Stein - Permata Di Angkasa Dalam 3-Dimensi
By nggieng • Oct 13th, 2008 at 9:40 am • Category: Asteroid, Tata Surya
Citra 3 Dimensi asteroid Steins. Kredit : ESA
Proses terbang dekat terhadap Stein telah berhasil dilakukan sebulan yang lalu, yaitu pada 5 September 2008, dengan jarak 800 km dari asteroid dengan laju 8,6 km/dtk terhadap Stein dan teriluminasi oleh Matahari, memberikan kesempatan untuk pengamatan asteroid dari dekat. Pada saat itu, Rosetta akan berjarak 2,41 Satuan Astronomi, atau sekitar 360 juta km dari Bumi, dan sinyal yang dikirimkan dari Rosetta mencapai Bumi setelah menempuh perjalanan selama 20 menit.
Yang menarik, citra dari sistem pencitra OSIRIS dan VIRTIS spektrometer inframerah memberikan hasil yang sangat luar biasa. Citra yang diperoleh dari pengamatan memperlihatkan bahwa Stein berbentuk seperti Permata di angkasa
Dari citra tersebut, tampak bahwa di asteroid tersebut ada beberapa kawah kecil dan dua kawah besar dengan diameter mencapai 2 km, yang mengindikasikan bahwa asteroid tersebut sudah sangat tua. Dalam citra tersebut ada serangkaian rantai kawah tumbukan. Artinya, rantai kawah itu terbentuk dari serangkaian tumbukan ketika asteroid itu berotasi, yang bisa saja disebabkan oleh aliran meteorid atau rangkaian pecahan benda-benda kecil.
Rantai tersebut tersusun dari tujuh buah kawah, dan untuk menentukan umur asteroid, perhitungan pada kawah permukaan telah dilakukan. Semakin banyak kawah, semakin tua umurnya, dan telah tercatat ada 23 kawah teramati. Dan untuk memahami keseluruhan permukaan asteroid, citra dibuat menjadi bentuk citra tiga dimensi.
Dari citra tersebut, ilmuwan mencoba memahami mengapa asteroid tersebut sangat luar biasa cerlang, dan seberapa halus bulir pada permukaan regolith. Dari itu maka bisa dipahami bagaimana asteroid terbentuk. Steins sendiri diklasifikasikan sebagai asteroid tipe-E, dengan komposisi utama adalah silikat dan basalt. Dengan pemahaman yang lebih baik akan sampel yang diperoleh dari data-data tersebut, kita bisa lebih jauh mengerti tentang asal-usul planet-planet dan sistem keplanetan tetangga kita.
Sumber : ESA
nggieng Mahasiswa magister astronomi ITB yang semenjak S1, sudah terlibat dalam berbagai kegiatan jurnalistik dan penulisan buku ilmiah popular. Kendati mengambil pendidikan di Astronomi ITB, tetapi tidak menghentikan minat untuk terlibat dalam dunia jurnalistik. Pengalaman jurnalistik semenjak di kampus a.l., Pemred Majalah KMK ITB "Lentera", Redaksi Pelaksana Majalah Astronomi "Asteroid", terlibat dalam penerbitan buku "Perjalanan Mengenal Astronomi", sampai dengan penerbitan Internasional, dan sekarang terlibat aktif sebagai reporter & fotografer di Komunitas Astronomi langitselatan.
Email this author | All posts by nggieng






