Hantu di Langit Selatan

Gelembung indah dalam foto yang ditampilkan adalah bintang hantu yang berkilauan dan tertangkap basah sedang menghantui kegelapan. Tahukah kamu kalau bintang akan menjadi hantu setelah mereka mati?

Nebula Burung Hantu Selatan. Kredit: ESO
Nebula Burung Hantu Selatan. Kredit: ESO

Obyek yang sedang kamu lihat merupakan bintang hantu yang dalam hidupnya mirip dengan Matahari. Hantu ini dikenal dengan sebutan planetari nebula, dan terbentuk dari sisa-sisa bintang mati.

Nebula yang berkilauan tersebut diberi nama Nebula Burung Hantu Selatan. Percaya atau tidak, nebula itu tampak seperti Burung Hantu ketika dilihat dengan teleskop yang lebih kecil.

Planetari nebula terbentuk ketika bintang yang sudah sekarat kehilangan kendali atas lapisan gas terluarnya. Lapisan gas itu kemudian terlontar ke angkasa. Meskipun sangat indah, planetari nebula hidupnya sangat singkat! Hanya beberapa ribu tahun. Sedangkan bintang yang jadi asal muasal planetari nebula umurnya lebih panjang sampai miliaran tahun.

Hantu luar angkasa ini memiliki peran yang sangat penting di alam semesta. Planetary nebula menghasilkan debu kosmik yang memiliki unsur kimia penting seperti karbon dan oksigen. Tanpa unsur kimia tersebut, tidak ada kehidupan di Bumi. Unsur penting seperti karbon dan oksigen terbentuk di dalam bintang.

Ketika bintang mati, unsur-unsur itu pun lepas di angkasa dan membentuk bintang baru atau planet atau bahkan makhluk hidup seperti kita! Seperti yang dikatakan astronom terkenal, Carl Sagan: “Kita terbentuk dari unsur penyusun bintang”

Fakta menarik: Nebula Burung Hantu Selatan terbentuk dari bintang yang mirip dengan Matahari, tapi ia kemudian bertumbuh jadi empat kali ukuran Tata Surya!

[divider_line]

Sumber: Dipublikasi kembali dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...