Ketika Planet Bukanlah Planet

Dalam kehidupan sehari-hari ada bahasa prokem yang seringkali jauh artinya dari arti sebenarnya.  Dan ternyata bukan cuma bahasa slang aka prokem sehari-hari yang seperti itu. Contoh lain datang dari obyek yang dikenal sebagai planetari nebula di angkasa. Meskipun namanya ada kata planetari sebenarnya ia tidak ada hubungan dengan planet!

Planetari nebula. kredit : ESO/VISTA/J. Emerson. Acknowledgment: Cambridge Astronomical Survey Unit

Planetari Nebula adalah obyek yang terbentuk saat bintang seperti Matahari (bintang terdekat dari Bumi) kehabisan bahan bakar. Saat kejadian tersebut, bintang akan mengalami keruntuhan dan kehilangan selubung terluarnya yang dilontarkan ke angkasa. Gas kemudian membentuk pola indah disekitar bintang pendahulu seperti yang tampak di foto.

Sebutan nebula memang tidak aneh karena kata tersebut berarti awan dalam bahasa latin kuno. Tapi kenapa disebut planetari nebula ? Ini karena pada saato obyek tersebut pertama kali ditemukan, astronom menduga kalau obyek tersebut tampak mirip dengan penampakan planet Uranus dan Neptunus di teleskop kecil. Dan sejak itulah nama planetari itu melekat pada obyek tersebut!

Fakta menarik : Sebagian planetari nebula memiliki dua awan gas simetris di setiap sisi bintang pusatnya. Sehingga akan tampak seperti kupu-kupu warna warni di angkasa!

Sumber : Space Scoop Universe Awareness

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

1 thought on “Ketika Planet Bukanlah Planet

Tulis komentar dan diskusi...