggantung sendirian di langit.

Kasus ilusi Bulan ini mirip atau sama dengan yang namanya ilusi Ponzo atau ilusi optik geometri dimana otak berpikir bahwa apapun yang ada di atas berada lebih jauh maka ukurannya pasti lebih besar. Tapi dalam kenyataannya ukurannya sebenarnya sama.

Ada juga yang menduga kalau ilusi tersebut terjadi karena pembiasan. Tapi, pembiasan atmosfer hanya perpengaruh pada penggepengan piringan matahari/bulan (yang justru membuat bulan/matahari lebih kecil pada sumbu vertikalnya) dan juga perubahan warna menjadi lebih merah.

____

Punya pertanyaan tentang astronomi? Silahkan Tanya LS !

Ditulis oleh

Pengembara Angkasa

Pengembara Angkasa

Pengelana yang telah banyak menjelajahi angkasa raya dan ingin membagi kisahnya dengan banyak orang. Senang pula mengamen, nebeng kapal orang, dan menumpang tidur di rumah singgah antar bintang.

20 thoughts on “Mengapa Bulan / Matahari tampak lebih besar di cakrawala?

  1. potret diatas menunjukkan fenomena ini. Artinya sensor ccd kamera pun menangkap adanya efek pembesaran. Jadi apakah kamera pun tertipu? Mungkin perlu penjelasan lainnya… bukan karena kita merasa….

    1. Jawaban yg tepat memang karena ilusi. Piringan Matahari dan Bulan sama saja ukurannya dan bisa dicoba untuk diukur diameter sudutnya. Kalimat karena kita merasa itu sebenarnya lebih tepatnya karena dalam pemikiran manusia, kita berpikir bahwa cakrawala lebih jauh dari zenit.

      Pernah dengar ilusi Ponzo atau ilusi optik geometri? Kejadian ini mirip dengan ilusi tersebut. Dalam ilusi ini, otak manusia selalu berpikir apapun yg ada di bagian atas selalu lebih besar. Padahal sebenarnya sama besar dan sama panjang. Silahkan baca tentang Ilusi Ponzo di http://en.wikipedia.org/wiki/Ponzo_illusion.

      Piringan Matahari dan Bulan sama saja ukurannya dan bisa dicoba untuk diukur diameter sudutnya. Kalimat karena kita merasa itu sebenarnya lebih tepatnya karena dalam pemikiran manusia, kita berpikir bahwa cakrawala lebih jauh dari zenit.

      Untuk kasus foto, juga sama dan tidak ada penjelasan lain untuk itu. Untuk contoh foto2 ilusi ponzo bisa dilihat di google. 🙂

  2. Saya tidak sependapat dengan kemungkinan factor ilusi sebagai penyebab bulan atau matahari terlihat lebih besar di cakrawala.
    Fenomena ini sudah saya ketahui sejak masa kanak kanak, masa itu belum tau cakrawala itu apa dan belum ada pemikiran bahwa cakrawala itu lebih jauh dari posisi diatas kepala yang dapat menimbulkan suatu ilusi.
    Jadi pada dasarnya tanpa pengaruh ilusi, matahari atau bulan tetap akan terlihat lebih besar di cakrawala dari pada diatas kepala.
    Perlu dicari lagi penjelasan yang lebih tepat’
    Kalau pendapat saya sendiri adalah sbb: Pada saat posisi Bulan berada di cakrawala maka cahaya bulan akan melintasi atmosfir bumi yang lebih tebal untuk sampai ke mata kita. Cahaya yang sampai ke mata kita akan dipendarkan sehingga tampak kemerahan. Kesimpulannya bulan atau matahari yang kita lihat di cakrawala adalah cahaya disekelilingnya. Makin tinggi posisinya maka makin pendek lintasannya di atmosfir, sehingga secara perlahan bentuk fisik dari bulan atau matahari akan terlihat oleh kita.
    Ada pendapat atau gagasan lain?
    jadi bila posisinya berada dicakrawala yang kita lihat adalah bola cahaya
    yang dipendarkan, sedangkan jika posisinya diatas kepala yang kita lihat adalah bentuk fisiknya

    1. ilusi optik tidak ada hubungannya dengan konsepsi sosial atau pertumbuhan seseorang. Ilusi Optik bukan persoalan konsepsi yang ditanamkan secara sosial, tapi bagaimana otak manusia mempersepsikan kedalaman, karena apa yang dilihat mata merupakan proyeksi 2 dimensi dari realitas 3 dimensi.

      Kalau dekat di horison memang cahaya melintasi atmosfer lebih tebal, namun tidak mempengaruhi ukuran piringan bulan/matahari. Cahaya hanya terbiaskan pada arah vertikal dan itulah sebabnya mengapa piringan bulan/matahari nampak gepeng pada saat dekat di horizon.

      Warna merah yang tampak merupakan hamburan Rayleigh. Karena sinar matahari melewati lapiran atmosfer yang lebih tebal, maka sinar dengan panjang gelombang pendek lebih banyak terhambur, sehingga hanya warna merah yang lebih banyak tembus.

  3. Terima kasih atas penjelasannya, cahaya yang dihamburkan kearah vertikal serta gepengnya bulan didekat horizon menyadarkan pemikiran saya yang spontan. Cuma bagaimana kita bisa berilusi terus menerus setiap memandang bulan atau matahari didekat horizon. Bagaimana ilusi bekerja jika kita memandang dari tepi pantai yang tidak ada pembandingnya?

  4. Baka jare kita srengenge atawa wulan iku kedelenge luwi gede baka nembe terbit, iku ilusi apa dudu, ya kudu dibandingaken karo baka ndeleng sing belahan bumi sejene kaya sing kutub, efeke pada ora.

  5. iki pertanyaanku dulu, kalau dipikir pikir memang benar itu ilusi… tapi rasanya saya masih belum percaya…

  6. iya saya sependapat ilusi optik manusia terjadi karena ada dua benda dan dibandingkan dengan benda yg ukurannya tidak sama. seperti kita membandingkan kekayaan karyawan dengan presiden maka karyawan akan terlihat miskin, tetapi karyawan jika kita bandingkan dengan dengan orang miskin maka karyawan akan terlihat lebih kaya.

    begitu juga dengan matahari dan bulan itu jika berada di atas maka pembandingnya ada langit yg luas sekali yg jauh lebih besar dari bumi akhirnya matahari akan nampak kecil.

    tetapi jika atahari itu berada di cakrawala maka yg kita bandingkan adalah matahari dengan bumi kita. maka dari itu matahari akan terlihat lebih besar.

    seperti teori ilusi mata ponzo bisa dilihat gambarnya… dan juga banyak gambar ilusi optik seperti itu. gambar yg membandingkan dua benda pada background yg tidak sama.

    thanks

  7. saya boleh nanya gk..??/
    mengapa bulan tampak lebih besar dari bintang katika di lihat di bumi..????

    1. boleh. karena bulan jaraknya dengan Bumi lebih dekat dibanding bintang. Bintang terdekat dengan Bumi itu Matahari. Bisa dilakukan percobaan bola tenis tarus tepat di depanmu sedangkan bola basket letakkan pada jarak 1 atau 2 km 🙂

  8. Menurut saya sangat bodoh otak kita kalau tidak dapat membedakan mana yang besar dan kecil objeknya…perlu dikaji lagi…
    Otak manusia itu sangat luar biasa , masa tidak bisa membedakan hal tersebut…

Tulis komentar dan diskusi...