Berburu Komet di Bulan Juni 2017

Saatnya berburu komet di bulan Juni! Setidaknya ada 4 komet yang cukup terang untuk diamati seperti C/2015 V2 (Johnson), C/2015 ER61 (PANSTARRS), 71P/Clark, dan 41P Tuttle-Giacobini-Kresak. Kecerlangannya memang belum bisa dilihat dengan mata tanpa alat. Tapi setidaknya, dengan binokuler atau teleskop, kamu bisa menemukan bintang berekor ini di langit malam.

Komet C/2015 V2 (Johnson)

Komet Johnson yang dipotret tanggal 25 Februari 2017 oleh Gianluca Masi dari Virtual Telescope Project dan Michael Schwartz dari Tenagra Observatories di Arizona. Kredit: Virtual Telescope
Komet Johnson yang dipotret tanggal 25 Februari 2017 oleh Gianluca Masi dari Virtual Telescope Project dan Michael Schwartz dari Tenagra Observatories di Arizona. Kredit: Virtual Telescope

Komet yang satu ini akan jadi bintang di bulan Juni. Namanya komet C/2015 V2 (Johnson) atau kita sebut saja komet Johnson. Saat ini, komet Johnson sedang bergerak menuju titik terdekatnya dengan Matahari dan di awal Juni saat ia semakin mendekati Matahari, kecerlangannya juga akan meningkat. Seperti namanya, C/2015 V2 (Johnson), merupakan komet non periodik yang ditemukan pada tanggal 3 November 2015 oleh Jess Johnson dalam Survei Langit Catalina dengan teleskop Schmidt–Cassegrain 0,68 meter.  Komet non periodik memberi indikasi kalau komet ini tidak akan pernah kembali untuk menyambangi Tata Surya.

Komet dengan orbit hiperbola ini datang dari jauh.  Diperirakan komet yang tidak mengorbit Matahari ini datang dari jarak 59.200 AU. Dalam perjalanannya mendekati Matahari, saat ini Komet Johnson sedang berada pada jarak 0,82 AU dari Bumi. Kecerlangannya meningkat jadi 7,8 magnitudo pada tanggal 5 Juni dan bisa dengan mudah diamati dari Bumi. Tapi perlu diingat, meskipun terang, pengamat butuh binokuler ataupun teleskop untuk bisa mengamati komet Johnson. Mata kita hanya bisa melihat benda sampai kecerlangan 6 magnitudo. Itu pun di langit yang sangat cerah.

 

Jejak komet C/2015 V2 (Johnson) dari Juni - Agustus 2017. Kredit: Dominic Ford / In-The-Sky.org
Jejak komet C/2015 V2 (Johnson) dari Juni – Agustus 2017. Kredit: Dominic Ford / In-The-Sky.org

Setelah berpapasan dengan Matahari pada jarak 1,64 AU tanggal 12 Juni 2017, komet Johnson akan meneruskan perjalanannya dalam orbit hiperbola dan kembali meninggalkan Tata Surya.

Sebelum komet Johnson menghilang dari Tata Surya, maka selama bulan Juni 2017, pengamat bisa mengamati komet ini di rasi Bootes, si pembajak. Rasi Bootes sudah tampak di timur laut sejak Matahari terbenam dan terus bergerak ke arah barat laut, dan terbenam setelah lewat tengah malam. Mulai tanggal 15 Juni, komet Johnson bisa ditemukan di rasi Virgo, tepatnya di zenith ketika Matahari terbenam dan terus bergerak arah barat. Bagi pengamat di belahan Bumi selatan, Komet Johnson bisa diamati sampai akhir tahun 2017.

Komet C/2015 ER61 (PANSTARRS)

Jejak komet C/2015 ER61 (PANSTARRS) dari Mei 2017 - April 2018. Kredit: Dominic Ford / In-The-Sky.org
Jejak komet C/2015 ER61 (PANSTARRS) dari Mei 2017 – April 2018. Kredit: Dominic Ford / In-The-Sky.org

Setelah berada pada posisi terdekat dengan Bumi pada tanggal 19 April 2017 dan mencapai papasan terdekat dengan Matahari, tanggal 9 Mei 2017, komet C/2015 ER61 (PANSTARRS) akan semakin meredup. Meskipun demikian, komet C/2015 ER61 ini masih bisa diamati dengan mudah lewat binokuler. Kecerlangannya 8,2 magnitudo dan komet ER61 ini tampak di rasi Pisces si ikan dan terus bergerak menuju rasi Aries.

Komet C/2015 ER61 (PANSTARRS) ditermukan 15 Maret 2016 dalam survei NEO PanSTARRS-1 di Haleakala in Maui, Hawaii. Nama ER61 pada awalnya diberikan karena obyek ini justru dianggap sebagai asteroid Amor yang lokasinya dekat Bumi. Ternyata, benda ini bukan asteroid melainkan komet yang berasal dari Awan Oort. Saat pertama kali ditemukan, komet ER61 memiliki kecerlangan 21,5 magnitudo pada jarak 8,44 AU dari Matahari. Itu jarak antara Jupiter dan Saturnus.

Komet ini bergerak mengitari Matahari dengan periode orbit 7646.53 tahun! Perjalanan komet ini memang sangat lama dan juga jauh. Jarak terdekatnya dengan Matahari hanya 1,04 AU, tapi jarak terjauhnya 775.22 AU. Dan pada tahun 2020, diperkirakan jarak terjauhnya dari Matahari akan mencapai 854 AU. Ini disebabkan oleh perubahan pada orbitnya. Dan sampai tahun 2045, komet C/2015 ER61 masih ada dalam rentang jarak 50 AU di Tata Surya.

Di bulan Juni, kecerlangan komet C/2015 ER61 masih pada kisaran 8,2 magnitudo dan bisa ditemukan di rasi Pisces. Pertengahan Juni, komet C/2015 ER61 sudah memasuki wilayah rasi Aries. Komet ini tampak setelah rasi Pisces ataupun Aries terbit sekitar 3 jam sebelum Matahari terbit. Komet C/2015 ER61 akan bisa diamati di rasi Pisces di awal Juni dan Aries mulai pertengahan Juni sejak pukul 03:00 waktu lokasl sampai jelang fajar.

Komet 71P/Clark

Jejak komet 71P/ Clark dari Juni - Desember 2017. Kredit: Dominic Ford / In-The-Sky.org
Jejak komet 71P/ Clark dari Juni – Desember 2017. Kredit: Dominic Ford / In-The-Sky.org

Setiap 5,5 tahun, komet Clark akan menyambangi area terdekatnya dengan Matahari pada jarak 1,56 AU. Setelah berpapasan dengan Matahari tanggal 15 Desember 2011, komet Clark akan kembali ke titik terdekatnya dengan Matahari pada tanggal 30 Juni 2017.

Komet Clark yang sedang menuju Matahari ini ditemukan pada tanggal 9 Juni 1973 oleh Michael Clark saat melakukan pengamatan dari Mount John University Observatory di New Zwaland. Saat ditemukan, kecerlangannya 13 magnitudo. Saat ini, komet 71P/Clark sedang berada pada jarak 0,59 AU dari Bumi. Komet ini berada pada jarak rata-rata 3,12 AU dan titik terjauhnya dari Matahari berada pada jarak 4,68 AU. Atau dengan kata lain, komet Clark berada pada area di antara Mars dan Jupiter.

Selama bulan Juni, Komet 71P/Clark akan tampak di rasi Scorpius dengan kecerlangan 11,2 magnitudo dan bisa diamati sejak Matahari terbenam sampai jelang Matahari terbit. Butuh teleskop untuk bisa melihat komet Clark ini.

Komet 41P/Tuttle-Giacobini-Kresak

Jejak komet 41P/Tuttle-Giacobini-Kresak dari Juni 2017 - April 2018. Kredit: Dominic Ford / In-The-Sky.org
Jejak komet 41P/Tuttle-Giacobini-Kresak dari Juni 2017 – April 2018. Kredit: Dominic Ford / In-The-Sky.org

Masih tetap berburu komet? Coba lihat ke rasi Hercules di awal bulan Juni. Ada komet 41P/Tuttle-Giacobini-Kresak. Komet periodik yang satu ini memiliki periode orbit 5,4 tahun dan ditemukan pertama kali oleh Horace Parnell Tuttle tanggal 3 Mei 1858.

Komet 41P merupakan bagian dari keluarga komet Jupiter dengan jarak 3,085 AU. Jarak terdekatnya dengan Matahari 1,56 Au dan pada posisi terjauh dari Matahari, komet 71P berada pada jarak 5,12 AU. Komet 41P memperoleh namanya dari Michel Giacobini dan Lubor Kresák yang menemukan kembali komet ini pada tahun 1907 dan 1951.

Untuk pengamatan, komet 41P/Tuttle-Giacobini-Kresak akan berada di rasi Herkules dan mulai tanggal 5 Juni, komet yang kecerlangannya semakin meredup ini akan tampak di area rasi Ophiuchus. Kecerlangannya akan merentang dari 11,2 magnitudo di awal bulan Juni dan 14,78 magnitudo di akhir Juni. Komet ini bisa mulai diamati sejak pukul 21:00 waktu lokal ketika rasi Herkules ataupun Ophiuchus sudah terbit dan terus bergerak ke arah barat sampai saat fajar menyingsing.

Clear Sky!

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

2 thoughts on “Berburu Komet di Bulan Juni 2017

  1. Hari ini, sekitar pukul 3.20 dini hari, saya keluar rumah untuk melihat langit sebelum sahur. Ketika melihat ke ufuk timur, ternyata ada titik kecil yang terang sekali bergerak sangat lambat dan semakin ke atas. Saya yakin itu bukan pesawat, karena pergerakannya yang sangat lambat dan cahayanya yang sangat terang. Setelah saya pikir ulang, mungkin itu adalah venus atau komet karena sekilas nampak ekor kecilnya. Kalau boleh tahu, menurut Kak Avivah sendiri, benda langit apakah yang saya lihat itu?

Tinggalkan Balasan ke Senja Batalkan balasan