fbpx
langitselatan
Beranda » Bintang yang Tak Akan Mati

Bintang yang Tak Akan Mati

Seperti semua kisah, kehidupan bintang mempunyai bagian awal, tengah, dan akhir. 

Ilustrasi supernova seandainya kita melihatnya dari dekat. Kredit: NASA, ESA, G. Bacon (STSci).
Ilustrasi supernova seandainya kita melihatnya dari dekat. Kredit: NASA, ESA, G. Bacon (STSci).

Bintang-bintang termasif mengakhiri kisah hidupnya dengan cara yang paling dramatis. Bintang-bintang itu menerangi langit dengan ledakan yang kecerlangannya melampaui kecerlangan galaksi dan kedahsyatannya mampu melontarkan jeroan bintang ke ruang angkasa. Saat material dari ledakan itu akhirnya mengendap, yang tersisa hanyalah inti dari objek yang dahulu merupakan raksasa kosmik. Kini inti itu telah runtuh.

Ledakan ini disebut supernova. Selama bertahun-tahun, ribuan supernova telah diamati dan diteliti oleh astronom seperti Iair Arcavi. Oleh karena itu, ketika pada tahun 2014 Iair menemukan supernova baru, ia tidak berprasangka apa-apa. Sebagaimana supernova lainnya, supernova yang satu ini menerangi langit malam dalam waktu yang singkat, sebelum akhirnya meredup. Karena peristiwa ini tampaknya akan berakhir, Iair beralih ke penelitian lain.

Beberapa minggu kemudian, Iair kembali memeriksa bintang yang meredup itu dan terkejut saat melihat bintang itu bertambah terang. Tak disangka-sangka bintang itu seakan-akan meledak untuk kedua kalinya.

Selama dua tahun kemudian, Iair dan timnya terpana saat bintang itu memecahkan rekor. Selama 600 hari, bintang tersebut menjadi terang dan meredup sebanyak lima kali. Bintang itu meledak berkali-kali! Selain itu, setelah menyelidiki masa lalu si bintang, diketahui bahwa bintang tersebut ternyata pernah meledak lebih dari 60 tahun lalu.

Jadi, apa yang terjadi sebenarnya? Sejujurnya, tak seorangpun yang tahu. Tebakan terbaik adalah ledakan-ledakan itu tidak disebabkan oleh keruntuhan bintang seperti supernova pada umumnya, tapi karena bintang itu mulai membuat materi aneh yang disebut “antimateri.” Ketika antimateri bersentuhan dengan materi normal di dalam bintang, terjadilah ledakan dahsyat. Akibatnya, bintang tersebut menjadi terang lagi dan lagi.

Namun, seperti dongeng-dongeng lainnya, kisah bintang ini telah mencapai bagian akhir. Setelah 600 hari, bintang malang dan kehabisan energi ini tak lagi mampu menampilkan pertunjukan kembang api kosmik. Setelah ledakan terakhir, bintang ini akan meredup selamanya…

Fakta Menarik

Bintang yang meledak tersebut dahulu bermassa 50 kali massa Matahari, atau bahkan lebih besar lagi. Bisa jadi ini adalah supernova termasif yang pernah diamati!

[divider_line]

Sumber: Artikel ini merupakan publikasi ulang dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia. Space Scoop edisi Indonesia diterjemahkan oleh langitselatan.

Baca juga:  Kembang Api di Luar Angkasa
Avatar photo

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.

3 komentar

Tulis komentar dan diskusi di sini

  • Kok meledaknya 60 tahun yg lalu, bukannya jarak bintang bisa ribuan tahun cahaya ya.. Misalnya jarak bintang yg meledak itu 1500 tahun cahaya berarti jadinya 1560 tahun yg lalu kan bukan 60 tahun.. Cmiiwl

    • jarak bintang ga harus ribuan tahun cahaya. bintang terdekat dr Matahari cuma 4,4 tahun cahaya. dan ada banyak bintang yg jaraknya cukup dekat dalam lingkungan Matahari.

    • 60 tahun itu bukan jarak bintang melainkan mengacu pada peristiwa ledakannya yg teramati dari Bumi.

      Para astronom menemukan bintang ini (yang namanya iPTF14hls) meledak pada tahun 2014. Seharusnya setelah meledak dan terang, cahayanya meredup. tenryata selama dua tahun kemudian 2014- 2016 bintang ini msh befluktuasi terang kemudian redup lg sebanyak 5 kali.

      Nah… rupanya setelah data pengamatan ditelusuri kembali, mereka menemukan kalau bintang iPTF14hls yg mereka amati sekarang itu juga pernah meledak dalam artian terang dan kemudian redup 60 thn lalu.

      Kalau jaraknya, bintang iPTF14hls berada 509 juta tahun cahaya dari Bumi.