fbpx
langitselatan
Beranda » Solar Dynamics Observatory, Mata Baru yang Menyingkap Tabir Rahasia Matahari

Solar Dynamics Observatory, Mata Baru yang Menyingkap Tabir Rahasia Matahari

Apakah kita telah mengetahui dengan detil tentang bintang terdekat dengan kita? Apa yang telah kita ketahui tentang siklus 11 tahun Matahari (yang saat ini sering dikaitkan dengan fenomena 2012)? Apa yang kita ketahui tentang angin Surya? Tentang fenomena ledakan (flare Matahari)? Tentang lontaran massa dari korona (Coronal Mass Ejection)? Sekalipun banyak yang telah manusia pelajari, tetap saja, masih banyak rahasia yang belum terkuak, dan senantiasa mendorong kita manusia untuk mempelajari, dan menguak terus menerus hal-hal yang kita belum pahami.

SDO
Konsep Solar Dynamic Observatory. Kredit : NASA

Sekalipun telah banyak yang dilakukan untuk mempelajari rahasia dari Matahari, tapi masih banyak detil-detil kecil yang belum bisa dijelaskan oleh para ilmuan Matahari. Oleh karena itu maka upaya terus dilakukan untuk mempelajari detil-detil yang belum tersingkap tersebut. Salah satu upaya dilakukan oleh NASA, dengan mengirimkan teleskop barunya, sebagai mata yang bisa menyingkapkan; berupa wahana satelit luar angkasa, bernama SDO (Solar dynamics Observatory/Observatorium Dinamika Matahari). SDO ditukukan untuk mempelajari dan menyelidiki perubahan variablitias di Matahari dan efeknya di Bumi. SDO merupakan missi pertama NASA dalam program Living with a Star (Hidup bersama Bintang). Wahana ini direncanakan diluncurkan di awal 2010 dari Cape Canaveral, Florida, mempergunakan roket Atlas V yang akan mengangkut wahana berbobot 3100 kg, pada suatu orbit yang sangat berinklinasi, berbentuk orbit geosinkron, sehingga bisa secara terus menerus mengamati Matahari, dan juga stasiun Bumi yang berada di Las Cruces, New Mexico, Amerika Serikat.

Detil apa saja yang hendak dikuak oleh SDO? SDO akan mempelajari perubahan skala kecil di atmosfer Matahari dalam berbagai panjang gelombang secara simultan, mengamati bagaimana medan magnetik dibangkitkan dan terbentuk strukturnya. Kemudian dari medan magnetika yang tersimpan tersebut dikonversi dan dilepaskan menjadi angin amatahari dan partikel berenergi, dan bagaimana proses tersebut mempengaruhi keluaran energi Matahari. Direncanakan untuk beroperasi selama 5 tahun, tetapi bahan bakar yang disimpan bisa dipergunakan selama 10 tahun. SDO dibangun dengan biaya mencapai US$850 juta, dan dalam pengoperasiannya akan mengambil citra piringan penuh matahari setiap detiknya, dengan resolusi sepuluh kali lebih baik dari resolusi televisi definisi-tinggi (HDTV), berukuran 4096 ? 4096 piksel, citra yang dihasilkan berkualitas film IMAX. Ada tiga instrumen yang dipergunakan untuk mengumpulkan 1,5 terabyte data perhari, sama dengan mengunduh 500.000 lagu perhari.

Adapun ketiga instrumen tersebut adalah:
Atmospheric Imaging Assembly (AIA), yaitu rangkaian empat teleskop, yang mengambil citra lapisan luar korona Matahari dalam berbagai panjang gelombang secara simultan. AIA akan merekam citra Matahari dalam 10 panjang gelombang setiap 10 detik. Citranya akan selebar 1,3 diameter Matahari dengan resolusi satu detik busur (satu noktah di Matahari yang seukuran New Mexico). Alat ini akan membantu ilmuan memahami bagaimana Matahari mengubah pelepasan medan magnetik menjadi energi yang memanaskan korona dan melepaskan flare Matahari.

Baca juga:  Ketika Wajah Matahari Tidak Berbintik
Skema instrumen SDO. kredit : NASA

Extreme ultraviolet Variability Experiment (EVE), yaitu alat untuk mengukur variasi iradiansi spektral ultraviolet-ekstrim Matahari pada berbagai rentang waktu.

Helioseismic and Magnetic Imager (HMI) yang akan mengintip ke dalam Matahari dan memetakan aliran plasma yang membangkitkan medan magnetik Matahari. HMI akan mempergunakan gelombang suara yang bergerak sepanjang Matahari untuk membangun citra dari interior Matahari. HMI juga akan mengukur kekuatan dan arah medan magnetik yang muncul dari fotosfer. HMI akan memberi gambaran tentang bagaimana mekanisme yang menyebabkan adanya siklus 11 tahunan Matahari, dan menyingkap bagaimana medan magnetik bisa terkonsentrasi pada suatu wilayah bintik Matahari.

Dari gabungan itu semua, SDO akan menyingkap medan magnetik Matahari dan pengaruhnya pada lingkungan Bumi, mempelajari semua fenomena-fenomena yang terjadi di Matahari, dari adanya lengkung korona di atas permukaan Matahari, ketika flare Matahari akan terjadi, dan dan lontaran massa korona yang seketika meledak dan mengarah ke Bumi. Dan dari pemahaman akan data-data yang lebih detil itu, akan membuat kita lebih memahami tentang fenomena cuaca antariksa, yang sama sekali jauh dari dengungan khayal tentang fenomena kiamat 2012. Kejutan apa yang akan kita temukan dari Matahari,yang tidak kita ketahui sebelumnya? Kita tunggu kiprah SDO di tahun 2010 ini.

Avatar photo

Emanuel Sungging

jebolan magister astronomi ITB, astronom yang nyambi jadi jurnalis & penulis. Punya hobi dari fotografi sampe bikin komik, pokoknya semua yang berhubungan dengan warna, sampai-sampai pekerjaan utamanya adalah seperti dokter bedah forensik, tapi alih-alih ngevisum korban, yang di visum adalah cahaya, seperti juga cahaya matahari bisa diurai jadi warna cahaya pelangi. Maka oleh nggieng, cahaya bintang (termasuk matahari), bisa dibeleh2 dan dipelajari isinya.

5 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini