Membangun Berbagai Model Planet Bumi
By ivie • Sep 26th, 2007 at 8:33 pm • Category: Extrasolar PlanetSeperti apakah dunia di luar Tata Surya? Apakah ada kehidupan di luar sana? Bagaimana dengan kemungkinan planet yang memiliki kehidupan? Itulah pertanyaan yang seringkali muncul dan liar bermain dalam angan dan imajinasi setiap orang. Bahkan dalam film-film seperti Star Wars, planet fiktif yang dibuat memiliki hutan, laut, gurun, maupun gunung api. Padahal kita tahu bahwa sampai saat ini pencarian akan planet yg mirip Bumi lebih banyak bertumpu pada apakah planet tersebut memiliki air atau tidak.

This is an artist's concept of an Earthlike planet around another star.
Dalam melakukan pemodelan ini, tim peneliti memberikan pertimbangan terhadap berbagai kemungkinan yang bisa dimiliki sbeuah planet yang terbentuk berdasarkan komposisi kandungan piringan proto planet yang ada disekeliling bintang muda.
Dengan mempelajari perbedaan yang ada diantara planet-planet raksasa di dalam sistem ekstrasolar, tim ini membangun dasar kemungkinan planet kecil yang bisa terbentuk. Dengan demikian bisa diketahui dimana planet-planet tersebut ditemukan. Contohnya, planet carbon dan planet carbon monoksida akan dapat ditemukan mengitari bintang seperti katai putih dan pulsar, atau bisa juga mereka terbentuk pada piringan yang kaya kaya carbon seperti yang mengitari Beta Pictoris. Namun bagaimanapun juga, sebuah model tetap menjadi model sebelum ada pembuktian dan jawaban nyata yang diberikan oleh hasil pengamatan.

This image shows the relative sizes of six different kinds of planets with different compositions, and depending on whether they have the same mass as Earth, or five times the mass of Earth.
Contoh, planet dengan 1 massa bumi yang terdiri dari air murni akan memiliki diameter 15288 km, sedangkan dengan massa yang sama untuk planet bertipe besi akan memiliki diameter 4828 km. sebagai perbandingan, Bumi yang sebagian besar terdiri dari silikat memiliki diameter 12755 km.
Beberapa hasil memang seperti yang diharapkan, seperti planet air murni memang memliki kerapatan yang sangat kecil untuk planet padat. Sementara di sisi lain, planet besi memiliki kerapatan yang tinggi dalam jajaran planet padat. Namun demikian, ada hal mengejutkan yang ditemukan, yakni tak peduli apapun materi pembentuk planet, hubungan massa diameter akan mengikuti pola yang sama. Semua materi akan mengalami pemadatan dalam cara yang sama akibat strukturnya yang padat.
Jika batuan ditekan, maka tidak akan terjadi banyak perubahan, sampai mencapai tekanan kritis, maka batuan itu akan hancur. Demikian juga dengan planet, mereka memiliki kekhasan yang sama. Bedanya mereka bereaksi pada tekanan yang berbeda bergantung pada komposisi pembentuknya. Inilah hal mendasar yang merupakan kemajuan dalam memahami planet.

These theoretical models plot a planet's size and mass given a certain composition.
Tim ini juga mengharapkan model yang dibangun dpat memberi pencerahan mengenai komposisi planet saat astronom menemukan planet berukuran Bumi disekitar bintang.
Misi satelit Corot milik Perancis yang diluncurkan 27 Desember 2006 dan pesawat ruang angkasa Kepler milik NASA yang akan diluncurkan tahun 2009, akan dapat menemukan planet yang berukuran Bumi dengan mengamati planet tersebut melintasi bintang induknya, atau yang dikenal dengan metode transit. Dari metode transit bisa diketahui ukuran planet, dan kemudian massa planet dapat ditentukan. Nah, dengan membandingkan ukuran dan massa planet, astronom akan dapat menentukan komposisi planet tersebut apakah terdiri dari air atau besi atau campuran lainnya.
Kesulitan yang dialami oleh pengamatan transit adalah, para astronom akan sulit memisahkan planet silikat dan planet carbon karena keduanya memiliki massa dan ukuran yang hampir sama. Solusi untuk dapat memisahkan kedua tipe planet tersebut adalah dengan mengamati spektrum dari planet tersebut, sehingga akan diketahui komposisi kimianya. Pengamatan spektrum planet tipe Bumi ini dapat dilakukan dengan menggunakan James Webb Space Telescope milik NASA atau Terrestrial Planet Finder.
Berbagai model planet telah berhasil dibangun namun pembuktiannya, kita masih harus bersabar sampai ada bukti pengamatan yang mengungkapkan kebenaran model tersebut.
sumber : NASA
ivie Astronom dan Sains komunikator yang aktif menulis di langitselatan.com. Menyelesaikan tahap sarjana dan pasca sarjana dari Astronomi ITB dengan topik kajian Tata Surya dan Extrasolar Planet khususnya tentang dinamika sistem planet. Terlibat dalam riset KK Tata Surya Astronomi ITB untuk tinjauan pembentukan sistem Tata Surya dan Extrasolar Planet. Saat ini ia sedang melakukan riset dinamika sistem planet dan mengelola langitselatan.
Email this author | All posts by ivie








