fbpx
langitselatan
Beranda » Galaksi Jauh dari Alam Semesta Dini

Galaksi Jauh dari Alam Semesta Dini

Perjalanan manusia untuk mencari galaksi-galaksi tua untuk mnelusuri kembali pembentukannya masih terus berlanjut. Setelah masyarakat dikejutkan dengan penemuan galaksi yang berada pada jarak 13,2 milyar tahun dengan pergeseran merah 10,3.

Para peneliti tak berhenti sampai disitu, pencarian masih terus berlanjut untuk mengungkap sejarah alam semesta. Dengan menggunakan kemampuan untuk memperbesar dari lensa kosmik gravitasi, para astronom berhasil menemukan sebuah galaksi jauh yang diperkirakan lahir pada masa awal sejarah kosmik. Hasil ini memberi cahaya baru bagi pembentukan galaksi pertama sekaligus juga membawa manusia untuk mengkaji kembali evolusi dini alam semesta.

Penemuan Galaksi Baru

Galaksi jauh yang ditemukan di masa awal alam semesta. kredit : NASA, ESA

Dalam penelitian yang dilakukan Johan Richard (CRAL, Observatoire de Lyon, Université Lyon 1, France and Dark Cosmology Centre, Niels Bohr Institute, University of Copenhagen, Denmark) dan timnya, mereka berhasil menemukan galaksi jauh yang mulai terbentuk sekitar 200 juta tahun setelah terjadinya Big Bang atau Dentuman Besar.

Penemuan ini menjadi tantangan baru bagi teori yang ada terutama mengenai kapan galaksi terbentuk dan berevolusi di tahun-tahun awal pembentukan alam semesta. Bukti baru yang ada juga bisa digunakan untuk mengungkap misteri bagaimana kabut hidrogen yang mengisi alam semesta dini bisa dibersihkan.

Tim yang dipimpin Richard melihat galaksi yang mereka temukan saat melakukan pengamatan dengan menggunakan NASA/ESA Hubble Space Telescope dan kemudian dikonfirmasi ulang menggunakan Spitzer Space Telescope. Pengukuran jarak kemudian dilakukan menggunakan W. M Keck Observatory di Hawaii.

Pengamatan Galaksi ….
Galaksi jauh yang ditemukan tersebut tampak melalui gugus galaksi Abell 383, yang kekuatan gravitasinya mampu membelokkan cahaya dan berfungsi sebagai kaca pembesar. Kesempatan terjadinya kesejajaran antara galaksi, gugus galaksi dan Bumi memperkuat cahaya yang diterima dari galaksi jauh sehingga para astronom dapat melakukan pengamatan yang lebih detil. Tanpa lensa gravitasi, galaksi yang dituju terlalu redup untuk bisa diamati meskipun dengan teleskop tercanggih yang ada saat ini.

Setelah berhasil mengenali galaksi yang dicari dalam citra yang dihasilkan Hubble dan Spitzer, dilakukan pengamatan spektroskopik dengan teleskop Keck-II di Hawaii. Spektroskopi merupakan teknik untuk memecah cahaya ke dalam komponen warnanya. Setelah itu dilakukan analisa spektrum sehingga bisa dilakukan pengukuran pergeseran merah dan mendapatkan informasi terkait komponen bintangnya.

Implikasi Penemuan Galaksi
Hasil pengukuran yang dilakukan Johan Richard dan tim menunjukkan kalau galaksi tersebut memiliki pergeseran merah 6.027 yang artinya, pengamat melihat galaksi tersebut saat ia ada pada kondisi alam semesta berusia 950 juta tahun.  Hasil ini tidak lantas menjadikan galaksi baru tersebut sebagai galaksi paling jauh atau paling tua karena ada galaksi lainnya yang memiliki pergeseran merah lebih dari 8 dan ada yang pergeseran merahnya 10 atau sudah ada 400 juta tahun sebelum si galaksi yang ditemukan Richard dkk.

Baca juga:  Abad Antariksaaaa!

Tapi setiap penemuan tentu punya keunikan tersendiri. Galaksi baru ini ternyata memiliki fitur yang sangat berbeda dibanding galaksi jauh lainnya yang pernah diamati, yang umumnya terang dan terdiri dari bintang-bintang muda.

Menurut Eiichi Egami, salah satu peneliti Galaksi baru tersebut, ada dua hal yang mereka lihat saat melakukan analisa spektrum. Pergeseran merah dari galaksi tersebut menunjukkan kalau ia berasal dari masa awal sejarah kosmik. Tapi ada hal menarik lainnya. Deteksi yang dilakukan oleh Spitzer dengan mata inframerahnya mengindikasikan galaksi tersebut sudah berusia lebih tua lagi dan ia diisi oleh bintang redup.  Diperkirakan galaksi tersebut disusun oleh bintang-bintang yang usianya sudah mendekati 750 juta tahun.

Artinya, epoh pembentukannya pun mundur ke era sekitar 200 juta tahun setelah Dentuman Besar. Atau dengan kata lain, galaksi ini sudah berusia sangat tua dan bisa disimpulkan juga kalau galaksi pertama yang terbentuk di masa awal alam semesta ternyata memang lebih dini dibanding perkiraan para ilmuwan.

Penemuan galaksi ini jelas memberi implikasi pada teori pembentukan galaksi mula-mula sekaligus memberi informasi bagaimana alam semesta menjadi transparan bagi cahaya ultraungu di masa satu milyar tahun pertama setelah Dentuman Besar.

Di masa awal kosmos, terdapat kabut gas hidrogen netral yang menghalangi cahaya ultraungu di alam semesta. Untuk bisa membuat alam semesta jadi transparan dan bersih dari kabut tersebut, sebagian sumber radiasi harus mngionisasi gas yang tersebar tersebut, membersihkan kabut yang menghalangi dan menjadikan alam semesta transparan bagi sinar ultraungu. Proses inilah yang dikenal sebagai proses reionisasi.

Para astronom meyakini kalau radiasi yang memberi tenaga untuk terjadinya reionisasi tersebut haruslah datang dari galaksi-galaksi. Akan tetapi diyakini tidak ada satu pun galaksi yang ditemukan yang dapat memberi radiasi yang diperlukan. Nah, penemuan galaksi baru ini diyakini dapat menyelesaikan teka-teki tersebut.

Tampaknya, galaksi yang baru ditemukan ini bukanlah satu-satunya. Diyakini masih ada lebih banyak galaksi-galaksi lain di masa alam semesta dini melebihi dugaan sebelumnya. Dan diyakini juga galaksi-galaksi tersebut sudah tua dan redup, sperti yang baru saja ditemukan. Jika analisa mengenai keberadaan galaksi-galaksi tua dan redup di alam semesta dini memang benar adanya maka mereka inilah yang akan menjadi jawaban yang menyediakan radiasi yang dibutuhkan untuk membuat alam semesta menjadi transparan bagi sinar ultraungu.

Untuk saat ini, para peneliti hanya dapat menemukan galaksi – galaksi melalui pengamatan menggunakan gugus masif yang bertindak sebagai teleskop kosmik. Di masa yang akan datang James Webb Space Telescope milik NASA/ESA/CSA akan diluncurkan dan akan bekerja pada pengamatan resolusi tinggi untuk mencari obyek yang memiliki pergeseran merah tinggi. Pada masa inilah, JWST akan menjadi mata yang bisa mengungkap semua misteri di masa alam semesta dini.

Baca juga:  Bagaimana Memotret Bimasakti?

Sumber : spacetelescope

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

23 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini

  • Saya nggk tau mau comment apa, ini diluar batas penalaran saya “jauhnya minta ampun”

  • mba ivie, salam kenal… gw msh bingung dgn yg namanya big bang. apa big bang benar2 ada? ada brp banyak big bang di alam semesta? klo memang ada, seperti apa arah ledakannya, apakah mengarak ke satu arah seperti tombak meluncur, atau ke segala arah seperti petasan/kembang api?

    thx..

    • big bang itu ada. berapa banyak? hmm big bang yang diketahui terjadi ketika alam semesta dimulai. big bang bukan sebuah ledakan seperti dalam bayangan kita yaitu seperti ledakan bom atau lainnya yang menyebar kemana2. big bang adalah peristiwa ketika alam semesta mengembang dari kondisi yang sangat panas dan rapat menjadi dingin dan luas.

      Jadi big bang bukanlah sebuah ledakan dimana materi keluar dan menyebar mengisi ruang kosong seperti melainkan ruang itu sendiri yang mengembang bersama waktu ke segala arah dan dalam pengembangan itu jarak antara dua ttik pun jadi bertambah.

  • mba ivie, wah terima kasih banyak dah mau reply…

    nyambung lagi ke pertanyaan gw, jd klo ruang dan waktu itu mengembang ke segala arah, alam semesta bisa dibilang bentuknya bulat spt bola, dengan panjang jari2 sekitar 13.7 milyar tahun? dan diameter bola alam semesta kira2 2×13.7 = 27.4 milyar tahun?

    • well bukan seperti itu. mengembang bersama2 bukan berarti ada satu titik tengah. dan alam semesta tidak memiliki pusat. ada 3 model alam semesta yg diajukan model tertutup dimana alam semesta seperti balon. alam semesta seperti ini terbatas tp tidak memiliki batasan. dan ia akan berakhir dengan big crunch. model kedua alam semesta datar dan alam semesta terbuka. model alam semesta terbuka ini alam semesta akan terus mengembang.

      • ampun dah… mencoba memahami alam semesta bikin lieur pisan ternyata.

        gw coba membayangkan, misalnya ada seorang pengamat berdiri di luar alam semesta tempat kita berdiri, kemudian dia melihat ada big bang yang memulai adanya ruang dan waktu di alam semesta kita. seperti apa bentuk alam semesta dari sudut pandang pengamat tersebut. apa seperti sebuah balon yang makin membesar dan bergerak menjauhi titik big bang atau seperti sebuah piringan/cakram yang semakin membesar ke arah pinggir?

        atau seperti kita melihat asap rokok yang keluar dari mulut seorang perokok. asap akan tersembur dan bergerak ke segala arah menjauhi mulut si perokok atau asap akan berbentuk lingkaran asap yang maikn lama makin besar seiring waktu dan makin menjauhi mulut si perokok (titik big bang). jadi bentuk alam semesta atau ruang dan waktu bergantung pasa kondisi awal sebelum big bang seperti bentuk asap rokok sebelum di semburkan oleh mulut si perokok?

      • mengembang bersama seperti balon yang ditiup tetapi tidak mempunyai titik tengah…. jujur aja mbak ivie, otak gw mendadak “hang” krn gak bisa membayangkan.

        seandainya ruang dan waktu seperti balon yang tidak seperti bola, berarti ada “titik semburan/tiupan” yang membuat balon mengembang dan dititik semburan itulah big bang terjadi? seperti si LUPUS meniup permen karet di mulutnya? bukan seperti seperti ledakan kembang api yang memancarkan materi ke segala arah?

        seandainya kita mengambil perumpamaan terbalik, di mana balon yang sedang mengembang kita kempiskan, apakah ruang dan waktu menuju satu titik? atau akan seperti balon kempes (tidak punya angin) tapi masih mempunyai bentuk?

        • karena memang tidak bisa dibayangkan dalam ruang 3 dimensi. ruang dan waktu itu sendiri ada setelah big bang bersama dengan alam semesta yg mengembang. ruang dan waktu sebelum big bang itu tidak ada.

          perumpamaan balon yg diberikan untuk memberi penjelasan bahwa alam semesta dan obyek2 di dalamnya mengembang seperti itu. semua mengembang bersama2 jd tidak ada satu titik istimewa di alam semesta. dan kl alam semesta itu alam semesta tertutup maka menurut close universe alam semesta akan runtuh.

          • sebelum ada big bang, ruang dan waktu tidak ada.. kemudian ada “ledakan” atau big bang dan tiba2 ruang dan waktu exist dan mengembang… ampun mba, lieur…

            gw coba membayangkan, semisal seorang pengamat sedang berdiri di luar alam semesta yang kita tempati dan big bang terjadi, kemuadian dia terus mengamati pengembangan alam semesta ini. dari sudut pandang si pengamat ini, seperti apa bentuk keseluruhan alam semesta ini, apakah seperti balon yang terus mengembang ke segala arah (bulat) seperti gelembung air sabun yang bergerak menjauhi titik big bang atau seperti piring/cakram yang hanya mengembang ke arah pinggir (datar) yang juga bergerak menjauhi titik big bang?

            atau seperti kita melihat orang merokok, pada saat big bang, secara tiba2 ada semburan material atau partikel atau apa pun namanya, dari sebuah titik. kemudian material/partikel2 tersebut terbang bebas membentuk ruang dan waktu, di mana secara keseluruhan bentuknya tergantung kondisi saat asap rokok ditiup? kalau perokok pemula maka semburan materialnya hanya lurus ke depan kemudian asap menyebar ke segala arah dan acak, tetapi perokok canggih bisa membuat seperti lingkaran asap yang semakin lama lingkaran asap itu membesar dan membesar seiring dengan waktu…

            atau, apa bisa gw bilang, supernova mirip dengan big bang mini, di mana arah semburan material/partikel tergantung dari kondisi awal bintang?

  • hehe menarik sekali. ruang alam semesta analogikan seprt bola dlu ya. ak prnh bc tentang alam smesta teramati dr pusatnya ke tepian bola adl 13.7 milyar tahun. nah 1 alam semesta sendiri terdiri dr banyak alam semesta teramati,dimana kita sebut dgn alam semesta blm teramati yg isinya 99%
    betapa bsr volum alam ini.

    kalo menurut aku waktu itu mutlak dan linier terus maju. yang berubah hanya ruangnya. waktu mutlak adl seperti waktu yg dimiliki si pengamat di luar alam semesta.shg dia tau saat alam terbentuk smp sekarang.

    yang saya tanyakan dimana koordinat ruang alam semesta saat msh sekecil kereleng?

    demi untuk meregenerasi kehidupan,apakah ruang alam semesta nantinya stlh puncak pengembangannya,akan bs kembali menyusut hingga sekecil kelereng lagi dan bang?

    kalo iya bayangkan betapa beratnya benda sebesar kelereng tersebut jika ditimbang? kalo ditaruh di bumi dia punya berat,tapi kalo di lempar jauh ke luar angkasa,berat td bs disebut gravitasi.

    salam physicist.

  • hehe menarik sekali. ruang alam semesta analogikan seprt bola dlu ya. ak prnh bc tentang alam smesta teramati dr pusatnya ke tepian bola adl 13.7 milyar tahun. nah 1 alam semesta sendiri terdiri dr banyak alam semesta teramati,dimana kita sebut dgn alam semesta blm teramati yg isinya 99%
    betapa bsr volum alam ini.

    kalo menurut aku waktu itu mutlak dan linier terus maju. yang berubah hanya ruangnya. waktu mutlak adl seperti waktu yg dimiliki si pengamat di luar alam semesta.shg dia tau saat alam terbentuk smp sekarang.

    yang saya tanyakan dimana koordinat ruang alam semesta saat msh sekecil kereleng?

    demi untuk meregenerasi kehidupan,apakah ruang alam semesta nantinya stlh puncak pengembangannya,akan bs kembali menyusut hingga sekecil kelereng lagi dan bang?

    kalo iya bayangkan betapa beratnya benda sebesar kelereng tersebut jika ditimbang? kalo ditaruh di bumi dia punya berat,tapi kalo di lempar jauh ke luar angkasa,berat td bs disebut gravitasi.

  • kalo menurut aku waktu itu mutlak dan linier terus maju. yang berubah hanya ruangnya. waktu mutlak adl seperti waktu yg dimiliki si pengamat di luar alam semesta.shg dia tau saat alam terbentuk smp sekarang.

    yang saya tanyakan dimana koordinat ruang alam semesta saat msh sekecil kereleng?

    demi untuk meregenerasi kehidupan,apakah ruang alam semesta nantinya stlh puncak pengembangannya,akan bs kembali menyusut hingga sekecil kelereng lagi dan bang?

    kalo iya bayangkan betapa beratnya benda sebesar kelereng tersebut jika ditimbang? kalo ditaruh di bumi dia punya berat,tapi kalo di lempar jauh ke luar angkasa,berat td bs disebut gravitasi.

  • yang jelas belum ada yang berani menyatakan batas alam semesta, titik awal alam semesta, ada lagi cluster alam semesta. adalah sia-sia bila tidak menemukan Penciptanya. Sebelum ada alam semesta yang dihiasi bintang, galaksi dan lainnya; yang ada hanyalah Pencipta Yang Maha Hidup, ruang yang belum bernama dan asap yang mati.

  • pusing deh, otakku nggak bisa ngebayangin awal penciptaan alam dunia,
    yang mudah aku terima hanya cerita-cerita Guru SDku dulu, bahwa ada Tuhan, Sorga, Neraka, Malaikat, Jin, dan Jagat Raya. Menurutku yg hanya hidup di gunung tak pernah sekolah tinggi awal mula jagat raya dimulai dari Yang Maha Satu menciptakan rencanaNya sendiri, trus menciptakan tempat mengendalikan seluruh alam, trus sorga dan neraka, trus malaikat dan jin, trus trompet, trus titik kecil yang telah diprogram dengan segala sifat fisik, trus ditaroh di depan trompet (jgn bayangkan seperti trompet musik) dan salah satu malaikatnya disuruh meniupnya, dan berkembanglah titik tersebut karena terisi sesuatu (ruang) yang keluar dari pangkal trompet. Mungkin juga jagat raya berbentuk seperti kerucut tapi agak pipih, karena ruang ditengah lebih kuat dorongannya.

    • Bung, kalau para fisikawan berpikir petir itu malaikat, lalu sudah, begitu saja… sekarang ini tidak ada ponsel atau komputer. Begitu juga kalau kita berhenti berpikir alam semesta diciptakan Tuhan titik, kita tidak akan pernah kemana mana bung… Dengan mengkaji fisika dan astronomi dengan pikiran logis dan menyingkirkan dulu dongeng atau kitab suci, baru kita bisa bergerak. barangkali dengan meneliti ttg asal usul alam semesta ini kita bisa dapat sesuatu yang berguna dan aplikatif. Maxwell juga tidak pernah tahu kegunaan gelombang elektromagnet.

  • kita hrus bisa menemukan mesin waktu
    karena hnya mesin waktu yg bisa membantu kita untuk menemukan galaksi baru ( galaksi yg tidak d tinggali oleh planet bumi )

    by: ibnu ( anak mtz sabilal muhtadin blok k1 )

  • mbak Avi, galaksi tua tersebut disebelah mana iya? Saya pengen tahu alam semesta dini ada dibelah mana?

  • Para peneliti jaman dulu sekarang sdh tau siapa penciptanya dan berapa luas alam semesta karena sdh meninggal …..

  • Waktu yang dibutuhkan Bintang Raksasa untuk menjadi Lubang Hitam adalah ratusan juta tahun, dari 100 sampai 900 juta tahun, paling tidak milyaran tahun, lalu butuh waktu miliaran tahun lagi untuk menjadi Galaksi kerdil, dan miliar tahun lagi untuk menjadi Galaksi yang besar, sedangkan untuk menjadi Galaksi maha besar dibutuhkan Milyaran Juta ton Materi seperti Gas dan Debu Kosmik, itupun cuma 1 Galaksi dari ratusan miliar Galaksi yang ada di alam semesta. Yang menjadi pertanyaan adalah Materinya dari mana asalnya untuk membentuk Galaxy-galaxi yang hampir seumur dengan Big Bang,(suatu titik yang panas dan padat tiba tiba membesar melebar lalu menjadi dingin) kalau tanpa melalui proses waktu yang sangat lama, sangat Mustahil,,