Teleskop adalah mesin penjelajah waktu ke galaksi-galaksi jauh. Cahaya bergerak lebih cepat dari apapun yang ada di Alam Semesta.

Sepetak langit malam dengan bintang-bintang dan galaksi. Bagian yang diperbesar merupakan galaksi JADES-GS-z14-0. Foto yang diperbesar menampakkan awan biru yang menyebar dengan pusat putih terang. Kredit: ALMA (ESO/NAOJ/NRAO)/S. Carniani et al./S. Schouws et al/JWST: NASA, ESA, CSA, STScI, Brant Robertson (UC Santa Cruz), Ben Johnson (CfA), Sandro Tacchella (Cambridge), Phill Cargile (CfA)
Cahaya dari Matahari butuh waktu 8 menit untuk tiba di Bumi. Karena itu, cahaya Matahari yang mengenai wajah kita itu usianya sudah 8 menit. Ketika para astronom mengarahkan teleskop untuk melihat galaksi, ada yang dekat ada juga yang jauh. Itu artinya, ada yang usianya masih muda dan ada yang sudah tua. Para astronom sudah mengamati galaksi yang usianya jutaan sampai miliaran tahun!
Dengan mempelajari cahaya dari berbagai jenis galaksi, para astronom bisa menelusuri sekilas sejarah Alam Semesta dan membangun ‘garis waktu kosmik’ dari terbentuknya galaksi. Para astronom menduga mereka sudah punya ide atau teori yang cukup baik tentang garis waktu ini seharusnya. Tapi, penelitian terbaru justru membuat para astronom harus mempertimbangkan sebagian fakta.
Ada dua tim astronom yang mempelajari galaksi terjauh (karena itu, menjadikannya galaksi termuda) yang sudah kita temukan. Namanya JADES-GS-z14-0. Jadi, cahaya yang kita terima dari galaksi ini sudah menempuh perjalanan selama 13,4 miliar tahun. Itu artinya, galaksi JADES-GS-z14-0. sudah ada saat Alam Semesta masih sangat muda. Dari informasi yang dibawa cahaya, kita jadi tahu kalau ini adalah galaksi muda. Tapi seandainya galaksi itu sekarang masih ada maka usianya sudah sangat tua dan cahayanya belum sampai ke Bumi. Jadi, ketika cahaya ini meninggalkan galaksi JADES-GS-z14-0 13,4 miliar tahun lalu, Tata Surya bahkan belum ada!
Ketika para astronom dari dua tim berbeda ini menganalisis data galaksi terbut, mereka menemukan hal unik yang seharusnya tidak dimiliki galaksi muda.
Apa itu? Oksigen.
Sekilas mungkin tampak biasa saja: oksigen ada di mana-mana di sekeliling kita! Tapi, ada hal-hal tertentu yang hanya bisa dimiliki galaksi pada usia tertentu. Mirip seperti izin mengemudi.
Oksigen diproduksi dalam bintang masif yang sudah tua dan baru disebar ke alam semesta lewat supernova, saat bintang meledak dan mati. Supaya oksigen bisa ditemukan dalam galaksi yang masih muda seperti JADES-GS-z14-0, bintang yang diamati pasti sudah lebih tua dari dugaan sebelumnya. Kata para astronom, ini seperti menemukan bayi yang sudah tumbuh jadi remaja dalam waktu singkat.
Penemuan galaksi yang bertumbuh cepat ini justru menambah lebih banyak pertanyaan dibanding jawaban. Terutama terkait tahun-tahun awal Alam Semesta. Apakah galaksi terbentuk lebih cepat dalam garis waktu kosmik? Mungkin galaksi tidak bertumbuh seperti yang kita ketahui selama ini? Bagaimana informasi baru ini mengubah pemahaman kita?
Inilah keindahan astronomi: menemukan lebih banyak pertanyaan menakjubkan di tempat yang kita kra bisa menemukan jawaban. Untuk itu, para astronom hanya bisa terus melakukan pengamatan dan penelitian lebih lanjut.
Fakta keren:
Bukan hanya oksigen yang terbentuk di dalam bintang. Pusat bintang yang luar biasa panas itu juga menempa atau membentuk kalsium yang ada di gigi, sodium di dalam garam, dan semua yang bisa kita lihat, sentuh, dan rasa. Itulah kenapa bintang selalu penuh kejutan… mereka membuat semuanya!
Tulis Komentar