Hadiah Nobel Diberikan Pada Penemu Chip CCD

Hadiah Nobel Fisika 2009 berhasil dimenangkan oleh dua ilmuwan atas kerjanya untuk membuat Charge Couple Device atau CCD. CCD merupakan alat yang digunakan dalam citra digital, terutama untuk teleskop mutakhir profesional dan amatir. Semua foto indah yang selama ini kita nikmati dari kedalaman alam semesta itu merupakan hasil karya teknologi CCD.

Mengenal Binokular untuk Astronomi

Apabila kebanyakan dari kita ditanya alat apa yang bisa digunakan untuk melihat keindahan langit, bisa dipastikan teleskop adalah kata yang pertama kita ingat. Padahal ada alat alternatif lain yang mungkin sering kita lupakan. Yaitu Binokular, alat ini mungkin lebih dikenal untuk mengamati objek-objek terestrial. Tapi jangan salah, alat ini sangat memadai untuk mengamati objek-objek astronomi.

Teleskop Sinar-X : Membuka Pandangan Baru Dalam Astronomi

Setiap saat, Bumi kita dibombardir dengan berbagai macam radiasi gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh objek-objek langit, mulai dari sinar radio yg berenergi rendah hingga sinar gamma yg berenergi tinggi. Akan tetapi, dengan keberadaan atmosfer Bumi, hanya sinar radio dan sinar tampak (visual) yang mencapai permukaan Bumi. Sementara, sinar-sinar yang lain hanya mampu menembus hingga ketinggian tertentu.

Godzillanya Teleskop

Bagaimana mempelajari langit di dalam ilmu astronomi? Tentunya dengan memandangi langit dan mempelajari apa yang tampak di sana. Dari awal peradaban, jauh sebelum ditemukan adanya teleskop, mata adalah alat utama untuk mengidentifikasi, mempelajari, dan memahami benda-benda yang ada di langit. Dengan ditemukannya teleskop, maka pembelajaran tentang langit semakin mendalam dan semakin mendalam lagi, sehingga manusia bisa mendapatkan informasi yang lebih baik lagi.

Instrumentasi Astronomi Radio 2: Antena

Gambar 1. Susunan array MRT

Antena adalah salah satu elemen penting yang harus ada pada sebuah teleskop radio. Fungsinya adalah untuk mengubah sinyal listrik menjadi sinyal elektromagnetik, lalu meradiasikannya. Dan sebaliknya, antena juga dapat berfungsi untuk menerima sinyal elektromagnetik dan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Pada radar atau sistem komunikasi satelit, sering dijumpai sebuah antena yang melakukan kedua fungsi (peradiasi dan penerima) sekaligus. Namun, pada sebuah teleskop radio, antena hanya menjalankan fungsi penerima saja.

Adakah Seseorang di Luar Sana: Mencari kehidupan cerdas di luar Bumi

Pengantar: Artikel ini ditulis pada tahun 2005 untuk Majalah Centaurus, tidak pernah diterbitkan. Dimunculkan pertama kali untuk publik di Langit Selatan. Mohon diperhatikan konteks penulisan artikel pada tahun 2005. Oleh karena itu, kata “hingga saat ini” dan sejenisnya harus diartikan sebagai saat ketika artikel ini ditulis.

Menuju Titik Api: Sebuah Penjelasan-tak-terlalu-teknis Tentang Prinsip Kerja Teleskop, Bagian 5 (tamat): Sementara Itu, di Daerah Panjang Gelombang Lain: Teleskop Radio

Gambar 1. Sumber: Science Cartoons Plus: The Cartoons of S. Harris

Teleskop yang sudah dibicarakan di atas dipakai pada daerah optik yang disebut daerah visual, yaitu daerah kasatmata yang tampak oleh mata. Sementara itu kita mengetahui bahwa cahaya sebenarnya terdiri atas berbagai panjang gelombang, di mana tiap-tiap panjang gelombang membawa energinya sendiri-sendiri. Besarnya energi yang dibawa pada setiap panjang gelombang tidak sama, tetapi berpuncak pada panjang gelombang tertentu. Panjang gelombang berapa yang memancarkan energi maksimal bergantung pada suhu objek tersebut, semakin tinggi suhunya semakin pendek panjang gelombangnya dan semakin biru warnanya. Tidak semua objek memancarkan energi maksimalnya pada daerah visual (daerah visual didefinisikan berada pada rentang panjang gelombang 380 – 750 nanometer. Satu nanometer sama dengan satu per semilyar meter). Banyak sekali objek yang memancarkan energi maksimalnya pada daerah ultraviolet (lebih pendek dari 300 nanometer) atau daerah inframerah (antara 750 nanometer hingga sekitar 1 mm), sehingga apabila kita mengamati objek-objek tersebut hanya pada daerah visual akan banyak sekali informasi yang tidak kita peroleh. Oleh karena itu diciptakan berbagai alat untuk dapat mendeteksi keseluruhan rentang energi gelombang elektromagnetik (Gambar 2), pada daerah-daerah ultraviolet, inframerah, dan radio.

Menuju Titik Api: Sebuah Penjelasan-tak-terlalu-teknis Tentang Prinsip Kerja Teleskop, Bagian 4: Refraktor dan Reflektor: Sebuah Perbandingan

Refraktor dan Reflektor: Sebuah Perbandingan
Kelemahan utama refraktor adalah fakta bahwa sinar difokuskan dengan cara dilewatkan melalui medium, dalam hal ini lensa. Indeks bias yang mempengaruhi arah pembelokkan cahaya berbeda-beda untuk setiap warna, sehingga sebenarnya ada banyak titik api untuk berbagai warna (yang letaknya cukup berdekatan), dengan fokus untuk cahaya biru lebih dekat ke lensa daripada fokus cahaya merah. Ini adalah cacat lensa yang disebut aberasi kromatis atau aberasi warna. Pelewatan cahaya melewati medium juga berarti material lensa harus homogen atau serbasama di setiap bagian lensa, dan keserbasamaan (homogenitas) ini makin sulit dipertahankan bisa ukuran lensa semakin besar.

Menuju Titik Api bag 3 : Teleskop Reflektor

Gambar 1 : Atas: Cermin cekung akan memantulkan cahaya menuju satu titik api. Bawah: Gambar ini dibuat oleh Sekretaris Perkumpulan Kerajaan (Royal Society) untuk ahli optik dan astronom Christiaan Huygens di Paris, melaporkan kinerja teleskop reflektor yang dibuat Isaac Newton dan didemonstrasikan di hadapan anggota Perkumpulan Kerajaan pada akhir tahun 1671. Gambar dua mahkota di kiri bawah adalah ornamen sebuah pembaca arah angin sejauh 100 meter, dilihat dengan menggunakan reflektor Newton (A) dan dengan refraktor (B). Sumber: Hoskin, M. (ed.) 1997, The Cambridge Illustrated History of Astronomy, Cambridge University Press. h.153.

Teleskop Reflektor

Isaac Newton menyadari persoalan aberasi kromatis ini ketika mempelajari pemecahan sinar matahari menjadi warna pelangi dengan menggunakan prisma. Dengan tepat ia menyimpulkan bahwa aberasi kromatis adalah persoalan yang terkait dengan lensa (sebagaimana telah disinggung pada bagian tentang refraktor) dan membuat sebuah teleskop reflektor yang menggunakan cermin sebagai pemecahannya (Gambar 1).

Instrumentasi Astronomi Radio I: Gambaran Umum

Jika kita mendengar kata teleskop, maka umumnya interpretasi pertama dalam kepala kita adalah sebuah tabung yang dilengkapi lensa atau cermin, yang digunakan untuk mengamati objek-objek di luar angkasa. Namun perlu diingat (dan disosialisasikan) bahwa optik hanyalah salah satu bagian kecil dari spektrum gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh objek-objek di luar angkasa tersebut. Masih ada jenis-jenis gelombang elektromagnetik lainnya, yang tentu saja jika ingin diamati, membutuhkan peralatan yang berbeda dengan teleskop optik.

Menuju Titik Api bagian 1

Sebuah teleskop pada intinya adalah alat untuk mengumpulkan cahaya, menguatkannya, dan mengumpulkannya pada satu tempat. Walaupun kata “teleskop” dapat dipecah menjadi “tele” yang berarti “jauh” dan “scope” berarti “melihat”, atau kurang lebih maknanya adalah “melihat [objek-ojek] jauh”, tapi fungsi utama sebuah teleskop astronomi bukanlah untuk melihat hingga kejauhan.

Hobby roket untuk Amatir ? – bag. 1

Sebuah hobby yang pernah saya geluti ketika masih SD dan SMP, yaitu membuat bahan bakar roket sendiri dan merancang rocket. Beneran……roket bahan bakar padat dan ramuan bahan bakarnya di aduk sendiri. Ini bukan roket air yang sekarang sedang populer, dan saya berminat menjadikan hobby ini menjadi hobby amatir seperti klub-klub astronomi amatir sekarang ini yang mulai menjamur di setiap kota.