Mengapa Bintang Masif Berselimut Tebal Gas?

Pernahkah kamu bangun sebelum fajar di pagi hari yang dingin dan berkabut? Perhatikan, kabut akan menghilang sesaat setelah Matahari terbit. Cahaya dan panas Matahari biasanya membakar dan menghilangkan kabut. Seandainya Matahari lebih panas dan lebih terang, menurutmu apa yang akan terjadi? Yang jelas kabut akan terbakar lebih cepat.

Ilustrasi bintang yang baru lahir dan dikelilingi piringan gas dan debu. Kredit: NRAO/AUI/NSF; D. Berry / SkyWorks

Bintang yang baru lahir biasanya diselimuti oleh piringan gas dan debu, mirip dengan kabut kosmik. Seperti di Bumi, harusnya piringan kabut itu menghilang lebih cepat di sekeliling bintang yang lebih terang dan lebih panas. Ternyata, hal itu tidak terjadi.

Para astronom mempelajari 24 bintang muda di palungan bintang yang ada di Rasi Scorpius dan Centaurus. Tempat ini merupakan area kelahiran bintang. Isinya beberapa ratus bintang yang usianya 5 sampai 10 juta tahun.

Sebagian besar bintang baru diselimuti piringan yang berisi puing gas dan debu sisa pembentukan bintang. Sebagian bintang tergolong kecil dan ringan seperti Matahari. Sebagian lainnya jauh lebih masif dari Matahari. Massanya sekitar dua kali massa Matahari.

Dari pengamatan 24 bintang, 3 bintang masih diselimuti gas dan debu. Cukup aneh karena kabut kosmik ditemukan menyelimuti bintang yang lebih masif dari Matahari. Bintang-bintang tersebut juga lebih panas dan lebih terang dibanding Matahari. Bintang yang lebih kecil, lebih redup dan lebih dingin justru ditemukan memiliki piringan debu tanpa gas. Kenyataan ini sama sekali tidak seperti yang diharapkan.

Masih belum jelas dari mana asal gas tersebut. Bisa jadi, bintang-bintang yang berat memang tidak bisa menyingkirkan gas seperti yang diharapkan. Atau, bisa saja komet menjadi pemasok gas baru. Seperti yang kita tahu, komet juga membawa tipe gas yang sama yang ada di dalam piringan.

Tapi, ada kemungkinan lain. Misteri baru ini bisa jadi merupakan secercah cahaya untuk masalah lain yang belum terpecahkan. Kelahiran planet gas raksasa. Jika piringan di sekitar bintang masif bisa menampung gas yang super banyak selama jutaan tahun, maka itu artinya planet gas ( seperti Jupiter dan Uranus ) punya lebih banyak waktu untuk terbentuk.

Fakta keren: Selain 4 planet gas raksasa di Tata Surya (Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus), kita sudah menemukan lebih dari 1000 planet gas raksasa di bintang lain.

[divider_line]

Sumber: Dipublikasi kembali dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia

Ditulis oleh

Avivah Yamani

Avivah Yamani

Tukang cerita astronomi keliling a.k.a komunikator astronomi yang dulu pernah sibuk menguji kestabilan planet-planet di bintang lain. Sehari-hari menuangkan kisah alam semesta lewat tulisan dan audio sambil bermain game dan sesekali menulis makalah ilmiah terkait astronomi & komunikasi sains.

Avivah juga bekerja sebagai Project Director 365 Days Of Astronomy di Planetary Science Institute dan dipercaya IAU sebagai IAU OAO National Outreach Coordinator untuk Indonesia.

Tulis komentar dan diskusi...