Eris menggeser Pluto dalam ukuran dan massa

Masa Pluto menjadi objek terbesar dalam jajaran objek Sabuk Kuiper ataupun dalam jajaran Planet Katai akhirnya berakhir. Hasil pengamatan dan perhitungan terbaru menunjukkan kalau Eris 27% lebih masif dibanding Pluto. Dengan demikian impian para pecinta Pluto sebagai planet pupus sudah.

Eris dan Dysnomia. Kredit: Robert Hurt / IPAC

Penemuan Sedna dan Eris memang pada akhirnya membawa kembali perdebatan mengenai definisi planet ke permukaan, apalagi saat itu tampaknya Eris dan Pluto memiliki ukuran yang sama. Akhirnya Agustus 2006 IAU menetapkan definisi baru bagi planet, yang membawa Pluto, Sedna, Eris, Ceres dan objek Sabuk Kuiper lainnya memasuki kelas klasifikasi yang baru yakni planet katai.

Mitologi Eris dan Dysnomia
Eris ditemukan oleh Mike Brown (Caltech), Chad Trujillo (Gemini Observatory), and David Rabinowitz (Yale University) dengan menggunakan teleskop Samuel Oschin di Observatorium Palomar. Pada awalnya digunakan nama Xena dan Gabrielle untuk planet dan satelitnya, namun IAU kemudian memutuskan nama baru buat keduanya pada tanggal 13 September 2006 yakni Eris dan Dysnomia.

Dalam mitologi Yunani, Eris adalah dewi perang. Ia sering membangkitkan kecemburuan diantara manusia sehingga menyebabkan terjadinya peperangan. Dalam pernikahan Peleus dan Thetis, orang tua pahlawan Yunani Achilles, seluruh dewa diundang terkecuali Eris. Akibatnya, bisa diduga Eris marah dan menimbulkan pertentangan di antara para dewa sehingga pecahlah perang Trojan.

Sama seperti kisah mitologi Yunani, dalam astronomi Eris juga memicu terjadinya perdebatan diantara para astronom untuk menentukan apakah ia adalah planet atau bukan. Pertentangan ini kemudian dijadikan pembicaraan dalam pertemuan IAU di Praha, yang diakhiri dengan diturunkannya status Pluto dari planet menjadi planet katai.

Satelit Eris menerima nama Dysnomia, yang dalam mitologi Yunani merupakan putri Eris dan roh kekacauan. Nah untuk singkatnya Dysnomia akan disebut Dy.

Mengenal Eris, Sang Dewi Perang
Dekatkah atau jauhkah Eris? Dalam Tata Surya Eris berada sejauh 10 milyar mil dari Matahari dengan orbit yang lebih eksentris (lonjong) dibanding Pluto. Nah, jika Pluto bergerak dalam orbit 30-50 SA (jarak terdekat dan terjauh Pluto dari Matahari) dalam 250 tahun, maka Eris bergerak dari 38 SA sampai dengan 97 SA dalam 560 tahun. Pengamatan dengan Teleskop Hubble sebelumnya juga berhasil menentukan diameter Eris yakni 2400 km juga lebih besar dari Pluto.

Orbit Eris dan Pluto

Dalam hasil terbaru yang diperoleh Teleskop Hubble dan data dari Observatorium Keck, diindikasikan kerapatan materi yang membentuk Pluto sekitar 2 gram per centimeter kubil. Artinya Eris terbentuk dari batuan dan es mirip dengan komposisi Pluto.

Bagaimana dengan permukaannya? Permukaan sang dewi diselubungi metana padat yang membeku. Pada temperatur rendah metana di Pluto dan Eris berada dalam bentuk bekuan padat, sementara di Bumi, metana pada temperatur yang sama berada dalam bentuk gas.

Saat ini Eris berada pada posisi terjauhnya dari Matahari, dan ia sedang berada pada temperaturnya yang paling rendah. Pada jarak sejauh ini, bahkan atmosfer planet pun akan menjadi padatan es. (jika Bumi dibawa sangat jauh dari Matahari pun atmosfernya akan menjadi padatan es). Dalam 280 tahun kedepan, saat Eris berada pada titik terdekatnya dengan Matahari, temperatur di Eris akan meningkat sekitar 1,6 kali. Dengan temperatur saat ini 405 derajat Fahrenheit dibawah nol atau tepatnya minus -243 derajat Celsius, peningkatannya memang tidak drastis, namun perbedaan yang dihasilkan khususnya pada methana dan nitrogen adalah antara padatan es dan penguapan menjadi atmosfer.

Dy sang Putri
Eris memag tidak sendirian, ia ditemani putrinya yang mengorbit dirinya setiap 16 hari. Jadi di Eris yang satu tahunnya itu 560 tahun Bumi, ia akan memiliki lebih banyak bulan di dalam kalendernya. Apalagi satu bulannya hanya berkisar 16 hari.

Dy sendiri memiliki diameter 150 km dan berada 37000 kilometer dari Eris dengan permukaan yang lebih gelap dari Eris.

Dan sama seperti sistem Bumi-Bulan, Eris dan Dy juga diperkirakan terbentuk 4,5 milyar tahun lalu dalam tabrakan masif.

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.