Vernal Equinox

Bumi kita bergerak mengelilingi matahari, sehingga menimbulkan kesan semu bahwa matahari–dari sudut pandang kita di Bumi–bergerak mengelilingi. Gerak semu ini ditandai dengan perubahan posisi matahari setiap hari.

Sumber : Wikipedia

Benda langit selalu berubah posisinya, terbit di timur dan tenggelam di barat. Ini adalah gerak yang diakibatkan oleh rotasi Bumi–perputaran Bumi pada porosnya–sehingga harus dibedakan dengan gerak Bumi mengelilingi matahari.

Bintang-bintang letaknya sangat jauh sehingga praktis posisinya tidak banyak berubah seiring dengan bergeraknya Bumi mengelilingi matahari, oleh karena itu justru posisi mereka bisa kita jadikan patokan. Indikasi revolusi Bumi–perputaran Bumi mengelilingi matahari–ada pada matahari dan planet-planet di sekitar Bumi. Posisi matahari setiap hari berubah-ubah relatif terhadap bintang-bintang di belakangnya. Bulan ini matahari bisa berada di rasi A, bulan depan di rasi B. Namun demikian, gerakan ini selalu teratur.

Bila dilacak, gerakannya sepanjang tahun akan mengikuti garis yang kita namakan garis ekliptika. Garis ekliptika ini berpotongan dengan garis ekuator langit, yaitu garis yang memotong bola langit menjadi dua bagian–belahan utara dan belahan selatan.

Perpotongan dua garis ini–ekliptika dan ekuator langit–disebut titik equinox. Saat matahari berada di titik ini, maka lamanya siang dan malam akan sama yaitu masing-masing 12 jam. Titik yang dilewati matahari dalam perjalanannya dari selatan ke utara langit, terjadi pada bulan Maret, dinamakan Titik Vernal Equinox. Titik yang dilewati matahari dalam perjalanannya dari utara ke selatan langit, terjadi pada bulan September, dinamakan Titik Autumnal Equinox. Vernal Equinox terjadi sekitar tanggal 21-23 Maret setiap tahunnya, tidak pernah sama karena Bumi sendiri membutuhkan waktu 365.25 hari untuk mengitari matahari.

Tugu Khatulistiwa, titik nol. Sumber : pontianak.go.id

Titik vernal equinox disebut juga Titik Aries, dan merupakan titik acuan bagi koordinat langit. Seluruh koordinat bintang, dalam sistem ekuatorial, dihitung dari titik ini.

Pada tahun ini, 2008, matahari melewati Titik Vernal Equinox hari Kamis, tanggal 20 Maret. Bagi kawan-kawan yang berada di garis ekuator, misalnya di Pontianak (sudah waktunya kita mendaftar kota-kota di Indonesia yang berada di khatulistiwa), pada pukul 12.48 siang waktu setempat, matahari akan berada persis di atas kepala dan sinar matahari jatuh tegak lurus terhadap tanah. Jadi bayangan yang dihasilkan akan kecil sekali.



Tags:


Tri L. Astraatmadja adalah mahasiswa Doktoral di Jurusan Fisika, Universitas Leiden, dan juga peneliti di Institut Nasional untuk Fisika Sub-Atomik (Nikhef), Amsterdam, Negeri Belanda. Konsentrasi penelitiannya saat ini adalah deteksi Sinar Gamma pada daerah energi TeV dengan menggunakan Teleskop Neutrino ANTARES.



Tidak Ada Komentar untuk “Vernal Equinox”

  1. [...] yang lalu, sekelompok kecil tim dari langitselatan melakukan riset di Borobudur, tepatnya pada saat Vernal Equinox, yaitu pada waktu ketika terjadi perpotongan dua garis ekliptika dan ekuator langit. Saat matahari [...]

Aturan Dalam Memberi komentar :

  1. Jika anda sudah memiliki akun di langitselatan, silahkan log masuk untuk memberi komentar
  2. Admin dan Moderator berhak untuk memoderasi setiap komentar yang masuk
  3. Diharapkan menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
  4. Bersikap Baik - Tidak menyerang pembaca yang lain ataupun penulis
  5. Dilarang memberikan komentar yang mengarah pada hal-hal terkait SARA.
  6. Berikan komentar yang singkat - Tidak menuliskan komentar yang bahkan lebih panjang dari artikel yang ada.
  7. Dilarang mengiklankan produk, jasa, dll.
  8. Jika melanggar, komentar akan langsung kami hapus

Beri Komentar