fbpx
langitselatan
Beranda ┬╗ Kandidat Planet Seorbit Pada Sistem Keplanetan di Bintang Lain

Kandidat Planet Seorbit Pada Sistem Keplanetan di Bintang Lain

Para astronom menemukan calon saudara planet yang seorbit dengan planet PDS 70b lewat pengamatan dengan teleskop radio ALMA.

Sistem Keplanetan PDS 70 yang masih muda dengan bintang PDS 70 di pusat dan exoplanet PDS 70b dalam lingkaran garis kuning serta awan reruntuhan calon planet seorbit yang dilingkari garis putus-putus. Kredit: ALMA (ESO/NAOJ/NRAO) /Balsalobre-Ruza et al.

Calon saudara kandung planet yang mengitari bintang lain. Para astronom menemukan awan reruntuhan gas dan debu di orbit yang sama dengan si planet. Bisa jadi, reruntuhan awan ini merupakan bahan-bahan yang akan membentuk planet atau justru sisa dari planet yang sudah terbentuk. 

Yang menarik tentu saja bukan bagian pembentukan planet di bintang lain atau yang kita kenal sebagai exoplanet. Penemuan ini menarik karena jika ada planet yang terbentuk, maka ini adalah planet kedua dalam dua orbit yang sama. 

Apakah bisa planet berbagi orbit yang sama?

Kalau berdasarkan teori yang dibangun dua dekade lalu, dua planet dengan massa yang hampir sama bisa berbagi orbit. Para astronom menyebutnya Trojan atau planet seorbit. 

Trojan di Tata Surya

Trojan. Istilah ini kita kenal juga di Tata Surya. Troyan adalah sebutan untuk asteroid yang berbagi orbit dengan planet raksasa Jupiter. Ada lebih dari 12.000 objek batuan yang berbagi orbit dengan Jupiter dan bersama-sama planet gas raksasa ini mengitari Matahari. Yang menarik, asteroid-asteroid ini tidak pernah bertabrakan dengan Jupiter.  

Tiap planet punya lokasi khusus dimana objek kecil seperti asteroid bisa tetapi stabil di antara dua benda dalam hal ini Matahari dan planet, atau bisa juga antara planet dan satelitnya. Pada lokasi ini, gravitasi antara kedua benda yang masif menghasilkan gaya sentrifugal yang cukup untuk menjaga objek-objek kecil seperti asteroid untuk tetap mengorbit. Lokasi khusus ini kita kenal sebagai titik Lagrangian. 

Di titik Lagrangian inilah asteroid trojan di Jupiter berada dan tetap stabil mengelilingi Matahari bersama planet terbesar di Tata Surya tersebut. Saat mengorbit Matahari, asteroid trojan cenderung bergerak mendekati dan menjauhi Jupiter. Ini adalah efek yang ditimbulkan oleh gravitasi Jupiter yang mempercepat atau memeperlambat gerak asteroid sehingga asteroid kemudian berosilasi di sekeliling dua titik Lagrangian tempat mereka berada. 

berdasarkan teori, trojan juga seharusnya adaa pada exoplanet atau planet yang mengorbit di bintang lain. Para astronom menyebutnya exotrojan. 

Tapi, belum ada bukti yang ditemukan.

Planet Seorbit

Para astronom memprediksi kalau planet trojan juga bisa ada di sekeliling bintang lain. Tapi kita belum punya contohnya. Setidaknya sampai sekarang.

Penemuan kali ini terkait dengan planet seorbit. Pengamatan dengan teleskop radio ALMA berhasil menemukan bukti bahwa planet trojan mungkin ada. 

Teleskop radio ALMA menemukan bukti ini di sistem PDS 70 atau V1032 Centauri yang berada di rasi Centaurus. Sistem ini memiliki dua planet raksasa serupa Jupiter yakni PDS 70b dan PDS 70c. Keduanya mengitari bintang T-Tauri massa kecil PDS 70 yang berada 370 tahun cahaya dari Bumi. Bintang ini lebih kecil dari Matahari dengan massa 0,76 massa Matahari dan usianya baru 5,4 juta tahun.

Usia yang masih muda juga menandai kalau planet ini masih dikelilingi oleh materi gas dan debu yang jadi bahan pembentuk planet. Yup! Sistem PDS 70 ini masih memiliki piringan protoplanet di sekelilingnya. Yang juga menarik, hasil analisis data ALMA memperlihatkan kehadiran awan reruntuhan atau puing-puing materi pada dua titik Lagrangian, lokasi dimana trojan seharusnya berada. 

Dua titik Lagrangian pada orbit exoplanet PDS 70b menjadi target pengamatan. Hasilnya, para astronom mendeteksi sinyal lemah dari salah satu titik Lagrangian yang mengindikasikan kehadiran awan reruntuhan materi yang massanya sekitar dua kali massa Bulan! 

Konfirmasi Lanjut

Para astronom belum bisa memastikan apakah awan reruntuhan itu merupakan planet yang sudah terbentuk atau justru planet yang sedang dalam proses pembentukan. 

Tentu menarik jika keberadaan dua planet seorbit bisa dikonfirmasi, terutama untuk mempelajari tahap awal pembentukan planet dalam orbit yang sama. 

Namun untuk itu, para astronom harus menanti sampai tahun 2026 untuk menggunakan Teleskop ALMA untuk mengamati pergerakan planet PDS 70b dan awan reruntuhan. Yang ingin diketahui, apakah planet dan awan tersebut bergerak bersama-sama di sepanjang orbitnya dengan kestabilan dan gerak seperti yang kita amati pada asteroid trojan. 

Jika terkonfirmasi, maka ada pertanyaan lain yang juga harus dicari jawabannya terkait proses pembentukan dan evolusi trojan, dan seberapa besar kemungkinan menemukan trojan pada sistem planet lainnya. Dan tentu saja membuka kemungkinan planet trojan sebagai rumah bagi cikal bakal kehidupan jika planet tersebut berada di area laik huni.

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis Komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini