Makna Di Balik Peluncuran Dragon Crew

Pada tanggal 31 Mei, 2020, telah terukir dalam sejarah bahwa untuk pertama kalinya, sebuah perusahaan swasta meluncurkan dua orang astronaut Amerika ke International Space Station.

Astronaut NASA Douglas Hurley (kiri) dan Robert Behnken (kanan) yang ikut dalam Misi Crew Dragon Demo-2. Misi berawak oleh perusahaan swasta Space-X. Kredit: NASA/Kim Shiflett
Astronaut NASA Douglas Hurley (kiri) dan Robert Behnken (kanan) yang ikut dalam Misi Crew Dragon Demo-2. Misi berawak oleh perusahaan swasta Space-X. Kredit: NASA/Kim Shiflett

Misi Crew Dragon Demo-2 menerbangkan astronaut NASA Douglas Hurley dan Robert Behnken untuk tinggal di ISS selama 30 – 90 hari dengan menumpang kapsul Endeavor dan diluncurkan dengan roket Falcon 9 dari Launch Pad 39A, Kennedy Space Center, Florida. Misi ini berakhir sukses dan kedua astronaut pun tiba di ISS sekitar 19 jam setelah peluncuran dilakukan. Tidak bisa dipungkiri, ada beberapa hal yang menjadikan peristiwa ini sangat penting untuk dicatat dalam sejarah.

Pertama, penerbangan tersebut dilakukan oleh perusahaan swasta. Mesin roket SpaceX adalah sepenuhnya hasil pengembangan SpaceX di bawah kepemimpinan Elon Musk tanpa ada bantuan uang negara dalam hal ini Amerika Serikat. Selama ini mesin roket yang digunakan untuk misi antariksa merupakan hasil pengembangan yang dibiayai negara.

Kedua, karena Space X adalah perusahaan swasta, maka harga layanan tidak ditentukan oleh pemerintah. Harga sepenuhnya ditentukan oleh Space X yang sejak dibangun memang sudah memiliki rencana komersialisasi dan mekanisme pasar. Dengan demikian, di kemudian hari, harga peluncuran akan dapat saling bersaing persis seperti maskapai penerbangan saat ini.

Jika dilihat dari fakta yang ada, harga peluncuran dengan Space X saat ini hampir setengah dari harga peluncur lainnya.

Nama PeluncurAriane 5Ariane 6H-II (A & B)Atlas VFalcon 9Soyuz

Negara/ Perusahaan
Uni Eropa/ AirbusUni Eropa/ AirbusJepang/ Mitsubishi Heavy IndustryAmerika/ ULAAmerika/ SpaceXRussia/ Energiya
Harga (Juta dollar)
16511590 (120)1505590
  • Dengan harga rendah seperti ini, makin banyak perusahaan dan negara bisa memiliki akses ke luar angkasa. Efek “Trickle down” yang ditimbulkan cukup besar. Semakin banyak percobaan dan penelitian terkait mikrogravitasi dapat dilakukan, sehingga tidak lagi menjadi eksklusif “mainan negara/ perusahaan kaya”.
  • Harga perangkat “space hardened” [anti radiasi] akan turun karena kebutuhan meningkat.
  • Salah satu penyebab Space X dapat memberikan harga “murah” adalah karena keberhasilannya mendaur ulang stage satunya. Bandingkan dengan perusahaan lainnya yang seluruh roketnya dibuang begitu saja.

Ketiga, keberhasilan Space X memberikan semacam ‘road-map’ bagi perusahaan/ pengusaha lainnya yang berniat mengikuti jejaknya. Saat ini memang ada beberapa perusahaan swasta lainnya dan tidak hanya yang berasal dari Amerika, yang sedang melakukan uji coba untuk membuat peluncur. Beberapa diantaranya adalah Blue Origin, Virgin Space, Elektron dan lainnya.

Peluncuran Misi Crew Dragon Demo-2 dari John F. Kennedy Space Center, Florida. Kredit: SpaceX
Peluncuran Misi Crew Dragon Demo-2 dari John F. Kennedy Space Center, Florida. Kredit: SpaceX

Dari ketiga alasan tersebut, bisa dipastikan kalau di masa depan, perjalanan antariksa bukan lagi hal yang aneh atau asing untuk manusia. Ibaratnya pada suatu ketika untuk ke luar kota sudah merupakan perjalanan besar. Akan tetapi dengan berkembangnya teknologi, bahkan perjalanan antar benua sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan. Jadi jangan heran jika kelak, antariksa menjadi tujuan wisata. Bahkan tidak lama lagi akan muncul hotel yang mengorbit Bumi. Jika sesuai rencana, pada tahun 2021, Orion Span akan meluncurkan Hotel Antariksa Aurora Station yang akan mengorbit Bumi setiap 90 menit. Pada tahun 2022, Aurora Station akan menerima tamu pertama yang akan melakukan perjalanan 10 juta USD untuk tur selama 12 hari.  Dengan demikian, menjadi astronaut bukan lagi hal yang luar biasa.

Saat ini Space X sudah mulai menjual tiket untuk perjalanan komersial mengelilingi Bulan. Yang pasti, di masa depan, akan terbentuk pasar baru terkait perjalanan wisata antariksa ini. Tidak ketinggalan aturan-aturan kenegaraan yang juga harus diperbaharui untuk semua mengakomodasi perubahan tersebut.  Karena itu, sudah seharusnya tidak ada alasan lagi bagi kita semua untuk tidak terlibat dalam perkembangan zaman ini, terutama dalam teknologi antariksa yang membawa kita untuk mengungkap cerita baru dari alam semesta. Untuk itu, pengetahuan dan sikap kita harus sudah diperbaharui, harus berpikir lebih jauh, menyeluruh dan global.

[divider_line]

Sumber tabel: Wikipedia

Ditulis oleh

Wicak Soegijoko

Wicak Soegijoko

Alumni astronomi ITB yang saat ini bergerak dalam bidang jual beli hape langka. Mantan tukang parkir satelit. Suka ceprat cepret heavenly body.