Gerhana Bulan Penumbra 6 Juni 2020 dari Indonesia

Tanggal 6 Juni pengamat di Indonesia bisa mengamati Gerhana Bulan Penumbra. Tapi, tidak semua wilayah bisa menyaksikan seluruh proses gerhana.

Gerhana Bulan Penumbra 6 Juni 2020. Kredit: langitselatan
Gerhana Bulan Penumbra 6 Juni 2020. Kredit: langitselatan

Tahun 2020 memang dilintasi 6 gerhana dengan konfigurasi 4 gerhana bulan dan 2 gerhana matahari. Empat gerhana bulan tersebut merupakan gerhana penumbra di mana pengamat di Indonesia bisa menjadi saksi 3 dari 4 gerhana penumbra. Yang pertama di bulan Januari, yang kedua di bulan Juni, dan yang terakhir di bulan November.

Bahkan meskipun kondisi saat ini tidak emmungkinkan untuk berkumpul, pengamat masih bisa menyaksikan gerhana bulan dari rumah masing-masing selama cuaca cerah.

Gerhana Bulan Penumbra

Konfigurasi Gerhana Bulan Penumbra. Kredit: langitselatan
Konfigurasi Gerhana Bulan Penumbra. Kredit: langitselatan

Pada tanggal 11 Juni 2020, seluruh masyarakat Indonesia berkesempatan untuk menikmati gerhana bulan penumbra yang dimulai lewat tengah malam sampai Matahari terbit. Tapi, lagi-lagi jangan berharap akan menyaksikan perubahan Bulan yang cukup signifikan seperti halnya Gerhana Bulan Sebagian dan Total. Saat Gerhana Penumbra, Bulan tidak akan menghilang dari langit malam. Yang berbeda hanya kecerlangannya. Bulan yang awalnya terang karena sedang purnama, akan meredup saat gerhana berlangsung. Bulan akan tampak seperti dihalangi bayangan gelap.

Gerhana Bulan terjadi saat Bumi berada di antara dengan Matahari dan Bulan dengan konfigurasi yang sejajar. Posisi ketiga benda yang sejajar menyebabkan terbentuknya dua kerucut bayangan Bumi. Bayangan pada kerucut terluar adalah area bayangan penumbra dimana Bumi mengahalangi sebagian cahaya Matahari untuk mencapai Bulan. Sedangkan kerucut yang ada di dalam kerucut penumbra adalah kerucut umbra dimana Bumi menghalangi seluruh cahaya Matahari untuk mencapai Bulan.

Pada tanggal 6 Juni 2020, sebagian permukaan Bulan akan berada di dalam kerucut penumbra Bumi. Karena itu, permukaan Bulan yang berada dalam penumbra Bumi akan tampak seperti terhalang bayangan gelap. Sisa permukaan Bulan yang tidak berada dalam penumbra Bumi, akan tetap menerima cahaya Matahari secara langsung.

Bagi pengamat, Bulan tampak lebih redup dari biasanya.

Wilayah dan Tahapan Gerhana

Visibilitas Gerhana Bulan Penumbra 6 Juni 2020 dilihat dari Indonesia. Kredit: langitselatan
Visibilitas Gerhana Bulan Penumbra 6 Juni 2020 dilihat dari Indonesia. Kredit: langitselatan

Gerhana Bulan Penumbra akan berlangsung selama 3 jam 18 menit 13 detik dengan kecerlangan 0,5 magnitudo. Kontak pertama Gerhana Bulan Penumbra 6 Juni terjadi pukul 00:45:50 WIB dan berakhir pada pukul 04:04:03 WIB. Puncak gerhana terjadi pukul 02:26:14 WIB.

Gerhana Bulan Penumbra 11 Januari 2020 bisa diamati dari sleuruh wilayah Indonesia, akan tetapi untuk wilayah timur, Bulan terbenam saat fase akhir gerhana masih berlangsung. Selain Indonesia, pengamat yang berada di negara-negara di Eropa, Afrika, Asia, sebagian Australia dan sebagian Amerika Selatan berkesempatan menyaksikan Gerhana Bulan Penumbra 6 juni 2020.

Tahapan terjadinya gerhana pada tanggal 6 Juni 2020 adalah sbb:

Waktu Indonesia Bagian Barat
Awal Gerhana : 00:45:50 WIB
Puncak Gerhana : 02:26:14 WIB
Akhir Gerhana : 04:04:03 WIB

Waktu Indonesia Bagian Tengah
Awal Gerhana : 01:45:50 WITA
Puncak Gerhana : 03:26:14 WITA
Akhir Gerhana : 05:04:03 WITA

Waktu Indonesia Bagian Timur
Awal Gerhana : 02:45:50 WIT
Puncak Gerhana : 04:26:14 WIT
Akhir Gerhana : 06:04:03 WIT (tidak tampak, Bulan sudah terbenam)

Sambil mengamati gerhana, ada Mars, Jupiter dan Saturnus yang sudah terbit lebih dahulu dan cukup tinggi untuk diamati. Selamat berburu gerhana bulan.

Clear Sky!

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.