Beda Galaksinya, Beda Gravitasinya

Menurut teori, suatu galaksi katai paling bisa dijelaskan melalui perubahan gravitasinya. Analisis gerak bintang dalam 6 galaksi kecil menunjukkan jika gravitasi galaksi katai bisa jadi lebih kuat dari gravitasi di Bimasakti.

Putaran bintang di beberapa galaksi kecil bisa dijelaskan oleh gravitasi yang besar. Sumber : nature

Gary Angus dari University of St Andrews, UK, yang mempelajari gerak benda kosmik, menyatakan bahwa gerak bintang di dalam galaksi bisa dijelaskan dengan mengasumsikan jika bintang di dalam galaksi itu sedang berada dalam pengaruh gravitasi yang sedang dimodifikasi. Namun, ada sebagian ilmuwan yang juga skeptis dengan penjelasan Gary. Menurut Albert Bosma dari Observatorium Marseille, perilaku galaksi katai bisa dijelaskan oleh materi kelam, partikel berat yang mengisi semesta.

Kecil Tapi Berat
Ada satu set galaksi spiral yang masing-masing terdiri dari satu juta bintang yang ada di Bimasakti. Pergerakan bintang-bintang dalam galaksi tersebut menunjukan bahwa mereka seharusnya lebih berat dari materi tampak yang ada. Biasanya, perbedaan seperti ini akan dijelaskan dengan mengasumsikan ada segumpal materi kelam di galaksi, dengan massa yang besar namun tak terlihat. Namun, teori yang ada saat ini mengenai pembentukan galaksi justru membuat galaksi terlihat seperti memiliki sejumlah besar materi kelam.

Menurut Angus, penjelasan alternatif untuk massa besar yang tidak terihat itu adalah gravitasi galaksi katai lebih kuat daripada Bimasakti. Kondisi ini diprediksi dari modifikasi teori gravitasi, yakni gaya tarik-menarik yang bergantung pada percepatan benda yang mengalami tarik menarik tersebut. Artinya, di daerah yang bermassa rendah, objek yang memiliki percepatan rendah akan mengalami sentakan gravitasi yang lebih besar dibanding objek pada area bermassa tinggi. Jika teori ini benar, maka bintang pada galaksi katai bermassa rendah akan terlihat memiliki tarikan yang lebih besar satu sama lain dibandingkan dengan yang ada di Bimasakti.

Enam dari Delapan
Saat Angus menganalisis 8 galaksi katai sferis serta menghitung gravitasi internal dan gaya pasang surut dari Bimasakti, dia menemukan perilaku 6 diantaranya yang sangat cocok dengan prediksi menggunakan modifikasi teori gravitasi.

Memang analisis enam dari delapan galaksi tersebut menunjukkan sebuah hasil yang cukup baik. Namun ,Bosma juga mempertanyakan, mengapa Angus tidak bisa menjelaskan gerak bintang pada dua galaksi lainnya, yakni Draco dan Sextans. Model yang baik seharusnya bisa menjelaskan semuanya.

Angus mengakui 2 galaksi lainnya masih merupakan masalah bagi teori yang sedang dia kembangkan ini. Namun, menurutnya, pengukuran dan pemodelan lanjut akan dapat menjelaskan perbedaan yang terjadi. Secara umum, menurut Angus, modifikasi teori gravitasi yang dia kerjakan memang tidak bisa diaplikasikan dan dijelaskan untuk gerak struktur skala besar dalam alam semesta.

Teori ini belum akan terlalu populer sampai Angus bisa menjelaskan semuanya.

Sumber : Nature

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.