Para astronom berhasil membuat peta radio Alam Semesta paling detail yang pernah ada sampai saat ini.Â

Bayangkan kamu sedang memakai kacamata ajaib yang bisa membuatmu melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat orang lain!
Selama lebih dari 10 tahun, tim astronom internasional memindai langit dengan teleskop khusus bernama Low Frequency Array (LOFAR). Teleskop ini melihat alam semesta melalui gelombang radio, sejenis cahaya yang tidak nampak oleh mata manusia.
Hasilnya luar biasa!
Para astronom menemukan 13,7 juta objek kosmik, dan menjadikannya peta radio alam semesta yang paling detail hingga saat ini. Peta ini memuat berbagai objek dan peristiwa di Alam Semesta termasuk objek redup yang sebelumnya tidak bisa kita lihat. Di antaranya adalah semburan jet kuat dari lubang hitam supermasif hingga sisa-sisa ledakan bintang yang kita kenal sebagai reruntuhan supernova. Untuk memperoleh hasil ini, para astronom mengembangkan program komputasi baru untuk menghasilkan citra langit yang sangat detail dalam cahaya radio. Dan rupanya hasil program ini membuat para astronom sangat antusias untuk mengeksplorasi semua objek yang telah mereka temukan.
Rahasia Lubang Hitam dan Galaksi
Dengan mengamati beragam populasi lubang hitam supermasif dan semburan jet radionya pada tahap evolusi berbeda, para astronom bisa mempelajari bagaimana monster raksasa ini berubah seiring waktu. Hasil survei ini juga memperlihatkan kalau galaksi tuan rumah atau galaksi induk, lingkungan di sekitarnya, serta lubang hitam supermasif saling mempengaruhi pertumbuhan dan evolusi satu sama lainnya.Â
Survei yang dilakukan ini membatu para astronom untuk mengukur seberapa cepat laju kelahiran bintang di dalam galaksi. Rupanya, tiap galaksi membentuk bintang dengan laju kecepatan berbeda, dan laju ini bisa terus berubah di sepanjang sejarah alam semesta.
Tabrakan Raksasa di Ruang Hampa
Survei LOFAR juga menyingkap ada banyak kelompok galaksi yang kita kenal sebagai gugus galaksi. Gugus ini berisi awan berisi materi panas yang kita kenal sebagai plasma. Saat gugus galaksi saling bertabrakan, plasma yang ada kemudian teraduk dan partikel-partikel di dalamnya mengalami percepatan, sehingga menghasilkan gelombang kejut.
Dengan mempelajari gugus-gugus ini, astronom bisa memahami bagaimana gelombang kejut dan peristiwa lainnya di ruang angkasa membuat partikel kecil melesat lebih cepat dan meregangkan medan magnet hingga jarak yang sangat jauh, bahkan sampai jutaan tahun cahaya. Seperti sedang mengaduk mengaduk semangkuk sup spageti, di mana spagetinya terpuntir, kusut, dan merenggang.
Tak hanya itu, para astronom juga menemukan beberapa galaksi radio tertua dan terbesar yang pernah ada, serta gelombang radio yang dilepaskan saat eksoplanet berinteraksi dengan bintang induknya. Mirip seperti temu sapa antara Bumi dan Matahari.
Saat ini, para astronom sedang menanti perbaruan teknologi LOFAR 2.0. Perbaruan ini diharapkan bisa menghasilkan penemuan baru yang menyingkap lebih banyak rahasia Alam Semesta!
Fakta keren
LOFAR memiliki desain unik dengan 38 stasiun di Belanda dan 14 stasiun yang tersebar di seluruh Eropa. Jarak stasiun terjauh mencapai hampir 2000 km, dan menjadikan LOFAR salah satu teleskop radio terbesar, dengan resolusi tertinggi dan paling sensitif di dunia.













Tulis Komentar