Kode Keras: Pesan Rahasia di Parasut Perseverance

Gegap gempita keberhasilan NASA masih sangat terasa ketika tim misi Perseverance merilis video pendaratan Perseverance di Mars.

Parasut supersonik untuk mempelambat kecepatan saat Perseverance mendarat. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Parasut supersonik untuk mempelambat kecepatan saat Perseverance mendarat. Kredit: NASA/JPL-Caltech

Video tersebut menampilan proses pendaratan rover Perseverance dan skycrane (derek terbang) yang mengantarkannya dengan selamat ke permukaan. Tak hanya bersejarah dan fenomenal, video tersebut membuat semua yang menonton termasuk penulis terkagum-kagum.

Ketika parasut terbuka, terlihatlah pola garis warna merah-oranye dan putih yang sepertinya acak. Namun penulis, yang sudah cukup terbiasa dengan karakter NASA, meyakini bahwa pola garis-garis tersebut bukanlah sesuatu yang acak. Seperti kata Marcel dalam lagunya “Firasat”, “ada makna di balik semua pertanda”. 

Betapa bahagianya ketika dalam hitungan jam makna pola di parasut Perseverance tersebut telah berhasil dipecahkan!!!

Kode Keras

Dalam konferensi pers pada hari Senin, 22 Februari 2021, Alan Chen, pimpinan tahap Entry, Descent and Landing (EDL, masuk, turun dan mendarat) dari rover Perseverance, menjelaskan video terbaru tersebut. Dalam penjelasannya, beliau mengeluarkan “kode keras” bahwa tim Perseverance ingin menginspirasi banyak orang, dan mereka memasukkan beberapa kode dan pesan rahasia dalam karya mereka (Perseverance dkk) untuk dipecahkan oleh khalayak umum. Beliau bahkan mengundang publik untuk menunjukkan hasil pemecahan kode rahasia tersebut. 

Tidak butuh waktu lama, warganet di berbagai platform mulai Twitter sampai Reddit, menyambut gembira tantangan tersebut dan langsung sibuk bekerja. 

Para Penafsir Kode

Cincin dekoder pada parasut. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Cincin kode pada parasut. Kredit: NASA/JPL-Caltech

Maxence Abela, mahasiswa Ilmu Komputer di Paris berusia 23 tahun, mulai mengotak-atik video pendaratan Perseverance bersama ayahnya, Jerome, seorang perekayasa perangkat lunak yang bekerja untuk Google di London. Mereka mengambil foto parasut Perseverance yang terbuka penuh dari video pendaratan, kemudian mulai mencoba memecahkan kode rahasia di pola-pola parasut tersebut.

Seseorang yang terbiasa dengan pemrograman komputer akan melihat pola garis beda warna sebagai kode biner: 0 dan 1. Maxence dan ayahnya menetapkan warna oranye sebagai kode 1 dan warna putih sebagai kode 0. Mereka kemudian membagi batang-batang tersebut dalam kelompok yang terdiri dari 8 batang, sebagaimana praktik umum dalam dunia pemrograman komputer.

Taktik ini tidak memberikan hasil apapun.

Sang Ayah kemudian mencoba membaginya dalam kelompok berisi 10 batang, yang ternyata lebih cocok kalau dilihat dari pola desain parasutnya. 

Skema cincin kode pada parasut Perseverance. Kredit: NASA/JPL-Caltech
Skema cincin kode pada parasut Perseverance. Kredit: NASA/JPL-Caltech

Dalam kelompok 10 batang tersebut mereka membaca nomor berdasarkan kode biner-nya. Untuk membacanya, mereka menghubungkan angka dengan huruf, misalnya: 1 untuk A, 2 untuk B , dan seterusnya. 

Awalnya mereka mencoba membaca kode tersebut dengan arah berlawanan jarum jam, namun tidak mendapatkan kata atau pesan apapun yang bermakna. Baru ketika mereka mencoba membacanya searah jarum jam, sebuah pesan mulai terkuak:

“DARE MIGHTY THINGS”

(“Berani Melakukan Hal-hal Luar Biasa”)

Pesan tersebut merupakan motto Jet Propulsion Laboratory (JPL) pusat penelitian dan pengembangan (litbang) di bawah NASA.  JPL inilah yang mengkonstruksi dan mengoperasikan wahana robotik dan beberapa misi orbit Bumi dan astronomi. Tim ayah-anak mengumumkan hasil mereka ke Twitter dalam waktu 2 jam sejak Alan Chen mengumumkan adanya kode-kode pada Perseverance.

Meski berhasil memecahkan pesan utama, tim ayah-anak ini tidak berhasil memahami kode di lingkar tepi parasut. Netizen lain di Reddit dan Twitter juga turut meramaikan dengan melakukan penyelidikan mereka sendiri. Beberapa diantara mereka, seperti Redditor u/rdtwt1 berhasil memecahkan kode lingkar dalam sebagaimana tim ayah-anak, dan Redditor  u/tend0g berhasil memecahkan kode lingkar luar. Kode lingkar luar tersebut terbaca sebagai: 

34°11’58” N 118°10’31” W

Kode tersebut adalah koordinat geografis lokasi Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, negara bagian California, Amerika Serikat. 

Kagum akan kesaktian warganet, akhirnya Adam Steltzner, insinyur utama Perseverance, membenarkan hasil kerja yang luar biasa tersebut, dan memberikan penjelasan parasut tersebut dalam diagram khusus. 

Parasut dengan kode unik ini didesain oleh insinyur sistem Perseverance, Ian Clark

Selamat, Perseverance dan Netizen yang Budiman!! 

Ditulis oleh

Ni Nyoman Dhitasari

Berlatar belakang pendidikan Teknik Lingkungan dan musik (piano), Dhita telah jatuh cinta pada dunia Astronomi sejak kecil, terutama Astronomi Budaya. Astronomi telah menjadi hobby utamanya hingga saat ini. Dhita adalah seorang guru piano dan pianis di Denver, Amerika Serikat, dan sempat aktif sebagai tenaga sukarela di Denver Museum of Nature and Science (DMNS), bagian Space Odyssey.

Tulis komentar dan diskusi...