Siaran Siang Malam Radio Katai Merah

Pernahkah kalian mendengar tentang solar flare? Solar flare adalah ledakan hebat di permukaan Matahari. Ledakan ini melontarkan miliaran partikel ke ruang angkasa.

Ketika sebagian partikel bermuatan itu tiba di Bumi, partikel-partikel tersebut menciptakan aurora yang cantik (juga dikenal sebagai cahaya utara atau selatan). Namun, partikel-partikel tersebut juga dapat mengganggu komunikasi radio atau merusak gardu listrik dan satelit.

Gambar ini memperlihatkan ledakan hebat di permukaan bintang, yang disebut solar flare. Solar flare melontarkan miliaran partikel ke ruang angkasa. Kredit: NASA
Gambar ini memperlihatkan ledakan hebat di permukaan bintang, yang disebut solar flare. Solar flare melontarkan miliaran partikel ke ruang angkasa. Kredit: NASA

Kalian akan mengira kalau solar flare di bintang katai kecil mempunyai lebih sedikit energi daripada bintang yang lebih besar seperti Matahari. Namun, teleskop ALMA berhasil menemukan flare yang sangat kuat di sebuah bintang katai merah yang bermassa sepuluh kali lebih kecil daripada Matahari.

Ketika terjadi solar flare, katai merah memancarkan gelombang radio yang berenergi 10.000 kali lebih kuat daripada gelombang radio dari Matahari.

Gelombang radio dihasilkan oleh partikel-partikel yang bergerak luar biasa cepat. Hanya ada satu cara katai merah ini dapat menghasilkan gelombang radio berenergi tinggi: solar flare raksasa pasti tak henti-henti dilontarkan dari si bintang!

Banyak bintang katai merah yang mempunyai planet, tapi mari kita berharap bintang yang satu ini tidak. Kehidupan di planet yang mengorbit bintang ini akan segera musnah akibat radiasi mematikan dosis tinggi!

Fakta Menarik: Bintang katai merah berwarna merah karena tidak sepanas bintang lain. Bayangkan api dari kompor gas: bagian terdingin dekat ujung lidah api berwarna merah sedangkan bagian terpanas dekat bagian keluarnya bahan bakar berwarna biru.

[divider_line]

Sumber: Dipublikasi kembali dari Space Scoop Universe Awareness edisi Indonesia

Ditulis oleh

Ratna Satyaningsih

Ratna Satyaningsih

menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister astronomi di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung. Ia bergabung dengan sub Kelompok Keahlian Tata Surya dan menekuni bidang extrasolar planet khususnya mengenai habitable zone (zona layak-huni). Ia juga menaruh minat pada observasi transiting extrasolar planet.

Tulis komentar dan diskusi...