Vernal Equinox

By Tri L. Astraatmadja • Mar 20th, 2008 at 11:18 am • Category: Sistem Kalender

Sumber : Wikipedia
Sumber : Wikipedia
Bumi kita bergerak mengelilingi matahari, sehingga menimbulkan kesan semu bahwa matahari–dari sudut pandang kita di Bumi–bergerak mengelilingi. Gerak semu ini ditandai dengan perubahan posisi matahari setiap hari.

Benda langit selalu berubah posisinya, terbit di timur dan tenggelam di barat. Ini adalah gerak yang diakibatkan oleh rotasi Bumi–perputaran Bumi pada porosnya–sehingga harus dibedakan dengan gerak Bumi mengelilingi matahari.

Bintang-bintang letaknya sangat jauh sehingga praktis posisinya tidak banyak berubah seiring dengan bergeraknya Bumi mengelilingi matahari, oleh karena itu justru posisi mereka bisa kita jadikan patokan. Indikasi revolusi Bumi–perputaran Bumi mengelilingi matahari–ada pada matahari dan planet-planet di sekitar Bumi. Posisi matahari setiap hari berubah-ubah relatif terhadap bintang-bintang di belakangnya. Bulan ini matahari bisa berada di rasi A, bulan depan di rasi B. Namun demikian, gerakan ini selalu teratur.

Bila dilacak, gerakannya sepanjang tahun akan mengikuti garis yang kita namakan garis ekliptika. Garis ekliptika ini berpotongan dengan garis ekuator langit, yaitu garis yang memotong bola langit menjadi dua bagian–belahan utara dan belahan selatan.

Perpotongan dua garis ini–ekliptika dan ekuator langit–disebut titik equinox. Saat matahari berada di titik ini, maka lamanya siang dan malam akan sama yaitu masing-masing 12 jam. Titik yang dilewati matahari dalam perjalanannya dari selatan ke utara langit, terjadi pada bulan Maret, dinamakan Titik Vernal Equinox. Titik yang dilewati matahari dalam perjalanannya dari utara ke selatan langit, terjadi pada bulan September, dinamakan Titik Autumnal Equinox. Vernal Equinox terjadi sekitar tanggal 21-23 Maret setiap tahunnya, tidak pernah sama karena Bumi sendiri membutuhkan waktu 365.25 hari untuk mengitari matahari.

Tugu Khatulistiwa, titik nol. Sumber : pontianak.go.id
Tugu Khatulistiwa, titik nol. Sumber : pontianak.go.id
Titik vernal equinox disebut juga Titik Aries, dan merupakan titik acuan bagi koordinat langit. Seluruh koordinat bintang, dalam sistem ekuatorial, dihitung dari titik ini.

Pada tahun ini, 2008, matahari melewati Titik Vernal Equinox hari Kamis, tanggal 20 Maret. Bagi kawan-kawan yang berada di garis ekuator, misalnya di Pontianak (sudah waktunya kita mendaftar kota-kota di Indonesia yang berada di khatulistiwa), pada pukul 12.48 siang waktu setempat, matahari akan berada persis di atas kepala dan sinar matahari jatuh tegak lurus terhadap tanah. Jadi bayangan yang dihasilkan akan kecil sekali.

Share/Save/Bookmark
Share/Save/Bookmark



Tagged as:

Tri L. Astraatmadja memulai pendidikan astronominya pada tahun 1999, ketika diterima di Departemen Astronomi, Institut Teknologi Bandung. Sempat berhenti kuliah selama 1.5 tahun ketika menjadi aktivis mahasiswa. Lulus bulan Maret 2006, sempat bekerja sebentar di Observatorium Bosscha. Semenjak September 2006 melanjutkan pendidikan S2 di Observatorium Leiden, Universitas Leiden, Negeri Belanda. Diharapkan akan lulus bulan Juni 2008.
Email this author | All posts by Tri L. Astraatmadja

«« Sejarah Masa Lalu Vulkanik di Mars dan Masa Depannya
Misteri Hilangnya Cincin Saturnus »»

Leave a Reply